BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Lennah) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, alkaloid, flavonid, tanin. dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta SPF 50 termasuk katagori very higt protection. Daun kokang secara empiris digunakan sebagai bedak dingin, merawat jerawat, bekas luka cacar, dan memudarkan noda hitam pada wajah. Selain kemampuanya dalam meredam radikal bebas, senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak berperan sebagai bioreduktor untuk pembuatan naopartikel yang akan mereduksi ion Ag+ menjadi Ag0 . Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kokang sebagai agen pereduksi dalam biosintesis AgNP dan mengetahui stabilitas AgNP yang dihasilkan dari daun kokang. Metode penelitian ini mulai dari pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan larutan induk AgNO3 5mM dalam 100 ml, larutan induk ekstrak 5% dalam 10 ml, selanjutnya dilakukan optimasi pH dengan variasi 8, 9, dan 10 lalu mendapatkan ph terbaik, dimana optimasi pH tersebut yang nantinya akan digunakan pada proses optimasi AgNO3 dengan variasi 1mM, 2mM, dan 4mM setelah mendapatkan optimasi Ag terbaik, tahap berikutnya dilakukan optimasi ekstrak degan variasi 0,5%, 1% dan 2% yang hasilnya akan dilihat berdasarkan puncak SPR 400-500 nm yang menandakan terbentuknya AgNP. Setelah mendapatkan optimasi dan konsentrasi yang bagus sampel di sentri fugasi lalu dikeringkan di cawan petri, lalu di karakterisasi dengan alat Scanning Elktron Microscopy (SEM). Hasil dari penelitian bahwa AgNP ekstrak etanol daun kokang mampu mereduksi pada pH 8 dengan suhu 60oc, dimana variasi konsentrasi yang optimal pada AgNO3 yaitu pada konsentrasi 2mM dan 4mM, selanjutya dari optimasi ekstrak yang tebaik pada konsentrasi 0,5% karena intensi absorbansi pada panjang gelombang yang membentuk AgNP pada puncak SPR 400-500. Berdasarkan hasil dari karakterisasi SEM, morfologi dari kosentrasi 2mM dengan permukaan yang tidak begitu halus dan ukuran tidak begitu seragam, namun pada konsentrasi 4mM permukaan halus dan partikel yang tidak seragam. Dengan ukuran partikel yang berada pada kisaran 50-80 nm yang ditentukan dengan hasil SPR menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Lennah) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, alkaloid, flavonid, tanin. dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta SPF 50 termasuk katagori very higt protection. Daun kokang secara empiris digunakan sebagai bedak dingin, merawat jerawat, bekas luka cacar, dan memudarkan noda hitam pada wajah. Selain kemampuanya dalam meredam radikal bebas, senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak berperan sebagai bioreduktor untuk pembuatan naopartikel yang akan mereduksi ion Ag+ menjadi Ag0 . Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kokang sebagai agen pereduksi dalam biosintesis AgNP dan mengetahui stabilitas AgNP yang dihasilkan dari daun kokang. Metode penelitian ini mulai dari pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan larutan induk AgNO3 5mM dalam 100 ml, larutan induk ekstrak 5% dalam 10 ml, selanjutnya dilakukan optimasi pH dengan variasi 8, 9, dan 10 lalu mendapatkan ph terbaik, dimana optimasi pH tersebut yang nantinya akan digunakan pada proses optimasi AgNO3 dengan variasi 1mM, 2mM, dan 4mM setelah mendapatkan optimasi Ag terbaik, tahap berikutnya dilakukan optimasi ekstrak degan variasi 0,5%, 1% dan 2% yang hasilnya akan dilihat berdasarkan puncak SPR 400-500 nm yang menandakan terbentuknya AgNP. Setelah mendapatkan optimasi dan konsentrasi yang bagus sampel di sentri fugasi lalu dikeringkan di cawan petri, lalu di karakterisasi dengan alat Scanning Elktron Microscopy (SEM). Hasil dari penelitian bahwa AgNP ekstrak etanol daun kokang mampu mereduksi pada pH 8 dengan suhu 60oc, dimana variasi konsentrasi yang optimal pada AgNO3 yaitu pada konsentrasi 2mM dan 4mM, selanjutya dari optimasi ekstrak yang tebaik pada konsentrasi 0,5% karena intensi absorbansi pada panjang gelombang yang membentuk AgNP pada puncak SPR 400-500. Berdasarkan hasil dari karakterisasi SEM, morfologi dari kosentrasi 2mM dengan permukaan yang tidak begitu halus dan ukuran tidak begitu seragam, namun pada konsentrasi 4mM permukaan halus dan partikel yang tidak seragam. Dengan ukuran partikel yang berada pada kisaran 50-80 nm yang ditentukan dengan hasil SPR menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di bidang pendidikan, khususnya mengenai penerapan dan pelaksanaan kurikulum. Buku ini terbagi menjadi dua pembahasan umum, yaitu: kurikulum secara makro dan kurikulum secara mikro. Materi pada kurikulum secara makro terdiri dari enam bab pembahasan, yakni: (1) hakikat kurikulum; (2) landasan pengembangan kurikulum; (3) prosedur pengembangan kurikulum; (4) kurikulum sekolah dasar sebelum KBK; (5) KTSP tingkat sekolah dasar; serta (6) Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka tingkat sekolah dasar. Materi pada kurikulum secara mikro terdiri dari lima bab pembahasan, yakni: (1) program pembelajaran; (2) rencana pembelajaran; (3) penyusunan alat evaluasi; (4) pemilihan media, bahan dan sumber belajar; serta (5) pemilihan metode dan perancangan kegiatan pembelajaran. Buku ini masih jauh dari kata sempurna dan kemungkinan pembaca akan menemukan beberapa kekurangan. Oleh karena itu, kami menerima masukan dan saran dari pembaca terkait penyempurnaan buku ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman perkebunan adalah spesies tanaman tahunan yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis dan menjadi komoditi ekspor nonmigas. Saat ini telah dilakukan berbagai upaya dalam meningkatkan produktivitas tanaman tersebut. Namun demikian, pertumbuhan tanaman perkebunan yang potensial sebagai sumber devisa negara tetap mengalami kendala karena adanya serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang berasal dari kelompok hama dan penyakit. Banyak sekali alternatif pengendalian yang telah ditawarkan untuk menjawab permasalahan yang timbul karena adanya gangguan hama dan penyakit. Namun, sayangnya kebanyakan alternatif tersebut hanya mengandalkan pengendalian berbasis penggunaan bahan kimiawi untuk menekan keberadaan OPT. Buku ajar “Teknik Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Perkebunan” membahas tentang spesies tanaman perkebunan unggulan yang dibudidayakan di Indonesia dan pengendalian serangga hama dan penyakit yang menyerang komoditi tersebut. Teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman perkebunan yang ditawarkan di dalam buku ini bersifat ramah lingkungan yang mudah diaplikasikan sehingga mahasiswa, masyarakat pemerhati masalah pertanian, dan petani dapat mengaplikasikannya dengan mudah di lapangan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Percepatan perubahan dalam masyarakat melaju dalam semua lini kehidupan manusia. Era 2020 seluruh masyarakat dunia diguncang dengan pandemi corona yang cukup lama dan dialami hampir seluruh masyarakat dunia. Pandemi corona yang berbasis pada dimensi kesehatan telah menjadi penyebab bagi perubahan ekonomi, pendidikan, sosial, teknologi. Hal ini menujukkan bahwa ada keterkaitan antar dimensi dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan perubahan, termasuk didalamnya perubahan sosial. Kajian perubahan sosial menjadi pokok bahasan yang penting dalam sosiologi, seiring dinamika menjadi karakter yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Dinamika perubahan akan terus bergerak seiring dengan pendidikan, politik, ekonomi, teknologi dan agama yang menjadi faktor penggerak perubahan masih menjadi akar kebutuhan manusia. Pada perkembangannya komponen-komponen perubahan ini menjadi penggerak sekaligus menyumbang persoalan-persoalan pelik dalam masyarakat yang memunculkan konflik, masalah sosial hingga peperangan. Untuk itu kajian perubahan sosial menjadi penting untuk ditelisik dengan menkaji dalam perspektif teori-teori sosiologi yang sangat beragam.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Bahan Ajar Bahasa Indonesia khususnya untuk mata kuliah umum (MKU) di kalangan mahasiswa. Selawat beriring salam penulis sampaikan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi juga merupakan mata kuliah umum bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menulis serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, karena penguasaan bahasa Indonesia dapat dijadikan ukuran nasionalisme seseorang sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, mata kuliah ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengorganisir ide-ide atau konsep-konsep untuk dikomunikasikan kepada pihak lain sehingga terjalin interaksi antar ide yang berkesinambungan. Penulis menyadari akan ketidak sempurnaan bahan ajar ini secara komplek dan utuh, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun kesempurnaan bahan ajar ini kedepannya.