ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan perbekalan farmasi harus menjamin mutu, kualitas dan keamanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang penyimpanan di beberapa gudang perbekalan farmasi rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, jurnal-jurnal serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah beberapa gudang perbekalan farmasi Rumah Sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit berdasarkan data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi literatur mengenai pengelolaan penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Sementara itu, di Gudang Perbekalan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Lapangan Sawang Sitaro, tingkat kepatuhannya hanya mencapai 68%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan farmasi yang baik dapat dilihat dari kepuasan pasien. Hal utama yang perlu diperhatikan dari instalasi farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi. Kepuasan pasien dalam kaitannya dengan pelayanan kefarmasian dapat diukur berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelayanan farmasi rawat jalan di rumah sakit. Dari data perbandingan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit diharapkan sebagai informasi, edukasi serta menambah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan farmasi rawat jalan. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu penggunaan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Kabupaten Blora dan Rumah Sakit Sumedang Kabupaten Sumedang. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa persentase data karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta data persentase skor rata-rata pelayanan kefarmasian berdasarkan dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekosongan obat, obat kadaluarsa, stok obat mati, dana yang kurang serta perbedaan data obat dengan kartu stok, adalah serangkaian masalah yang sering terjadi, sehingga pengelolaan obat yang baik harus benar-benar diterapkan untuk menjamin ketersediaan perbekalan farmasi di Instalasi farmasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran evaluasi pengelolaan obat di Instalasi farmasi beberapa Rumah Sakit Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa evaluasi pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal dan majalah farmasi serta melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil dari penelitian studi literatur dari parameter yang diteliti secara berurutan menunjukkan Ketersediaan dana, 95,53%, 100%, 54,66%. Penyimpangan perencanaan, 8,75%, 9,15%, 10,98%. Kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, 100%, 93,22%, 73%. Obat kadaluarsa, 0,32%, 0,33%, 2,8%. Stok obat mati, 8,57%, 7,96%, 4%. Waktu kekosongan obat, 2,1%, 2,19%, 2,87%. Obat yang dilayani, 98,97%, 97,95%, 99,02%. Kesimpulan dari evaluasi pengelolaan obat dibeberapa Instalasi Farmasi Rumah Sakit menunjukkan masih banyak parameter yang harus ditingkatkan dalam pengelolaan obat di Rumah Sakit yaitu pada parameter penyimpangan perencanaan, kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, obat kadaluarsa, stok obat mati dan waktu kekosongan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah serta dokumen yang terkait. Tahapan penelitian meliputi penyuntingan data, penyajian data, dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil studi literatur terkait penelitian tentang gambaran penyimpanan obat di Gudang Instalasi farmasi rumah sakit dapat disimpulkan bahwa rumah sakit telah menerapkan sebagian besar standar pengelolaan penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Hanya saja masih perlu melakukan beberapa peningkatan di sarana dan prasarana seperti menambah luasan gudang penyimpanan, pengadaan rak kadaluarsa, alat pemindah dan perlu memperhatikan kestabilan suhu di dalam gudang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah Sakit adalah instituisi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan konsumen merupakan tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan. Kepuasan konsumen (pasien) dapat dikatakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit atau Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Kefarmasin di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah (KTI). Objek penelitian pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian studi Literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru dengan persentase 84,48% dengan kriteria sangat puas. dari 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi juga ada pada Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin pada dimensi tangible dengan persentase 90,58% dengan kriteria sangat puas.hasil rata-rata tingkat kepuasan terendah terdapat Pada Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin pada dimensi responsiveness dengan persentase 57% dengan kriteria tidak puas.