Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kata Kunci: diabetes melitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan penggunaan obat antidiabetes adalah persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit, tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes, serta hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit kategori tinggi sebanyak 66 responden (78%), sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 69 responden (81%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (r = 0,224; p = 0,039). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi penyakit pasien, maka cenderung semakin tinggi pula kepatuhan penggunaan obat antidiabetes. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzyhium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar pada abad ke-21 dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan. Penggunaan obat antidiabetes atau terapi insulin memiliki keterbatasan berupa biaya yang relatif mahal, efek samping yang tidak diinginkan, dan potensi resistensi obat pada penggunaan jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Desa Kopek dengan 18 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil ratarata kadar glukosa darah sebesar 178,22 mg/dL dan setelah intervensi seduhan daun salam selama seminggu menjadi 148,39 mg/dL. Begitu pula pada penelitian yang dilakukan di Desa Paok Motong dengan total 41 responden didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 194,49 mg/dL dan setelah intervensi menjadi 179,27 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di instalasi Rumah Sakit

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan atau kekurangan sekresi insulin. Pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes melitus mencapai 19,47 juta jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil karaktertistik dan pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di instalasi rawat jalan Rumah Sakit. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait pola penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe II. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu profil karakteristik dan pola penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Kabupaten Bogor, Rumah Sakit Provinsi Anwar Medika dan Rumah Sakit NTB. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosa pasien dan data pola penggunaan obat antidiabetes serta obat penyerta lain berdasarkan golongannya. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar penderita diabetes adalah perempuan, dengan usia mayoritas 46 – 65 tahun. Obat yang paling sering digunakan oleh para penderita adalah sulfonilurea (Glimepirid) dan Biguanid (Metformin). Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Profil Karakteristik Pasien, Pola Penggunaan Obat

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan membandingkan karakteristik dan hubungan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan minum obat. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia sehingga gula menumpuk dalam darah sehingga gagal masuk ke dalam sel. Pengetahuan merupakan faktor penting untuk terbentuknya perilaku kesehatan yang baik termasuk dalam kepatuhan minum obat. Objek penelitian yaitu hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mandau Kebupaten Bengkalis dan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Tahapan penelitian meliputi mengumpulkan jurnal, memilah jurnal, mereduksi data penyajian data, menganalisis data dari penelitian di Puskesmas Mandau Kebupaten Bengkalis dan Puskesmas Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Data yang dianalisis berupa data demografi, pengetahuan dan kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil studi literatur menunjukan karakteristik dari usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pekerjaan, usia kurang dari 60 tahun atau sama dengan 60 tahun mendominasi pasien diabetes melitus 2. Jenis kelamin perempuan menunjukan adanya kecendrungan menjadi pengidap penyakit diabetes melitus tipe 2. Tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap kejadian penyakit diabetes melitus. Pengidap diabetes melitus tipe 2 banyak didominasi oleh ibu rumah tangga dan tidak bekerja, cenderung tidak mempunyai penghasilan tetap, sehingga memilih berobat di Puskesmas karena dapat berobat gratis. Hubungan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail