ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas adalah atom atau molekul dengan elektron tidak berpasangan yang bersifat tidak stabil dan sangat reaktif, sehingga dapat merusak sel-sel tubuh dengan menyerang makromolekul seperti lipid, asam nukleat, dan protein. Kerusakan ini dapat dicegah oleh senyawa antioksidan, yang mampu menghambat atau mencegah proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah daun kratom yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-etilbenzoatiazolin-6-sulfonat). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kratom, serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Daun kratom diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol air terhadap ekstrak etanol daun kratom, setelah itu dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak dan fraksi daun kratom. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun kratom diperoleh nilai IC50 2,7101 ppm, fraksi n-heksan nilai IC50 16,4710 ppm, fraksi etil asetat IC50 4,4733 ppm, dan fraksi etanol air nilai IC50 6,1873 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi di antara sampel lainnya karena nilai IC50 ekstrak etanol yang paling rendah dibanding fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi etanol air.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bibir rentan mengalami kekeringan dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Daun kratom (Mitragyna speciosa (Korth.)) mengandung metabolit sekunder dengan sifat antioksidan dan fotoprotektif, sehingga berpotensi menjadi bahan aktif dalam lip balm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal lip balm ekstrak daun kratom dengan menggunakan kombinasi Cera alba dan Vaseline album, serta untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari formula optimal tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstrak daun kratom diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dikarakterisasi melalui pengujian susut pengeringan, kadar air, dan skrining fitokimia. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak sebesar 14,86% dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, serta steroid. Seluruh formula menghasilkan sediaan lip balm yang homogen dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi Cera alba dan Vaseline album memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, sedangkan formula dengan komposisi 90% Vaseline album dan 3% Cera alba menghasilkan karakteristik yang paling baik. Formula tersebut memiliki nilai SPF rata-rata sebesar 26,30 ± 2,04, yang termasuk dalam kategori proteksi ultra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun kratom (Mitragyna speiosa Korth.). Daun kratom secara tradisional dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan merupakan senyawa yang berguna mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas sehingga berperan mencegah berbagai macam penyakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Hasil uji fitokimia pada ke-empat literatur didapatkan ekstrak daun kratom teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Nilai IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak etanol daun kratom (38,56 ppm ; 3,6078 ppm) dan ekstrak metanol daun kratom (34,07 ppm ; 37,08 ppm), kategori sedang terdapat pada ekstrak alkaloid daun kratom (104,8 ppm), dan kategori sangat lemah terdapat pada ekstrak air daun kratom (213,4 ppm). Semakin kecil nilai IC50 maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Hasil studi literatur menunjukkan terdapat perbedaan nilai IC50 daun kratom pada setiap pelarut ekstraknya.