Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Baccaurea pyriformis Gage
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK KULIT TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan endemik di berbagai daerah masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian terkait pencarian antioksidan baru dari sumber alami, terutama dari bagian tanaman yang belum termanfaatkan, menjadi sangat relevan. Perhatian terhadap sumber antioksidan alami meningkat seiring kebutuhan untuk melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif. Kulit buah tampoi (Baccaurea Pyriformis Gage), yang merupakan limbah pertanian, berpotensi tinggi mengandung senyawa bioaktif, khususnya kelompok flavonoid, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan signifikan. Penelitian non-eksperimental ini bertujuan menetapkan kadar flavonoid total dalam ekstrak kulit tampoi secara kuantitatif. Sampel kulit tampoi matang dari Kalimantan Tengah, Palangkaraya diolah menjadi simplisia, dilanjutkan dengan ekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kuantifikasi kadar flavonoid total dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis yang melibatkan pereaksi AlCl₃ dan menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasil pengukuran menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 440 nm dengan persamaan regresi linear y = 0,0079x - 0,0063 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit buah tampoi adalah sebesar 3,8409% dengan nilai Standar Deviasi (SD) sebesar 0,091. Kadar ini tergolong lebih tinggi dibandingkan kadar flavonoid pada bagian biji buah tampoi yang dilaporkan pada penelitian terdahulu. Hal ini menunjukkan bahwa kulit buah tampoi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dari bahan alam.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSAN KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi dikembangkan adalah kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage). Simplisia kulit buah tampoi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) menggunakan metode ABTS (2,2’-azino-bis-(ethylbenzothiazoline- 6-sulfonic acid)). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia kulit buah tampoi diekstraksi menggunaka metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi negatif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid saponin, dan tanin, namun positif mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 744 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa vitamin C memiliki rata-rata IC50 sebesar 1,03761 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki nilai rata-rata IC50 sebesar 248,280 ppm dan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah menggunakan metode ABTS. Rendahnya aktivitas antioksidan diduga dipengaruhi oleh sifat pelarut n-heksan yang cenderung mengekstraksi senyawa nonpolar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea Pyriformis Gage) TERHADAP Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa MENGGUNAKAN METODE SUMURAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Resistensi antibiotik menjadi permasalahan kesehatan yang mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dipilih dalam penelitian ini karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri serta belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat kulit buah tampoi terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan n-heksana dan etil asetat, penentuan rendemen, kadar air, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 20% dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Cutibacterium acnes, rata-rata zona hambat berturut-turut sebesar 0,78 mm; 4,53 mm; dan 9,06 mm, sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa sebesar 2,13 mm; 4,91 mm; dan 7,01 mm. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Hasil analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, meskipun aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif ciprofloxacin.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail