ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat off-label pada pasien pediatri merupakan permasalahan yang umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, akibat terbatasnya data uji klinis pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis obat yang digunakan secara off-label dalam praktik klinis pada pasien pediatri serta mengetahui alasan penggunaan kategori off-label tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang mengacu pada dua jurnal ilmiah, yaitu penelitian Dera dan Suri (2022) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung dan Garcia-Lopez dkk (2020) di Madrid, Spanyol. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dalam tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jurnal pertama ditemukan penggunaan obat off-label sebesar 19,6%, dengan kategori terbanyak berdasarkan usia (16,29%), dan golongan obat kardiovaskular mendominasi (54,54%), terutama captopril dan lisinopril. Pada jurnal kedua, lebih dari separuh resep (52,5%) bersifat off-label dengan kategori terbanyak berdasarkan indikasi (36,1%), dan golongan obat sistem saraf pusat mendominasi (50,2%), terutama morfin oral dan levetiracetam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan infeksi virus cacar monyet (Monkeypox) dengan pemberian tecovirimat, berdasarkan dua artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan terhadap data gejala klinis, lokasi dan jumlah lesi, riwayat vaksinasi, status HIV dan hepatitis, serta waktu terapi dan pemulihan. Dari 44 pasien yang dianalisis, gejala paling umum adalah demam (81,81%), sakit kepala (34,09%), dan myalgia (15,90%). Lesi dominan muncul di area kulit (trunk, lengan, kaki) dan mukosa (genital dan perianal). Mayoritas pasien belum pernah divaksinasi cacar kecil, dan 36,36% memiliki status HIV positif. Rata-rata pemberian tecovirimat dimulai 9,5 hari setelah gejala muncul, dengan durasi terapi 14 hari dan waktu pemulihan rata-rata 14,5 hari. Tecovirimat umumnya diterima dengan baik oleh tubuh pasien dengan efek samping minimal. Temuan ini menunjukkan bahwa tecovirimat merupakan terapi yang aman dan efektif untuk monkeypox, terutama bila diberikan sesuai pedoman dan dengan memperhatikan status imun pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahan pada resep dan dapat merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. , skrining resep merupakan suatu pemeriksaaan resep yang pertama kali dilakukan oleh petugas apotek setelah resep diterima di apotek.Skrining resep meliputi skrining admninstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuian klinis. Skrining administrastif adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari nama pasien, umur, jenis kelamin, tanggal penulisan resep, nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat pasien, nomor telepon pasien, dan paraf dokter. Skrining farmasetik adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri daribentuk dan kekuatan sediaan, aturan dan cara penggunaan obat, nama obat, jumlah obat, stabilitas, dan kompatibilitas (ketercampuran obat). Skrining Klinis adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari ketepatan indikasi, dosis obat, duplikasi dan interaksi obat.Skrining resep bertujuan untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kelengkapan Resep di Apotek Sahabat Samarinda sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan melakukan analisis hanya pada taraf deskripsi atau hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan pada data. Teknik pengambilan data adalah dengan metode purposive sampling dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang digunakan adalah resep di Apotek Sahabat Samarinda pada bulan Maret 2023. Pengambilan data bersifat retrospektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Resep adalah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada pasien. Penulisan resep harus ditulis degan jelas, lengkap dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang ditulis tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan, penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan. Kelengkapan resep meliputi administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda pada tahun 2022 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Metode penelitian yaitu secara observasional yang bersifat dekskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Objek dalam penelitian ini adalah kelengkapan dan kejelasan resep pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahrani tahun 2022. Sampel yang digunakan adalah resep pasien poli rawat jalan yang masuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahrani pada tahun 2022 dengan teknik sampling yaitu simpel random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dalam besaran persentase sehingga menghasilkan angka persentase kelengkapan dan kejelasan resep pada kajian administratif, farmasetik dan klinis.