ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang banyak disebabkan oleh Candida albicans dan masih menjadi permasalahan kesehatan, khususnya pada daerah tropis. Penggunaan antijamur sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun mangga (Mangifera indica L.) yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan polifenol. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji metode pengujian aktivitas antijamur ekstrak daun mangga terhadap pertumbuhan Candida albicans. Rancangan yang digunakan adalah studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dengan menganalisis beberapa jurnal ilmiah. Objek penelitian ini yaitu uji aktivitas antijamur ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) terhadap jamur Candida albicans dari dua artikel utama. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif, dengan menguraikan dan membandingkan hasil dari data yang terkumpul berupa zona hambat pada pengujian aktivitas antijamur secara in vitro dengan metode difusi cakram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang, karena dapat meningkatkan angka kejadian penyakit dan kematian. Salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering dijumpai adalah Escherichia coli, yaitu bakteri flora normal usus yang dapat bersifat patogen apabila jumlahnya berlebihan. Tingginya kasus resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam, salah satunya daun singkong (Manihot esculenta Crantz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun singkong terhadap bakteri E. coli. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis jurnal ilmiah yang relevan secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun singkong menghasilkan diameter zona hambat sebesar 19 mm, 25 mm, dan 29 mm pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% dengan kategori kuat hingga sangat kuat. Pada penelitian lainnya, diameter zona hambat yang diperoleh sebesar 3,5 mm, 4,4 mm, dan 5,2 mm pada konsentrasi 50.000 ppm, 100.000 ppm, dan 150.000 ppm setara dengan 5%, 10%, dan 15%, dengan kategori lemah hingga sedang. Perbedaan aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi ekstrak, metode yang digunakan, serta faktor biologi dan kimia saat proses pembuatan ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol 70% daun singkong berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami terhadap E. coli.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi bakteri, khususnya oleh Staphylococcus aureus, masih menjadi tantangan kesehatan global yang serius. Masalah ini diperparah oleh meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis akibat penggunaan yang tidak rasional. Diperlukan eksplorasi bahan alam sebagai alternatif antibakteri yang aman. Daun mimba (Azadirachta Indica A.Juss) kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun mimba terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan perbedaan metode uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi sumuran dan metode disfusi cakram. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah, dan membandingkan artikel ilmiah yang relevan, dan dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir . Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Publish or Perish. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas berbagai konsentrasi dan metode ekstraksi daun mimba dalam menghambat pertumbuhan bakteri
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Meskipun Escherichia coli merupakan flora normal di saluran pencernaan, beberapa strain bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sebagai terapi infeksi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan sumuran. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, kemudian melakukan telaah dan analisis data yang selanjutnya diringkas hingga diperoleh data utama. Data tersebut kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, dan pada tahap akhir dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh, bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan metode difusi sumuran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% dan 1% kategori hambatan kuat. Sedangkan dengan metode difusi cakram, ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Kalimantan sebagai terapi berbagai penyakit infeksi. Kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan kuinon diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi saluran pencernaan adalah Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bawang dayak terhadap bakteri Eschericia coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi literatur dengan metode deskriptif yaitu menggunakan data yang telah dituangkan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang dari data yang didapat agar penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan benar. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bawang dayak memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli tergantung konsentrasi etanol yang digunakan sebagai pelarut. Ekstrak dengan pelarut etanol 70% menunjukkan daya hambat yang lebih rendah, yaitu pada konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat 3,32 mm dengan kategori lemah, sedangkan pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat 9,81 mm dengan kategori sedang. Sebaliknya dengan pelarut etanol 96% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Pada konsentrasi 20% diperoleh zona hambat 10,7 mm dan pada konsetrasi 40% sebesar 13,98 mm, yang keduanya termasuk kategori daya hambat kuat. Secara umum penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi cenderung menghasilkan aktivitas antibakteri yang lebih baik terhadap Eschericia coli.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk tanaman herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Rimpang lengkuas dikenal mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antimikroba. Dengan seringnya terjadi penyakit infeksi yang disebabkan bakteri E. coli dan bakteri K. pneumoniae penyebab peradangan parenkim paru yang resisten terhadap antibiotik maka, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi alternatif pengobatan berbasis bahan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji difusi cakram dan metode sumuran untuk menilai daya hambat ekstrak lengkuas terhadap pertumbuhan bakteri. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri, dengan ukuran zona hambat yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan obat antibakteri alami serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif dalam pengobatan infeksi bakteri. Selain itu, penelitian ini juga berfungsi sebagai referensi bagi penelitian lebih lanjut tentang potensi tanaman obat dalam mengatasi masalah kesehatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sembung (Blumea balsamifera L.) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daun sembung sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, pembuatan fraksi, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode kertas cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol dan fraksi daun sembung. Variabel Terikat pada penelitian ini adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk disekitar kertas cakram dan KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal) dari ekstrak dan fraksi daun sembung (Blumea balsamifera L.). Variabel kontrol yaitu perlakuan pada bakteri staphylococcus epidermidis mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode kertas cakram. Ekstrak etanol dan fraksi daun sembung yang telah didapat diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin 1% dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri dan KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal) serta pengolahan data dengan menggunakan program SPSS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengobatan dan pendayagunaan obat tradisional ini merupakan salah satu program pelayanan kesehatan dasar dan sebagai pengobatan alternatif di bidang kesehatan.Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun sirsak (annona muricata L) dan daun nangka (atrocarpus heterophyllus L) Studi litelatur ini bertujuan Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak dan daun nangka dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherihlia coli Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa data nilai zona hambat ekstrak daun sirsak dan daun nangka terhadap bakteri escherihlia coli. Aktifitas antibakteri di uji mengunakan metode difusi cakram (kirby-bauer) dengan konsentrasi etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terdapat perbedaan daya hambat tiap masing masing estrak daun sirsak dan daun nangka Pengobatan dan pendayagunaan obat tradisional ini merupakan salah satu program pelayanan kesehatan dasar dan sebagai pengobatan alternatif di bidang kesehatan.Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun sirsak (annona muricata L) dan daun nangka (atrocarpus heterophyllus L) Studi litelatur ini bertujuan Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak dan daun nangka dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherihlia coli Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa data nilai zona hambat ekstrak daun sirsak dan daun nangka terhadap bakteri escherihlia coli. Aktifitas antibakteri di uji mengunakan metode difusi cakram (kirby-bauer) dengan konsentrasi etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terdapat perbedaan daya hambat tiap masing masing estrak daun sirsak dan daun nangka