ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahan pada resep dan dapat merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. , skrining resep merupakan suatu pemeriksaaan resep yang pertama kali dilakukan oleh petugas apotek setelah resep diterima di apotek.Skrining resep meliputi skrining admninstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuian klinis. Skrining administrastif adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari nama pasien, umur, jenis kelamin, tanggal penulisan resep, nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat pasien, nomor telepon pasien, dan paraf dokter. Skrining farmasetik adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri daribentuk dan kekuatan sediaan, aturan dan cara penggunaan obat, nama obat, jumlah obat, stabilitas, dan kompatibilitas (ketercampuran obat). Skrining Klinis adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari ketepatan indikasi, dosis obat, duplikasi dan interaksi obat.Skrining resep bertujuan untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kelengkapan Resep di Apotek Sahabat Samarinda sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan melakukan analisis hanya pada taraf deskripsi atau hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan pada data. Teknik pengambilan data adalah dengan metode purposive sampling dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang digunakan adalah resep di Apotek Sahabat Samarinda pada bulan Maret 2023. Pengambilan data bersifat retrospektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Resep adalah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada pasien. Penulisan resep harus ditulis degan jelas, lengkap dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang ditulis tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan, penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan. Kelengkapan resep meliputi administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda pada tahun 2022 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Metode penelitian yaitu secara observasional yang bersifat dekskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Objek dalam penelitian ini adalah kelengkapan dan kejelasan resep pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahrani tahun 2022. Sampel yang digunakan adalah resep pasien poli rawat jalan yang masuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahrani pada tahun 2022 dengan teknik sampling yaitu simpel random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dalam besaran persentase sehingga menghasilkan angka persentase kelengkapan dan kejelasan resep pada kajian administratif, farmasetik dan klinis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ajar ini berisi tentang sejarah Farmasi, perkembangan Farmakope Indonesia, bentuk sediaan Farmasi, penggolongan sediaan Farmasi, resep, copyresep, dan etiket resep, serbuk,kapsul,larutan,suspensi, emulsi dan sediaangalenika. Penyusunan buku ajar ini merupakan salah satu upaya untuk melengkapi bahan ajar pada mata kuliah Farmasetika. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyelesaian buku ajar ini. Semoga buku ajar inidapat bermanfaat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun untuk memberikan pemahaman tentang resep dokter dan bahasa Latin yang digunakan dalam peresepan serta berbagai bentuk sediaan farmasi secara konseptual. Dengan pemaparan materi perkuliahan dalam buku ajar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar evaluasi resep dokter, evaluasi dosis obat, pengenalan berbagai bentuk sediaan farmasi, serta pembuatan sediaan farmasi. Materi perkuliahan dalam buku ini meliputi: Ketentuan umum dalam farmakope Indonesia, resep, dosis, pulpis dan pulveres, kapsul, pil, tablet, salep, suppositoria, larutan, emulsi, suspensi, dan sediaan galenik. Buku ini penting untuk dibaca oleh mahasiswa farmasi, para praktisi, dan apoteker.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Farmasi sebagai profesi di Indonesia sebenarnya relatif masih muda dan baru dapat berkembang secara berarti setelah masa kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, baik pada masa pemerintahan Hindia Belanda maupun masa pendudukan Jepang, kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya sangat lambat, dan profesi ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Sampai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia pada umumnya masih terdiri dari asisten apoteker dengan jumlah yang sangat sedikit. Tenaga apoteker pada masa penjajahan umumnya berasal dari Denmark, Austria, Jerman dan Belanda. Namun, semasa perang kemerdekaan, kefarmasian di Indonesia mencatat sejarah yang sangat berarti, yakni dengan didirikannya Perguruan Tinggi Farmasi di Klaten pada tahun 1946 dan di Bandung tahun 1947. Lembaga Pendidikan Tinggi Farmasi yang didirikan pada masa perang kemerdekaan ini mempunyai andil yang besar bagi perkembangan sejarah kefarmasian pada masa-masa selanjutnya. Dewasa ini kefamasian di Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam dimensi yang cukup luas dan mantap.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini tentang sejarah kefarmasian, perkembangan farmasi di Indonesia, mengupas tentang Farmakope Indonesia, obat dan sediaan serta sumber obat, penggolongan, dan registrasi obat. Selain itu, memuat bahasa latin, sinonim dan ilmu resep secara umum seperti pengertian, komponen, perhitungan dosis, salinan resep dan penyimpanannya. Menyajikan langkah-langka disertai dengan gambar tentang teknik meracik obat dan cara menggunakan alat peracik obat, pulvis dan pulveres, derajat halus serbuk, pengayak dan sediaan kapsul serta ditambahkan teknik penyusunan laporan praktikum farmasetika dasar. Penyusunan buku ini dengan harapan memberikan kemudahan bagi siswa dan mahasiswa farmasi dalam memahami teknik pembuatan sediaan obat dalam bentuk terapan, buku ini juga disertai contoh soal yang dapat digunakan untuk mereview pemahaman dalam setiap deskripsi bab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengkajian resep merupakan tindakan yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penulisan resep dengan aspek kelengkapan resep secara administratif dan farmasetis di Apotek. Jenis penelitian adalah studi literatur secara deskriptif. Objek penelitian adalah kelengkapan penulisan resep meliputi administratif dan farmasetik di Apotek. Data diperoleh dengan cara mengamati data atau jurnal yang telah terkumpul dan dilakukan perbandingan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari literatur yang telah dikumpulkan. Berdasarkan literatur yang dikumpulkan masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan resep di Apotek. Pada aspek administratif berat badan pasien merupakan poin terbesar yang tidak sesuai. Pada aspek farmasetis bentuk sediaan merupakan poin terbesar yang tidak sesuai.