Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Syzygium aromaticum
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT (Acne vulgaris)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Acne vulgaris (jerawat) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dipicu oleh kolonisasi bakteri patogen, utamanya Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik konvensional secara terus-menerus berisiko memicu resistensi bakteri. Minyak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) yang mengandung senyawa aktif utama eugenol (75,27%) berpotensi sebagai agen antibakteri alami alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas dan diameter zona hambat minyak daun cengkeh terhadap pertumbuhan Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran (diameter 6 mm). Minyak daun cengkeh diuji pada seri konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50% v/v menggunakan pengencer DMSO 1%. Klindamisin 1% digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat di sekeliling sumuran setelah diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan minyak daun cengkeh memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji pada seluruh konsentrasi. Rata-rata diameter zona hambat terhadap Cutibacterium acnes berturut-turut sebesar 3,57 mm (lemah), 6,83 mm (sedang), 10,35 mm (kuat), dan 14,15 mm (kuat). Pada Staphylococcus epidermidis, rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 3,33 mm (lemah), 6,27 mm (sedang), 9,97 mm (sedang), dan 12,60 mm (kuat). Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p 0,001). Uji lanjut Post-Hoc menggunakan Games-Howell pada Cutibacterium acnes (karena varians tidak homogen) dan Tukey HSD pada Staphylococcus epidermidis mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok konsentrasi berbeda signifikan secara statistik (p 0,05). Disimpulkan bahwa aktivitas antibakteri minyak daun cengkeh cenderung meningkat seiring peningkatan konsentrasi, dengan Cutibacterium acnes menghasilkan diameter zona hambat yang cenderung lebih besar dibandingkan Staphylococcus epidermidis.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Eschrichia coli dan Shigella dysentriae

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap bakteri Escherichia coli dan. Shigella Dysenteriae. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri.dan diketahui mengandung senyawa seperti flavonoid, polifenol serta golongan saponin dan minyak atsiri. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dilakukan dengan metode analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Escherichia Coli dan Shigella dysentria. Berdasarkan hasil telaah studi literatur, dapat disimpulkan ekstrak etanol daun cengkeh memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Escherichia Coli pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%. merupakan daya hambat dengan kategori kuat.sedangkan terhadap bakteri Shigella dysentria konsentrasi 30%, 45%, 60%, dan konsentrasi 75%, yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail