Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: SEM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerimaan Teknologi Dalam SIMRS Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan dengan mengelola informasi secara terintegrasi dan efisien. Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan telah menerapkan SIMRS untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan akurasi pengelolaan data obat. Namun, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada sejauh mana sistem tersebut diterima dan digunakan oleh para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan SIMRS di Instalasi Farmasi RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Model ini mencakup lima konstruk utama, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model TAM memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan SIMRS. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor utama yang memengaruhi sikap dan niat pengguna dalam menggunakan sistem. Secara keseluruhan, tingkat penerimaan SIMRS di instalasi farmasi tergolong tinggi, dan sistem ini dinilai mendukung efisiensi pelayanan kefarmasian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi kearifan lokal khas borneo: Biosintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Leenh)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk) Lennah) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik, alkaloid, flavonid, tanin. dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta SPF 50 termasuk katagori very higt protection. Daun kokang secara empiris digunakan sebagai bedak dingin, merawat jerawat, bekas luka cacar, dan memudarkan noda hitam pada wajah. Selain kemampuanya dalam meredam radikal bebas, senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak berperan sebagai bioreduktor untuk pembuatan naopartikel yang akan mereduksi ion Ag+ menjadi Ag0 . Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kokang sebagai agen pereduksi dalam biosintesis AgNP dan mengetahui stabilitas AgNP yang dihasilkan dari daun kokang. Metode penelitian ini mulai dari pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan larutan induk AgNO3 5mM dalam 100 ml, larutan induk ekstrak 5% dalam 10 ml, selanjutnya dilakukan optimasi pH dengan variasi 8, 9, dan 10 lalu mendapatkan ph terbaik, dimana optimasi pH tersebut yang nantinya akan digunakan pada proses optimasi AgNO3 dengan variasi 1mM, 2mM, dan 4mM setelah mendapatkan optimasi Ag terbaik, tahap berikutnya dilakukan optimasi ekstrak degan variasi 0,5%, 1% dan 2% yang hasilnya akan dilihat berdasarkan puncak SPR 400-500 nm yang menandakan terbentuknya AgNP. Setelah mendapatkan optimasi dan konsentrasi yang bagus sampel di sentri fugasi lalu dikeringkan di cawan petri, lalu di karakterisasi dengan alat Scanning Elktron Microscopy (SEM). Hasil dari penelitian bahwa AgNP ekstrak etanol daun kokang mampu mereduksi pada pH 8 dengan suhu 60oc, dimana variasi konsentrasi yang optimal pada AgNO3 yaitu pada konsentrasi 2mM dan 4mM, selanjutya dari optimasi ekstrak yang tebaik pada konsentrasi 0,5% karena intensi absorbansi pada panjang gelombang yang membentuk AgNP pada puncak SPR 400-500. Berdasarkan hasil dari karakterisasi SEM, morfologi dari kosentrasi 2mM dengan permukaan yang tidak begitu halus dan ukuran tidak begitu seragam, namun pada konsentrasi 4mM permukaan halus dan partikel yang tidak seragam. Dengan ukuran partikel yang berada pada kisaran 50-80 nm yang ditentukan dengan hasil SPR menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Semangka Kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif. Stres oksidatif dapat memicu kerusakan sel, jaringan, hingga gangguan paru-paru, yang kemudian akan menyebabkan penyakit degeneratif. Salah satu cara untuk mengurangi stres oksidatif adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh melalui terapi antioksidan, dimana antioksidan dapat ditemukan pada salah satu bahan alam yaitu biji semangka karena memiliki senyawa fenol dan flavonoid. Fenol dan flavonoid adalah salah satu senyawa antioksidan karena dapat mendonorkan atom hidrogen pada senyawa radikal sehingga senyawa radikal dapat bersifat stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning. Proses penelitian ini dimulai dari pengumpulan sampel semangka kuning dengan kriteria tertentu, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta penetuan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH (1,1-definil-2piklhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak metanol biji semangka kuning memiliki nilai IC50 rata-rata sebesar 409,2876 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun sembung (Blumea balsamifera L) merupakan tanaman berkhasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti kamper, tanin, saponin, damar, dan ksantoksilin serta flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetatat dan fraksi air, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sembung, variabel terikat adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk di sekitar kertas cakram dan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) dari ekstrak, variabel kontrol yaitu perlakuan bakteri propionibacterium acnes mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Sampel kemudian diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri, KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail