Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Zingiber officinale
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak Metanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) Sebagai Agen Penghambat Hiperpigmentasi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Melanin merupakan pigmen utama yang membentuk warna kulit, akan tetapi pigmen melanin yang diproduksi secara berlebihan dapat menyebabkan permasalahan pada kulit seperti hiperpigmentasi. Salah satu cara untuk mengatasi hiperpigmentasi yaitu dengan adanya penghambatan terhadap aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin pada kulit yang menyebabkan hiperpigmentasi. Jahe merah merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor enzim tirosinase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) sebagai inhibitor enzim tirosinase yang digunakan sebagai bahan aktif pencerah kulit. Data yang didapatkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisa, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penentuan aktivitas inhibitor enzim tirosinase dinyatakan dengan nilai IC50 menggunakan metode enzimatik secara in-vitro. Pengujian dilakukan dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif dan untuk mengukur absorbansi digunakan microplate reader. Berdasarkan hasil penelitian, uji penetapan susut pengeringan menunjukkan nilai sebesar 11,27 ± 0,12, sementara rendemen ekstrak metanol rimpang jahe merah yang diperoleh adalah 5,99%. Penetapan kadar air didapatkan nilai 9,03 ± 2,48. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang jahe merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan triterpenoid. Selain itu, panjang gelombang yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 475 nm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas inhibitor tirosinase yang tergolong sedang dengan nilai IC50 sebesar 247,9048 ± 55,6930.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, dengan rendemen sebagai salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Nilai rendemen dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama jenis pelarut yang digunakan karena perbedaan tingkat kepolaran pelarut akan mempengaruhi kemampuan melarutkan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen ekstrak jahe merah. Metode ekstraksi yang dipilih adalah metode maserasi karena prosedurnya sederhana, dan mudah dilakukan tanpa memerlukan pemanasan yang tinggi. Kajian dilakukan terhadap dua jurnal ilmiah yang membahas ekstraksi jahe merah menggunakan pelarut polar (etanol 96%), semi-polar (etil asetat), dan non-polar (n-heksana). Data yang dikaji meliputi tahapan pembuatan simplisia, metode ekstraksi, dan nilai rendemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa etanol 96% secara konsisten menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan pelarut lainnya, sementara perbedaan nilai rendemen juga dipengaruhi oleh perlakuan awal bahan dan cara ekstraksi yang digunakan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) dan JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman jahe dan jahe merah secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat batuk, pegal-pegal, kepala pusing, masuk angin, rematik dan mual-mual. Rimpang Jahe merah mengandung lebih banyak gingerol dan minyak atsiri dari pada jahe biasa, sehingga jahe merah lebih pedas dan efektif sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Metabolit sekunder dalam tanaman tersebut diketahui memiliki sifat antibakteri. Rimpang jahe dan jahe merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar yang telah dimodifikasi (Difusi Kirby dan Bauer), metode disk diffusion dan metode difusi paper disk. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40% dan 80% kategori hambatan sedang. Ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dengan konsentrasi 20%, 25%, 40%, 50%, 60%, 75%, 80% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail