Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Toksisitas akut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT PRODUK PROTOTIPE KAPSUL HARUAN SOYBEAN TERHADAP ARTEMIA SALINA MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine shrimp lethality test)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produk prototipe kapsul haruan soybean merupakan sediaan berbasis bahan alam yang mengkombinasikan minyak ikan haruan (Channa striata) dan minyak kedelai (Glycine max) dengan perbandingan 70% dan 30% yang berpotensi dikembangkan sebagai produk kesehatan. Sebelum dikembangkan lebih lanjut, produk perlu melalui pengujian keamanan sebagai skrining awal untuk mengetahui potensi toksisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi toksisitas akut produk prototipe kapsul haruan soybean terhadap Artemia salinamenggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi konsentrasi sampel 0, 100, 200, 400, dan 800 ppm. Larva Artemia salina berumur 24–48 jam digunakan sebagai organisme uji, dengan masing-masing konsentrasi terdiri atas 10 larva dan dilakukan empat kali replikasi. Larva dipaparkan selama 24 jam, kemudian diamati jumlah kematian untuk menentukan persentase mortalitas pada setiap konsentrasi. Data mortalitas dianalisis menggunakan metode probit untuk memperoleh nilai LC₅₀ sebagai indikator tingkat toksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi sampel diikuti dengan peningkatan persentase mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 404,1104 ppm, sehingga produk prototipe kapsul haruan soybean termasuk dalam kategori toksik terhadap larva Artemia salina. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi awal mengenai keamanan produk serta menjadi dasar bagi penelitian toksisitas lanjutan menggunakan hewan uji tingkat yang lebih tinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Toksisitas Akut Produk Prototipe Haruan Soybean Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Berdasarkan Organization For Economic Co-Operation And Develompment (OECD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Toksisitas akut merupakan salah satu tahapan penting dalam pengujian keamanan produk berbahan alam sebelum dikembangkan lebih lanjut dan memperoleh izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD₅₀ semu, klasifikasi tingkat toksisitas akut, serta gambaran gejala toksik Produk Prototipe Haruan Soybean pada mencit putih (Mus musculus) berdasarkan pedoman Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Guideline No. 423. Produk Prototipe Haruan Soybean merupakan formulasi yang terdiri atas 70% minyak ikan haruan (Channa striata) dan 30% minyak kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acute Toxic Class Method OECD 423. Sebanyak 9 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan dan diberikan dosis tunggal secara oral sebesar 300 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi gejala toksik, mortalitas, dan perubahan berat badan selama 14 hari pengamatan. Data gejala toksik dan mortalitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan data perubahan berat badan dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kematian pada seluruh hewan uji hingga dosis 5.000 mg/kgBB sehingga nilai LD₅₀ semu Produk Prototipe Haruan Soybean ditetapkan >5.000 mg/kgBB dan termasuk kategori Unclassified atau praktis tidak toksik. Gejala toksik yang muncul berupa grooming dan tremor ringan yang bersifat sementara, terutama pada kelompok dosis 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB, tanpa disertai gejala toksik berat maupun kematian. Seluruh kelompok mencit mengalami peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik (p0,05) selama masa pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut, Produk Prototipe Haruan Soybean memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dan masih dapat ditoleransi oleh tubuh mencit pada pemberian dosis akut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan haruan (Channa striata) memiliki berbagai manfaat dan telah terbukti secara ilmiah, mampu meningkatkan kadar albumin, memperkuat daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Minyak ikan haruan mengandung asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Meskipun manfaat minyak dari ikan haruan dalam pengobatan telah terbukti, informasi mengenai keamanannya masih terbatas sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, bertujuan mengetahui nilai LD50 dan gejala toksisitas akut minyak ikan haruan terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Objek yang diteliti adalah minyak ikan haruan, variabel bebas pada penelitian ini adalah dosis minyak ikan dengan konsentrasi yang berbeda dari tiap dosisnya yaitu 15.000 mg/kgBB, 7.500 mg/kgBB, 3.750 mg/kgBB, 1.837 mg/kgBB, dan 937,5 mg/kgBB. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi hewan, penyiapan sampel ikan haruan, ekstraksi (wet rendering) diperoleh 1,8 kg, pengepresan minyak kasar diperoleh 78,69g, pemurnian minyak ikan diperoleh 60,50g yaitu 3,36%, penyiapan hewan uji selama 14 hari, perlakuan pada hewan uji selama 24 jam, dan dilanjutukan pengamatan selama 7 hari. Gejala gejala yang muncul pada hewan uji pada kelompok 1 yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok), pernapasan (sesak napas) bahkan sampai mengalami mengalami kematian. Sedangkan pada kelompok II, III, IV, dan V hanya menimbulkan tanda gejala toksik umum tidak sampai kematian yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok, dan pernapasan (sesak napas). Nilai LD50 dengan dosis 15.000 mg/kgBB didapatkan hasil dari perhitungan farmakope Indonesia yaitu 16.602,94 termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan Rambutan yang akan digunakan sebagai bahan obat harus diuji kualitas mutu dengan dengan melalui serangkaian uji agar keamanannya dapat terjamin dengan melakukan uji karakterisasi dan uji toksisitas akut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjamin mutu ekstrak melalui karakteristik parametrik spesifik dan non spesifik lalu dilanjutkan dengan mengetahui Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan tingkat toksisitas dari ekstrak terhadap larva Artemia salina L. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan non eksperimental, dengan tahapan penelitian antara lain: pembuatan simplisia, determinasi, ekstraksi maserasi, skrining fitokimia, karakterisasi spesifik dan non spesifik ekstrak, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol (negatif), 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 18-36 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data untuk menghitung LC50 dihitung menggunakan metode analisis probit.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TOKSISITAS AKUT EKSTRAK DAUN DAN BUAH SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Selutui puka adalah tumbuhan yang berasal dari Kutai Barat Kalimantan Timur. Berdasarkan empiris yang beredar dikalangan masyarakat daun dan buah Selutui puka digunakan sebagai obat sakit gigi, namun beberapa masyarakat sekitar juga menyatakan buah Selutui puka memiliki efek racun. Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak daun dan buah Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) sehingga didapatlan perbedaan nilai LC50 dan potensi toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapatkan nilai LC50 daun selutui puka sebesar 0,7440 µg/mL dan buah selutui puka sebesar 77,62 µg/mL, ekstrak daun selutui puka lebih toksik dibandingkan ekstrak buah selutui puka. Daun selutui puka mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Sedangkan buah selutui puka mengandung flavonoid dan alkaloid. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah ekstrak daun dan buah selutui puka memiliki potensi ketoksikan dengan kategori sangat toksik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI TOKSISITAS AKUT Genus Syzygium DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut genus Syzygium dari spesies yang berbeda yaitu daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun jambu air (Syzygium samarangense) sehingga didapatkan pebedaan LC50 dan potensi ketoksikan dari kedua spesies. Uji toksisitas kedua spesies menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapakan LC50 daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) 347,216 bpj dan daun jambu air (Syzygium samarangense) 170,01 bpj. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun jambu air (Syzygium samarangense) mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah daun salam dan daun jambu air memiliki potensi ketoksikan kategori toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack) DAN DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba L) TERHADAP LARVA Artenia salina Leach

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail