ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui puka leaves (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) is one of the plants used by the community as a medicinal plant to treat various diseases. Selutui puka leaves contain alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and steroids that have antibacterial activity. Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that causes skin infections, these bacteria cause inflammation and become acne bumps. This study aims to determine the extract of selutui puka leaves has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The research conducted is experimental research. The research phase includes sampling, determination of selutui puka leaf plants, making simplisia, making selutui puka leaf extract and testing antibacterial activity using the well diffusion method using selutui puka leaf extract concentrations of 2.5%, 5%, 10%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, and 75%. The data were statistically analyzed with Anova/Kruskal Wallis and presented in tabular form. The inhibitory zone results obtained at concentrations of 2.5%, 5%, 10%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55% in the weak category ( 5 mm) while at concentrations of 65% and 75% in the medium category with an average inhibitory zone of 5.20 mm and 5.30 mm. In the positive control ciprofloxacin was 27.86 mm with a very strong category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang secara empiris digunakan oleh suku Dayak Desa Karangan Kecamatan Mook Manar Bulant dengan memanfaatkan air rebusan daun selutui puka sebagai obat sakit gigi dan sariawan, getahnya dapat diminum sebagai obat tumor dan dioles untuk mengobati penyakit kudis dan kulit melepuh. Adanya beberapa manfaat dari tumbuhan selutui puka yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, sehingga perlu dilakukan karakterisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik ekstrak daun selutui puka. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimen. Objek penetian adalah karakteristik ekstrak etanol daun selutui puka meliputi parameter spesifik : organoleptik ekstrak, kandungan senyawa metabolit sekunder, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan parameter non spesifik : kadar abu, kadar air, kadar abu tidak larut asam, total kapang, cemaran mikroba, bobot jenis. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan karakterisasi ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dari objek yang akan diteliti
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Selutui puka adalah tumbuhan yang berasal dari Kutai Barat Kalimantan Timur. Berdasarkan empiris yang beredar dikalangan masyarakat daun dan buah Selutui puka digunakan sebagai obat sakit gigi, namun beberapa masyarakat sekitar juga menyatakan buah Selutui puka memiliki efek racun. Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak daun dan buah Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) sehingga didapatlan perbedaan nilai LC50 dan potensi toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapatkan nilai LC50 daun selutui puka sebesar 0,7440 µg/mL dan buah selutui puka sebesar 77,62 µg/mL, ekstrak daun selutui puka lebih toksik dibandingkan ekstrak buah selutui puka. Daun selutui puka mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sedangkan buah selutui puka mengandung flavonoid dan alkaloid. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah ekstrak daun dan buah selutui puka memiliki potensi ketoksikan dengan kategori sangat toksik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN EKSTRAK DAUN GINJE (Thevetia peruviana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ABSTRAK Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun ginje (Thevetia peruviana) merupakan tumbuhan berfamili Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah) dan skripsi. Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat maksimum 6,45 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.