ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama :Sa’diah Muliawati Program studi :Sarjana Farmasi Judul skripsi :Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Pembimbing : 1. apt. Supomo, M.Si. 2. apt. Fitri Handayani, M.Si. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang telah diketahui dapat memberikan efek farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurrea lanceolata) berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan sampel, determinasi, pembuatan simplisia menggunakan metode pengeringan sinar matahari dan oven, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, dan penetapan kadar flavonoid. Ekstrak etanol kulit buah limpasu menggunakan perbandingan kuersetin konsetrasi 100 ppm dengan seri konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Nilai absorbansi diukur dengan Spektrofotometri UV- Vis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung untuk menilai absorbansi dari masing-masing konsentrasi untuk diolah data dalam bentuk tabel, grafik dan narasi. Hasil penelitian pada P. oven ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,1075± 0,0746 dan P. matahari ekstrak etanol kulit buah limpasu memiliki kadar flavonoid sebanyak 1,4438± 0,0274. pengeringan matahari memberikan hasil kadar flavonoid yang lebih tinggi di bandingkan pengeringan oven.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama : Noorhayati Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Terhadap Larva Udang Artemia salina LeachDengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pembimbing : 1. apt. Supomo, S.Si.,M. Si. 2. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus di uji untuk memastikan keamanannya dapat terjamin dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol (negatif), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254.9693 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.