Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Uji toksisitas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) TERHADAP LARVA UDANG Artemia Salina Leach DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petai belalang (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) secara tradisional digunakan sebagai tumbuhan obat untuk detoksifikasi, mendinginkan, mengurangi edema, dan mengobati diare. Tumbuhan petai belalang juga dipercaya dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas, faringolaringitis, tonsilitis, dan gastroenteritis. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga untuk menjamin keamanannya harus dilakukan uji toksisitas ekstrak daun petai belalang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol daun petai belalang terhadap larva udang Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 sebagai konsentrasi kontrol (negatif), 100, 150, 200, dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang yang berumur 24 jam. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol daun petai belalang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid, dan pada Perhitungan rendemen diperoleh hasil sebesar 18,16 %. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 251,2465 µg/mL, sehingga ekstrak etanol daun petai belalang termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artmia salina Leach.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LIMPASU (Baccaurea lanceolata) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Noorhayati Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Terhadap Larva Udang Artemia salina LeachDengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pembimbing : 1. apt. Supomo, S.Si.,M. Si. 2. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus di uji untuk memastikan keamanannya dapat terjamin dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol (negatif), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254.9693 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack) DAN DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba L) TERHADAP LARVA Artenia salina Leach

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail