Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Bawang Dayak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Metabolit Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui terkait senyawa yang berperan terhadap aktifitas tersebut maka dapat dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bawang dayak. Sedangkan untuk uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Pada penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol umbi bawang dayak, variabel terikat adalah nilai IC50 dan potensi antioksidan serta profil metabolit dari ekstrak etanol umbi bawang dayak Eleutherine bulbosa (Mill.Urb)). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 27,00 ppm yang tergolong sangat kuat dan hasil analisis profiling metabolite adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Gly-Leu, Hydroquinone, 4-(2,3-dihydrobenzo[b]furan-5-yl) pyrimidine-2-thiol, menaquinone (Vitamin K2), niacin (Vitamin B3), 4-[amino(carboxy)methyl]-5-oxoproline, volasertib, dan alangicine. Senyawa-senyawa tersebut menunjukkan potensi aktivitas antioksidan melalui berbagai mekanisme, seperti penghambatan ROS, pengikatan ion logam, pendonoran elektron.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Metabolit Fraksi N-Heksan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui senyawa yang berperan terhadap aktivitas tersebut maka dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi n-heksan menggunakn metode ekstraksi cair-cair, uji aktivitas antioksidan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Pada uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Hal ini diperkuat oleh uji statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukan data berdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi n heksan, yaitu: 0,262 dan 0,341 (p>0,05) selanjutnya, uji independen T-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p0,05). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis yaitu uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 108,975 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profiling metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif menaquinone (Vitamin K2), kafeat asam phenetyl ester (CAPE) dan niacin (Vitamin B3).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi fraksi kloroform umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) sebagai inhibitor sel MCF-7 pada kanker payudara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara adalah penyebab utama kematian pada wanita, dengan sel MCF-7 sebagai model penelitian yang sering digunakan. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antikanker, menawarkan pengobatan alami dengan efek samping lebih rendah dibanding kemoterapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sitotoksisitas fraksi kloroform umbi Bawang Dayak terhadap sel MCF-7. Ekstraksi dan fraksinasi umbi Bawang Dayak dilakukan menggunakan pelarut kloroform. Uji organoleptik dan fitokimia kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam fraksi kloroform. Selanjutnya, analisis kuantitatif dilakukan dengan menguji sitotoksisitas fraksi kloroform dan kontrol positif (doxorubicin), menghitung viabilitas sel, persen inhibisi, dan nilai IC50. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk membandingkan nilai IC50 antara fraksi kloroform dan doxorubicin.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL METABOLIT FRAKSI AIR UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional. Umbi bawang dayak mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin dan senyawa golongan polifenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan serta berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam fraksi air umbi bawang (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dan mengetahui profil metabolit umbi bawang dayak menggunakan LC-HRMS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi air umbi bawang dayak, uji aktivitas antioksidan, dan pengujian profil metabolit menggunakan LC-HRMS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang dayak, sedangkan uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak air-asetonitril yang mengandung asam format menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sampel t-test, sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air Umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 152.8208 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profil metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Hydroquinone, dan Menaquinone. Penelitian ini diperkuat oleh uji analisis statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi air, yaitu 0.262 dan 0.153 karena uji Independent t-tes menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.010 (p0.05).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Kalimantan sebagai terapi berbagai penyakit infeksi. Kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan kuinon diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi saluran pencernaan adalah Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bawang dayak terhadap bakteri Eschericia coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan metode deskriptif yaitu menggunakan data yang telah dituangkan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang dari data yang didapat agar penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan benar. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bawang dayak memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli tergantung konsentrasi etanol yang digunakan sebagai pelarut. Ekstrak dengan pelarut etanol 70% menunjukkan daya hambat yang lebih rendah, yaitu pada konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 3,32 mm dengan kategori lemah, sedangkan pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat 9,81 mm dengan kategori sedang. Sebaliknya dengan pelarut etanol 96% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Pada konsentrasi 20% diperoleh zona hambat 10,7 mm dan pada konsetrasi 40% sebesar 13,98 mm, yang keduanya termasuk kategori daya hambat kuat. Secara umum penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi cenderung menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap Eschericia coli.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR ANTIOKSIDAN FRAKSI n-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN AIR UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine sp.) MENGGUNAKAN METODE ABTS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan berfungsi menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit. Untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang bermutu maka perlu optimasi pembuatan ekstrak salah satunya adalah pelarut karena jenis pelarut akan menentukan jenis zat yang terlarut sesuai polaritasnya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh polaritas pelarut terhadap kadar antioksidan pada fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air ekstrak etanol umbi bawang dayak secara spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar antioksidan dari ekstrak dan fraksi ekstrak etanol umbi bawang dayak. Umbi bawang dayak diekstraksi dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air terhadap ekstrak etanol yang diperoleh setelah itu dilakukan pengujian kadar antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak dan fraksi yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 95% umbi bawang dayak diperoleh nilai IC50 4,7430 ppm, fraksi air nilai IC50 sebesar 4,6168 ppm, fraksi etil asetat sebesar 2,3900 ppm, dan fraksi n-heksan sebesar 13,0344 ppm. Aktivitas antioksidan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi di antara ekstrak dan fraksi yang lain karena nilai IC50 fraksi etil asetat yang paling rendah diantara ekstrak dan fraksi lainnya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR POTENSI TANAMAN BAWANG DAYAK (Eleutherine Sp.) SEBAGAI BAHAN OBAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia, (L.) Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Tanaman ini sudah secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih. Dalam umbi bawang dayak terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ilmiah tentang kandungan kimia, berbagai khasiat serta aktivitas farmakologi tanaman bawang dayak. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan kajian pustaka dari hasil-hasil penelitian dan buku-buku serta sumber pustaka lainnya yang relevan. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif. Data yang diambil dari jurnal yang berhubungan dengan potensi tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai bahan obat, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu potensi bawang dayak sebagai bahan obat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak memiliki potensi sebagai bahan obat berkhasiat karena memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, antioksidan, antikanker, antidiabetes, antikolestrol, dan antihipertensi. Kandungan metabolit sekunder yang berkhasiat untuk aktivitas farmakologi tersebut adalah flavonoid, polifenol, dan terpenoid, serta turunan dari senyawa naftokuinon yaitu, eleuterol, eleuterin, dan isoeleuterin.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail