ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan tingkat pertama di wilayah tertentu. Puskesmas perlu memperhatikan pengelolaan farmasi dengan seksama karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Penyimpanan obat merupakan salah satu tahapan krusial yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mutu obat selama masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyimpanan obat di Puskesmas dengan mengkaji kesesuaian praktik di lapangan terhadap ketentuan dalam Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan pedoman teknis lainnya yang relevan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasi dengan menyajikan data primer dan sekunder untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas penyimpanan obat, wawancara terstruktur dengan petugas farmasi atau penanggung jawab obat. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh item obat yang ada di Instalasi Farmasi dan teknik sampling yang di gunakan yaitu total dari sampel tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pedoman Permenkes dan standar penyimpanan obat, serta analisis deskriptif dengan menyusun frekuensi dan distribusi data yang diperoleh dari observasi dan kuesioner. Data kemudian disajikan dalam bentuk naratif dan tabulasi untuk memudahkan interpretasi terhadap sejauh mana tingkat kesesuaian praktik penyimpanan obat di Puskesmas dengan standar yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan pengelolaan penyimpanan obat di apotek dan gudang farmasi di Puskesmas Bontang Lestar dengan aspek umum 70% dengan predikat baik dan aspek khusus 83,33 % dengan predikat sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem pengelolaan obat di Puskesmas serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan program peningkatan kapasitas sumber daya farmasi di tingkat layanan primer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah Sakit merupakan suatu unit pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu bagian di Rumah Sakit yang bertanggung jawab atas proses pengelolaan obat adalah Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil pengelolaan obat dan kesesuaian pengelolaan obat di Instalasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Sumber data yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dan hasil observasi langsung serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Maret 2021. Obyek penelitian adalah sistem pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Satudi literatur ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengelolaan obat pada tahap pengadaan di instalasi farmasi rumah sakit. Pengelolaan merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang penting, karena mempunayai tujuan untuk menjamin ketersediaan obat yang dibutuhkan dapat tersedia setiap saat. pengadaan obat yang baik di rumah sakit dapat mendukung pelayanan yang baik dan maksimal di suatu rumah sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari serta menelah jurnal-jurnal ilmiah yang berhubungan dengan analisis pengelolaan obat pada tahap pengadaan di instalasi farmasi rumah sakit. Tahap penelitian ini meliputi mengumpulkan jurnal ilmiah, mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Hasil Dari data yang didapat berdasarkan indikator pengelolaan obat pada tahap pengandaan masing-masing rumah sakit bisa di simpulkan ada beberapa indikator rumah sakit yang belum memenuhi standar, dan jika diukur dari hasil data persentase yang didapat dari indikator pengelolaan pada tahap pengadaan dari masing-masing rumah sakit, rumah sakit umum daerah Gambiran kota Kediri lebih baik di lihat dari nilai persentase indikator pengadaan dari rumah sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan obat di beberapa gudang farmasi puskesmas. Penelitian ini merupakan studi literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah sistem pengelolaan obat di gudang farmasi Puskesmas Maukaro di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Puskesmas Rambah samo di Provinsi Riau sdan Puskesmas Bakunese di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berdasarkan jurnal ilmiah tentang pengelolaan obat di gudang farmasi puskesmas. data yang dipakai pada penelitian ini adalah data skunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pengelolaan obat di Puskesmas maukaro, Puskesmas Rambah Samo dan Puskesmas Bakunese termasuk dalam kategori baik dengan persentase 85,84%, 87,77% dan 88,55%
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekosongan obat, obat kadaluarsa, stok obat mati, dana yang kurang serta perbedaan data obat dengan kartu stok, adalah serangkaian masalah yang sering terjadi, sehingga pengelolaan obat yang baik harus benar-benar diterapkan untuk menjamin ketersediaan perbekalan farmasi di Instalasi farmasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran evaluasi pengelolaan obat di Instalasi farmasi beberapa Rumah Sakit Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa evaluasi pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal dan majalah farmasi serta melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil dari penelitian studi literatur dari parameter yang diteliti secara berurutan menunjukkan Ketersediaan dana, 95,53%, 100%, 54,66%. Penyimpangan perencanaan, 8,75%, 9,15%, 10,98%. Kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, 100%, 93,22%, 73%. Obat kadaluarsa, 0,32%, 0,33%, 2,8%. Stok obat mati, 8,57%, 7,96%, 4%. Waktu kekosongan obat, 2,1%, 2,19%, 2,87%. Obat yang dilayani, 98,97%, 97,95%, 99,02%. Kesimpulan dari evaluasi pengelolaan obat dibeberapa Instalasi Farmasi Rumah Sakit menunjukkan masih banyak parameter yang harus ditingkatkan dalam pengelolaan obat di Rumah Sakit yaitu pada parameter penyimpangan perencanaan, kecocokan laporan persediaan obat dengan kartu stok, obat kadaluarsa, stok obat mati dan waktu kekosongan obat.