ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Kalimantan sebagai terapi berbagai penyakit infeksi. Kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan kuinon diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi saluran pencernaan adalah Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bawang dayak terhadap bakteri Eschericia coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan metode deskriptif yaitu menggunakan data yang telah dituangkan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang dari data yang didapat agar penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan benar. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bawang dayak memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli tergantung konsentrasi etanol yang digunakan sebagai pelarut. Ekstrak dengan pelarut etanol 70% menunjukkan daya hambat yang lebih rendah, yaitu pada konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 3,32 mm dengan kategori lemah, sedangkan pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat 9,81 mm dengan kategori sedang. Sebaliknya dengan pelarut etanol 96% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Pada konsentrasi 20% diperoleh zona hambat 10,7 mm dan pada konsetrasi 40% sebesar 13,98 mm, yang keduanya termasuk kategori daya hambat kuat. Secara umum penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi cenderung menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap Eschericia coli.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bibir tidak memiliki melanin sebagai pelindung dari sinar UV sehingga memerlukan tabir surya. Salah satu kosmetik bibir yang memiliki aktivitas tabir surya adalah lip gloss. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai tabir surya pada lip gloss adalah bawang tiwai. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang dapat mengurangi melanogenesis dan hiperpigmentasi kulit karena gugus kromofor senyawa tersebut dapat menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitas pembentukan melanin pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dan mutu fisik sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel bebas dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas tabir surya dan hasil uji stabilitas fisik dari sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terkontrol dari penelitian ini adalah tempat pengambilan sampel, metode pembuatan, metode evaluasi serta jenis dari bawang tiwai. Evaluasi sediaan lip gloss meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya oles, serta uji penentuan nilai SPF dari sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai memiliki mutu fisik yang baik dan telah memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya sebar, dan uji viskositas sediaan lip gloss. Nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai tertinggi ada pada formula IV, yaitu 0,6417 dan nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai terendah ada pada formula I, yaitu 0,3381.