BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Stamina tubuh manusia, mengalami penurunan setelah usia menginjak di atas 45 tahun. Pada kondisi tersebut, metabolisme dalam tubuh kita mulai terganggu. Akibatnya, mulai timbul berbagai penyakit degeneratif. Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa untuk mengurangi pengaruh dari penyakit tersebut, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi herbal secara rutin. Salah satu jenis minuman herbal adalah rosela merah. Radikal bebas berupa racun di dalam tubuh perlu dikeluarkan dengan meminum rosela merah herbal setiap hari. Khalayak ramai sering menyebut rosela merah herbal sebagai antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa rosela herbal memiliki kandungan vitamin C dan flavonoid yang cukup besar sehingga dapat meningkatkan kebugaran tubuh apabila dikonsumsi secara rutin. Penulisan buku ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi tentang khasiat kelopak bunga rosela herbal sebagai suplemen kebugaran tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan, serta potensi pengembangannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biji kopi mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenat dan senyawa-senyawa nutrisi. proses penyangraian merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil rendemen, penetapan kadar air, Skirining Fitokimia biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan pengaruh penyangraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membandingkan literatur tentang rendemen, perhitungan kadar air, dan skrining fitokimia biji kopi robusta. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dan literatur, dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen tertinggi biji kopi robusta yang tidak disangrai yaitu 35%, lalu hasil penetapan kadar air tertinggi pada biji kopi yang disangrai yaitu 4,28% dan hasil skirining fitokimia biji kopi yang tidak disangrai menghasilkan senyawa terbanyak yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, terpenoid, minyak atsiri, saponin
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Biji kopi mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenat dan senyawa-senyawa nutrisi. proses penyangraian merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil rendemen, penetapan kadar air, Skirining Fitokimia biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan pengaruh penyangraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membandingkan literatur tentang rendemen, perhitungan kadar air, dan skrining fitokimia biji kopi robusta. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dan literatur, dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen tertinggi biji kopi robusta yang tidak disangrai yaitu 35%, lalu hasil penetapan kadar air tertinggi pada biji kopi yang disangrai yaitu 4,28% dan hasil skirining fitokimia biji kopi yang tidak disangrai menghasilkan senyawa terbanyak yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, terpenoid, minyak atsiri, saponin