Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Solanum mammosum L.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung utama terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV), sehingga penggunaan tabir surya berbahan alami menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai tabir surya adalah buah terong susu (Solanum mammosum L.) yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenol yang berpotensi melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Pelarut yang umum digunakan untuk mengekstraksi bahan aktif adalah etanol, dimana konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap jenis senyawa metabolit sekunder yang diperoleh dan aktivitas farmakologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak etanol buah terong susu dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan etanol 95% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol 70% dan etanol 95% dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dengan interval 5 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa buah terong susu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan steroid/triterpenoid. Hasil pada serbuk simplisia buah terong susu diperoleh nilai susut pengeringan 5,50% dan hasil rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76% serta etanol 95% sebesar 13,66% dengan nilai kadar air pada ekstrak etanol 70% sebesar 19,86% dan ekstrak etanol 95% sebesar 13,05%. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF, ekstrak etanol 70% memiliki rentang nilai SPF sebesar 9,70– 10,82 yang termasuk (kategori rendah), sedangkan ekstrak etanol 95% memiliki rentang nilai SPF yang lebih tinggi yaitu sebesar 21,71–34,43 yang termasuk (kategori sedang-tinggi). Hasil analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, kemudian digunakan uji Welch T-Test dengan hasil nilai p- value (0,0132) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Terong susu (Solanum mammosum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi mencegah kerusakan oksidatif dalam sistem biologis, sehingga berperan dalam mengurangi risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan kanker. Secara tradisional, tanaman ini digunakan dalam pengobatan infeksi jamur, batuk, asma, serta kanker payudara melalui perebusan buahnya. Variasi konsentrasi pelarut akan memengaruhi kualitas ekstrak yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah terong susu dengan variasi konsentrasi etanol 70% dan 95% serta vitamin C sebagai pembanding menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penelitian bersifat eksperimental dengan tahapan meliputi determinasi tanaman, pengambilan sampel, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, ekstraksi maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan microplate reader. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76% dan etanol 95% sebesar 13,66%. Kadar air ekstrak etanol 70% sebesar 19,86 ± 0,12% dan etanol 95% sebesar 13,05 ± 0,65%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan triterpenoid. Nilai IC₅₀ ekstrak etanol 70% sebesar 242,04 ± 59,85 ppm (kategori sedang), sedangkan etanol 95% sebesar 83,05 ± 9,71 ppm (kategori kuat). Vitamin C sebagai kontrol positif memiliki IC₅₀ 4,84 ± 1,21 ppm (sangat kuat). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p 0,05). Hasil uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% berbeda signifikan dengan ekstrak etanol 95% dan vitamin C, sedangkan ekstrak etanol 95% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan vitamin C.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail