ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan Ara (Ficus racemosa L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiare, antelmentik, antiinflamasi, antitusif, antibakteri, dan antioksidan. Secara farmakologi, buah ara telah diteliti memiliki aktivitas sebagai sebagai penurun gula darah dalam tubuh, dan penurun lemak darah atau kolesterol. Tumbuhan buah ara mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai aktivitas antioksidan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak buah ara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku - buku, majalah ilmiah serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitin meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder esktrak buah ara. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada ekstrak buah ara. Hasil uji skrining fitokimia yang terdapat dalam ekstrak buah ara memiliki metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Senyawa metabolit yang terkandung pada ekstrak buah ara dengan pelarut toluen (alkaloid, flavonoid, saponoin, steroid,dan tanin), etanol (alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin), etil asetat (alkaloid dan flavonoid). Ekstrak buah ara (Ficus racemosa L.) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat terdapat dalam pelarut toluen dengan nilai IC50 0,75 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Secara empiris bagian tumbuhan Ficus racemosa L. dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti khasiat pada daun digunakan untuk disentri dan diare. Khasiat pada buah digunakan untuk batuk kering, luka bakar, cacingan, kusta, keputihan, kanker dan kudis. Khasiat pada kulit kayu sebagai obat penyakit kulit, pencahar, diabetes, maag, keputihan, gangguan saraf, diare dan penyakit vagina. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daun, buah dan kulit kayu dari tumbuhan Ficus racemosa L. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah karakteristik bagian tumbuhan Ficus racemosa L. Tahapan penelitian dimulai dari reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil karakterisasi spesifik tumbuhan Ficus racemosa L., pada kadar sari larut air rata-rata ekstrak daun 10,89%, ekstrak buah 9%, ekstrak kulit kayu 11,27%, dan kadar sari larut etanol rata-rata ekstrak daun 1,78%, ekstrak buah 7%, ekstrak kulit kayu 8,48%. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak daun (flavonoid, steroid dan terpenoid), pada ekstrak buah (alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid), pada ekstrak kulit kayu (flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid). Hasil karakterisasi non spesifik pada kadar abu total rata-rata ekstrak daun 11,56%, ekstrak buah 3,96%, ekstrak kulit kayu 16,31%. Kadar abu tidak larut asam rata-rata ekstrak daun 3,52%, ekstrak buah 9,29%, ekstrak kulit kayu 1,35%, sedangkan kadar abu larut air ekstrak buah rata-rata 7,45%.