Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Subjek: kepatuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Amoxicillin di Puskesmas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DI PUSKESMAS ABSTRAK Antibiotik adalah obat yang berasal dari seluruh atau bagian tertentu mikroorganisme dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistansi bakteri atau konsumen dapat kebal terhadap bakteri yang menginfeksi. Resistansi antibiotik dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain yaitu peresepan antibiotik yang berlebihan oleh tenaga kesehatan, adanya anggapan di masyarakat bahwa antibiotik merupakan obat dari segala penyakit, dan lalai dalam menghabiskan atau menyelesaikan terapi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo dan Puskesmas X Kabupaten Cirebon. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia,, dan tingkat pendidikan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di puskesmas. Kata kunci : Hubungan, Kepatuhan, Antibiotik, Amoxicillin, Puskesmas.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kepatuhan Peresepan Obat Terhadap Formularium Nasional di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah bergeser dari product-oriented menjadi patient-oriented demi menjamin mutu pelayanan kesehatan, penggunaan obat yang rasional, meminimalkan risiko terapi, dan mengoptimalkan biaya pengobatan. Salah satu instrumen utama untuk mencapai tujuan ini adalah Formularium Nasional (Fornas), yang menjadi pedoman peresepan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menilai kepatuhan peresepan obat terhadap Fornas di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja pada tahun 2024 berdasarkan standar minimal indikator mutu pelayanan kefarmasian nasional yaitu sebesar ≥80%. Penelitian deskriptif observasional retrospektif ini mengevaluasi data e-resep (Januari–Desember 2024). Dari total populasi 111.984 resep, diperoleh sampel minimal 9.180 resep berdasarkan rumus Slovin (margin of error 1%). Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified systematic random sampling agar seluruh depo pelayanan farmasi terwakili. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan kumulatif sebesar 75,07%, sehingga belum mencapai standar mutu nasional. Target berhasil dicapai oleh Depo Instalasi Bedah Sentral (IBS) (100%) dan Depo Instalasi Gawat Darurat (IGD) (82,62%), namun belum optimal di Depo Rawat Inap (72,16%) dan Depo Rawat Jalan (70,40%). Faktor klinis dan sistemis memicu peresepan obat non-Fornas seperti piracetam, Tremenza, L-Bio, dan albumin oral. Komite Farmasi dan Terapi (KFT) direkomendasikan memperketat pengawasan serta mengintegrasikan fitur pengingat otomatis pembatasan non-Fornas pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepatuhan Pasiean Diabetes Mellitus Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Di Rumah Sakit Dirgahayu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik sangat menentukan keberhasilan terapi dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Rumah Sakit Dirgahayu. Metode penelitian menggunakan desain survey analitik crosssectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling berupa purposive sampling terhadap pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel minimal berjumlah 95 responden data dikumpulkan secara prospektif menggunakan kuesioner MMAS-8 yang telah tervalidasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat kepatuhan serta dilakukan uji chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah, dengan persentase kepatuhan tinggi 7,22%, kepatuhan sedang 36,08%, dan kepatuhan rendah sebesar 56,70%. Pekerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan, sedangkan jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG BAQA SAMARINDA SEBERANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan lebih dari 1,28 miliar penderita dewasa di seluruh dunia. Di Kalimantan Timur, prevalensi hipertensi menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada usia >18 tahun sebesar 29,6%, sedangkan di Kota Samarinda pada tahun 2023–2024 mencapai 39,46% pada usia >15 tahun. Kepatuhan minum obat antihipertensi merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat kepatuhan dengan karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi) di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel sebanyak 385 pasien hipertensi dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi diagnosis hipertensi ICD-10:I10;I11, kesediaan menjadi responden, dengan kriteria eksklusi komplikasi jantung atau ginjal disertai edema/asites dan kehamilan. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Pengumpulan data dilakukan melalui data pasien di aplikasi e-Pus dan kuesioner di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang pada periode 25 Maret–25 Mei 2026. Analisis data menggunakan SPSS, meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden terbanyak adalah pasien berjenis kelamin perempuan (74,8%), kelompok usia pralansia 45–59 tahun (47,5%), berpendidikan SD (34,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (56,1%), dan menderita hipertensi ≥5 tahun (53,5%). Tingkat kepatuhan minum obat menunjukkan kategori tinggi sebanyak 178 orang (46,2%), kategori rendah sebanyak 140 orang (36,4%), dan kategori sedang sebanyak 67 orang (17,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, yaitu jenis kelamin (p=0,895), usia (p=0,363), tingkat pendidikan (Fisher-Freeman-Halton, p=0,508), pekerjaan (p=0,629), dan lama menderita hipertensi (p=0,552). Disimpulkan bahwa karakteristik pasien bukan merupakan faktor penentu kepatuhan minum obat antihipertensi pada populasi penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan penggunaan obat antidiabetes adalah persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit, tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes, serta hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit kategori tinggi sebanyak 66 responden (78%), sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 69 responden (81%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (r = 0,224; p = 0,039). Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi penyakit pasien, maka cenderung semakin tinggi pula kepatuhan penggunaan obat antidiabetes. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Segiri..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi, namun masih banyak pasien yang tidak patuh, sehingga tekanan darah tetap tidak terkontrol dan beresiko menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran tingkat kepatuhan dalam menggunakan obat antihipertensi di puskesmas. Metodologi penelitian ini menggunakan studi literatur dengan meninjuau artikel dan jurnal tingkat kepatuhan pasien hipertensi yang di ukur menggunakan kuisioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan rendah pada pasien hipertensi di puskesmas lempake samarinda dengan persentase (41,5%), sedangkan di puskesmas kema minahasa utara kepatuhan rendah dengan persentase (57,7%). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan termasuk usia, pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, pengetahuan pasien, serta jenis kelamin. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan yang padat, dan yang telah lama menderita hipertensi cenderung memiliki kepatuhan yang rendah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas berdasarkan studi literatur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah tiga artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa karakteristik pasien pada ketiga penelitian didominasi oleh kelompok usia 46–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan dasar hingga menengah (SD–SMA), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga, meskipun pada beberapa penelitian juga ditemukan responden yang tidak bekerja dan pensiunan. Berdasarkan analisis terhadap ketiga jurnal, tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menunjukkan variasi, yaitu 37,1% termasuk kategori kepatuhan tinggi, 47,3% kategori kepatuhan sedang, dan 46,88% kategori kepatuhan rendah. Perbedaan tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, lama menjalani terapi, kompleksitas regimen pengobatan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 relatif serupa, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat masih bervariasi sehingga diperlukan edukasi, konseling, dan pemantauan terapi secara berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat serta berisiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur melalui penelusuran Google scholar berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh dua artikel yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji karakteristik sosiodemografi, klinis dan psikososial, serta menggunakan instrumen Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dengan uji chi square pada masing-masing artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan meliputi usia, jenis kelamin dan pekerjaan meskipun tidak konsisten pada setiap penelitian. Faktor klinis yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan yaitu frekuensi minum obat, jenis terapi, dan kadar gulah darah. Faktor ekonomi khususnya penghasilan berhubungan dengan kepatuhan. Faktor psikososial seperti motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, namun kenyataannya masih banyak pasien yang tidak patuh sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, karena keluarga berperan sebagai pengingat, motivator, dan pendamping selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Kecamatan Tenggarong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan prospektif. Sampel penelitian adalah 60 pasien TB paru yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik (95%) dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi (86,67%) dengan hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan (P-value = 0,000), begitu juga hasil analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan memiliki korelasi positif.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini adalah hipertensi. Akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian karena hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya bahkan pada sebagian besar kasus hipertensi tidak memberikan gejala. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi kepada masyarakat. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah berbagai sumber terkait seperti skripsi, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Objek penelitian ini yaitu hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan obat hipertensi yang digunakan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANTARA KEPATUHAN DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya kasus anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi bulanan yang menyebabkan kehilangan zat besi bersamaan dengan darah menstruasi. Faktor lain yang dapat menyebabkan anemia pada remaja yaitu kebiasaan makan yang buruk, kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi, tingkat pengetahuan terkait anemia dan tablet tambah darah yang masih kurang, dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang rendah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Studi literatur ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman’s rho dari data hasil tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan remaja putri didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 dan 0,001 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, dimana pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi seseorang dalam merubah perilaku seperti kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIV (HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS) DALAM PENGOBATAN TERAPI ARV (ANTIRETROVIRAL)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan melemahkan sistem pertahanan tubuh manusia.. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV). Tujuan utama terapi ARV adalah penekanan secara maksimum dan berkelanjutan terhadap jumlah virus, pemulihan atau pemeliharaan fungsi imunologik, perbaikan kualitas hidup, dan pengurangan morbiditas dan mortalitas HIV. Dampak jika tidak patuh meminum obat adalah resistensi obat, harapan hidup penderita menjadi kecil, resiko penularan meningkat dan mengakibatkan HIV menjadi AIDS. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien HIV dalam pengobatan ARV. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini dengan metode pengumpulan, analisa, pembahasan dokumen dokumen terkait, seperti jurnal. Objek penelitian ini yaitu kepatuhan pasien HIV dalam pengobatan terapi ARV di RSUD Karawang, RSUD Banyumas dan RSUD Gunung Jati Cirebon.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK KIMIA FARMA DR SUTOMO SAMARINDA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat hipertensi dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Berdasarkan dari data permasalahan yang ada pasien yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional, menggunakan uji statistik chi-square dengan pendekatan prospektif. Metode pengukuran tingkat kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8. Objek penelitian meliputi pasien hipertensi yang berobat di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Analisis data menggunakan tabel karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi adalah gejala gangguan keseimbangan hemodinamik dalam sistem kardiovaskular. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui data demografi pasien hipertensi serta mengetahui kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan tahapan meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Sumowono, Puskesmas Banyumas (Jawa Tengah) dan Puskesmas Bantul II (Daerah Istimewa Yogyakarta). Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data demografi pasien hipertensi serta tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi. Puskemas Sumowono dengan rentang usia 46-65 tahun 81.8%, jenis kelamin perempuan 90.9%, sebagai petani 45.5%, dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 90.9% dengan tingkat kepatuhan tinggi 40.9%. Puskesmas Banyumas dengan usia 56-65 tahun 37%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66%, status bekerja 51% dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 48% dengan tingkat kepatuhan rendah 40% dengan tingkat kepatuhan sedang. Puskesmas Bantul II dengan usia 19 tahun 83.1%, jenis kelamin perempuan 69.2%, status bekerja 61,5% dan riwayat pendidikan SMA-Magister 60% dengan tingkat kepatuhan tinggi 50.7%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi literatur tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoksisilin di puskesmas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik bisa bersifat bakterisid atau bakteriostatik. Antibiotik banyak di resepkan di puskesmas, namun penggunaanya sering kali tidak tepat, akibatnya terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik. Antibiotik yang sering di konsumsi dan di pasarkan secara bebas adalah amoksisilin. Ketidakpatuhan dalam penggunaan antibiotik dikarenakan kurangnya pengetahuan di masyarakat. Kepatuhan dalam penggunaan antibiotik bertujuan untuk memperkecil resiko terjadinya efek samping dan resistensi. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapat terapi antibiotik yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan amoksisilin di Puskesmas. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik. Hasil studi literatur Tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoksisilin Puskesmas Campurejo sebanyak 24 responden (48%) patuh minum obat antibiotik amoksisilin dan Puskesmas Masbagik sebanyak 89 responden (97,8%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan rumah sakit dengan metode MMAS-8

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi adalah kelainan yang sering terjadi, kronis, dan berkaitan dengan usia, yang sering kali menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal yang melemahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling dengan pendekatan prospektif, yang diukur dengan menggunakan instrumen Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Berdasarkan dari hasil analisis menunjukkan bahwa pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung pada jenis kelamin perempuan. Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi dirumah sakit hasilnya beragam, dengan adanya hasil dari penelitian ini perlu adanya intervensi dari tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi, karena kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien. Kepatuhan minum obat dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap dan dapat mencegah terjadinya komplikasi ke penyakit lain. Seseorang dengan tingkat pengetahuan kurang beresiko 1,503 kali untuk tidak patuh minum obat hipertensi dibanding pasien yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penggunaan obat yang terlalu banyak dapat memberikan dampak negatif terkait kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat karena sebagian pasien merasa takut dengan akan efek samping maupun kejadian yang tidak diinginkan ketika pemakaian obat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus tuberkulosis paru di dunia. TB paru menjadi penyakit menular paling mematikan setelah infeksi covid-19. Insidensi TB Indonesia pada 2021 mencapai 969,000 kasus TB global. Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru sangatlah penting. Adanya dukungan keluarga dapat mendukung pengobatan teratur penderita tuberkulosis. Jika pasien patuh dalam pengobatan TB paru, dapat menyelesaikan seluruh durasi pengobatan yang berlangsung selama 6 hingga 9 bulan tanpa melewatkan dosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal yang berkaitan dengan objek penelitian. Adapun objek pada penelitian ini adalah hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang diperoleh dari Puskesmas Pahandut Palangka Raya, Puskesmas Kedaton Bandar Lampung, dan Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasil studi literatur ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Oleh karena itu akan semakin baik jika keluarga memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang mengalami pengobtan TB paru.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN KANKER PAYUDARA DALAM MENJALANI KEMOTERAPI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara adalah jenis kanker dengan tingkat kematian yang cukup tinggi pada wanita, dan seringkali menjadi keganasan paling umum yang menyerang wanita. Penatalaksanaan pengobatan untuk kanker dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah dan mempelajari data-data pada jurnal, majalah ilmiah, buku-buku, skripsi, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah yang berhubungan dengan masalah yang akan dipecahkan. Objek penelitian ini adalah Hubungan Dukungan Kelurga dengan Kepatuhan Pasien Kanker Payudara dalam menjalani Kemoterapi di wilayah Lampung, Banjarmasin, Gresik dan Jakarta. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Kanker Payudara dalam menjalani Kemoterapi untuk menjawab rumusan masalah. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa pasien yang rentan terpapar kanker payudara adalah pasien yang memiliki usia lebih dari 40 tahun, berjenis kelamin perempuan dan tidak memiliki pekerjaan. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi, dimana semakin besar dukungan keluarga maka tingkat kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi akan semakin meningkat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail