ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan kimia obat (BKO) parasetamol merupakan senyawa sintetis yang dilarang ditambahkan ke dalam jamu, namun masih dapat ditemukan pada produk jamu pegal linu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan dan menetapkan kadar parasetamol pada jamu pegal linu yang beredar di pasar tradisional Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan teknik purposive sampling terhadap 10 sampel jamu berkode A–J. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan FeCl₃ 10% dan pereaksi Tollens, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis melalui penentuan λmaks, pembuatan kurva kalibrasi, dan pengukuran absorbansi sampel. Hasil kualitatif menunjukkan sampel B, E, dan H positif mengandung parasetamol. λmaks diperoleh pada 249 nm dan kurva kalibrasi menggunakan standar 5–25 ppm memberikan persamaan y = 0,0779x − 0,0294 dengan r = 0,9999. Kadar rata-rata parasetamol pada sampel B, C, D, E, F, G, H, dan I berturut-turut sebesar 0,0564%; 0,0326%; 0,0066%; 0,5385%; 0,0280%; 0,0004%; 0,4711%; dan 0,0126%, sedangkan A dan J tidak terdeteksi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian sampel jamu pegal linu yang diteliti mengandung BKO parasetamol dengan kadar yang bervariasi, sehingga diperlukan pengawasan mutu dan kehati-hatian masyarakat dalam memilih jamu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamu pegal linu merupakan salah satu obat tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk meredakan nyeri otot dan rasa pegal, namun tingginya penggunaan produk ini membuka peluang terjadinya penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) khususnya parasetamol yang secara regulasi dilarang karena dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi secara tidak terkontrol dan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang akurat dan efisien untuk mendeteksi keberadaan parasetamol dalam sediaan jamu. Spektrofotometri UV-Vis merupakan metode analisis instrumental yang didasarkan pada interaksi antara radiasi elektromagnetik di daerah ultraviolet dan cahaya tampak dengan molekul analit sehingga menghasilkan spektrum serapan yang khas sesuai dengan struktur kimia senyawa. Kemometrik merupakan pendekatan analisis data berbasis metode matematika dan statistik yang digunakan untuk mengekstraksi informasi kimia yang relevan dari data multivariat serta meningkatkan kemampuan interpretasi hasil analisis spektral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan BKO parasetamol pada jamu pegal linu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis kombinasi kemometrik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan preparasi sampel melalui ekstraksi menggunakan etanol 95% p.a, kemudian dibuat campuran larutan jamu dan larutan baku parasetamol dengan variasi perbandingan 9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, dan 3:7. Pengukuran absorbansi dilakukan pada rentang panjang gelombang 200–400 nm dengan interval 2 nm. Data absorbansi dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Cluster Analysis (CA). Hasil menunjukkan meningkatnya nilai absorbansi pada saat bertambahnya konsentrasi parasetamol dengan puncak serapan 250 nm. PCA menghasilkan PC1 dan PC2 sebesar 94,6% variasi data, sedangkan CA menunjukkan pengelompokan sampel yang konsisten. Kombinasi metode ini efektif untuk mendeteksi BKO parasetamol pada jamu pegal linu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamu pegal linu banyak dikonsumsi masyarakat karena dipercaya dapat meredakan nyeri otot secara alami. Namun, praktik penambahan bahan kimia obat (BKO) seperti deksametason secara ilegal dalam jamu menimbulkan risiko kesehatan serius. Deksametason adalah kortikosteroid sintetis yang mampu memberikan efek analgesik cepat, namun penggunaannya tanpa pengawasan dapat menyebabkan efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, dan kerusakan organ. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan deksametason dalam jamu pegal linu melalui studi literatur terhadap tiga jurnal ilmiah yang menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa 2 dari 3 jurnal mendeteksi keberadaan deksametason dalam beberapa sampel jamu dengan nilai pembanding Rf berkisar antara 0,60 hingga 0,766. Pada penelitian pertama di kota Palopo terdapat 2 dari 5 sampel positif mengandung BKO deksametason dengan nilai Rf masing-masing 0,60 dan 0,62. Pada penelitian kedua, 2 dari 6 sampel dari pasar Cisalak kota Depok juga teridentifikasi positif mengandung BKO deksameton dengan nilai Rf sebesar 0,760 dan 0,773. Sedangkan pada penelitian ketiga, sebanyak 12 sampel jamu pegal linu dari marketplace tidak terindetifikasi adanya BKO deksametason, namun 2 dari 12 sampel positif mengandung BKO parasetamol yang mengindikasikan adanya kandungan bahan kimia obat lain dalam produk tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida pada jamu pelangsing yang beredar di masyarakat. Sibutramin hidroklorida merupakan obat yang digunakan sebagai obat pelangsing. Jamu yang mengandung bahan kimia obat sibutramin hidroklorida jika di konsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping yaitu, peningkatan denyut jantung, palpitasi (jantung berdebar), peningkatan tekanan darah, sakit kepala, kegelisahan, kehilangan nafsu makan, konstipasi, mulut kering, gangguan pada alat perasa, vasodilatasi, insomnia, pusing, berkeringat. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida pada jamu pelangsing yang beredar di masyarakat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data jurnal yang di dapat. Hasil penelitian identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida dalam jamu pelangsing di.masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa jamu pelangsing yang beredar di masyarakat terutama di Kecamatan Curug dan Kota Manado positif mengandung bahan kimia obat sibutramin hidroklorida.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun temurun. Bahan kimia obat (BKO) yang merupakan bahan kimia sintetik atau hasil isolasi tidak boleh ditambahkan ke dalam jamu karena bertentangan dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 Tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan kimia obat sildenafil sitrat pada jamu penambah stamina pria menggunakan metode KLT, Spot test, Uji Strip. Penelitian yang dilakukan adalah Studi Literatur. Tahapan penelitian dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Metode yang dapat digunakan KLT, Spot test dan Uji strip dalam mengidentifkasi bahan kimia obat sildenafil sitrat adalah Uji Strip karena lebih mudah dalam mengidentifikasi bahan kimia obat.