Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Baccaurea lanceolata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu Limpasu (Baccaurea Lanceolata) Menggunakan Spektrofotometri UV-vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LIMPASU (Baccaurea lanceolata) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Noorhayati Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Terhadap Larva Udang Artemia salina LeachDengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pembimbing : 1. apt. Supomo, S.Si.,M. Si. 2. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus di uji untuk memastikan keamanannya dapat terjamin dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol (negatif), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254.9693 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol daun dan buah limpasu (baccaurea lanceolata)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail