UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSAN KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan adalah kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage). Simplisia kulit buah tampoi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(ethylbenzothiazoline- 6-sulfonic acid)). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia kulit buah tampoi diekstraksi menggunaka metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi negatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid saponin, dan tanin, namun positif mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 744 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa vitamin C memiliki rata-rata IC50 sebesar 1,03761 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki nilai rata-rata IC50 sebesar 248,280 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah menggunakan metode ABTS. Rendahnya aktivitas antioksidan diduga dipengaruhi oleh sifat pelarut n-heksan yang cenderung mengekstraksi senyawa nonpolar.