ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terdapat tiga jenis pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) dari famili Simaroubaceae, Pasak bumi merah (Rennellia elliptica) famili Rubiaceae dan pasak bumi hitam (Trivalvaria macrophylla) dari famili Annonacea. Pasak bumi merah dan hitam telah lama dikenal oleh masyarakat dan memiliki nama dagang sebagai pasak bumi karena kedua jenis ini mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol batang pasak bumi. Batang dipilih sebagai objek penelitian karena potensi kandungan senyawa bioaktif yang belum banyak diteliti dibandingkan dengan bagian lain seperti akar dan daun. Senyawa-senyawa ini dapat memiliki efek antioksidan yang kuat, yang penting untuk pencegahan kerusakan sel dan berbagai penyakit degeneratif. Objek penelitian ini adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi kuning, hitam dan merah menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2- picryhidrazyl). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis batang pasak bumi dan variabel terikatnya adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi. Penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu tempat pengambilan sampel dan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl). Analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif, artinya analisis data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan statistik yaitu menguji perbedaan nilai uji antioksidan batang tanaman pasak bumi kuning, merah dan hitam dengan metode DPPH.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buah pare (Momordica charantia L.) adalah salah satu tanaman yang penyebarannya cukup luas di Indonesia dan sangat mudah ditemukan, seagian besar masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini banyak manfaatnya untuk mengobati segala macam penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan dari ekstrak daging buah pare. Kandungan dari ekstrak metanol daging buah pare mengandung flavonoid, saponin, dan terpenoid. Salah satu kandungan didalam daging buah pare yang berfungsi sebagai antioksidan adalah flavonoid Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) dan sebagai pembanding digunakan Vitamin C secara spektrofotometri UV – Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan niai IC50 yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas suatu radikal bebas 50 %. Hasil rendemen ekstrak daging buah pare diperoleh sebanyak 6,08%. Sedangkan hasil dari aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 ekstrak metanol daging buah pare termasuk dalam kategori sangat lemah yaitu sebesar 512,0606 ppm dan Vitamin C sebagai pembanding termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 17,9956 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paparan polusi, radiasi sinar UV dan radikal bebas berlebih merupakan salah satu penyebab penuaan dini yang terjadi saat ini. Penuaan dini dapat dicegah dengan cara memanfaatkan antioksidan dan pelembab baik yang yang diberikan secara oral maupun topikal. Lemak tengkawang dari buah Shorea mecistopteryx merupakan genus dari famili Dipterocarpacea yang menghasilkan minyak nabati bernilai tinggi, seperti asam oleat, palmitat, miristat dan stearat. Asam oleat berfungsi sebagai pelembab, pelembut dan pelindung kulit serta adanya kandungan asam palmitat dan asam ftalat menjadikan lemak tengkawang memiliki sifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formula krim lemak tengkawang yang memenuhi persyaratan fisik krim dan menguji aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dibuat krim dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sifat fisik krim diketahui melalui beberapa evaluasi, yaitu organoleptis, homogenitas, uji tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji freeze-thaw. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5%, 10% dan 15% memenuhi semua persyaratan uji sifat fisik krim. Hasil uji aktivitas peredaman radikal bebas DPPH menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5% memiliki persen RSA 87,1±0,005%, konsentrasi lemak tengkawang 10% memiliki persen RSA 92,3±0.001% dan konsentrasi 15% memiliki persen RSA 95,1±0,001%.