ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri umumnya diperoleh dari daun yang dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi). Minyak kayu putih salah satu jenis minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan khususnya sebagai aromaterapi. Salah satu sediaan aromaterapi yaitu yang sering digunakan slah satunya yaitu balsem. Pada penelitian ini memformulasikan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat diformulasi ke dalam sediaan stick balm dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih untuk menghasilkan sediaan stick balm yang stabil pada uji fisik dari berbagai variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Komponen stick balm dalam penelitian ini adalah cera alba, carnauba wax, setil alkohol, butylated hydroxytoluene, virgin coconut oil dan minyak kayu putih. Evaluasi stick balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji titik leleh, uji kekerasan, freeze-thaw dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak kayu putih dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan stick balm yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik leleh, kekerasan stick balm, hasil uji freeze-thaw cycling selama 12 siklus menyatakan stick balm mengalami perubahan pH dan daya sebar serta hasil uji iritasi dengan metode pacth test sedian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridley) adalah lemak yang berasal dari proses ekstraksi biji tengkawang. Lemak biji tengkawang memiliki kandungan lemak nabati yang dimanfaatkan sebagai basis dalam pembuatan sediaan kosmetika. salah satu sediaan kosmetik.adalah krim yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit. peneltian ini bertujan untuk apakah lemak tengkawang dalam bentuk sediaan krim yang memenuhi uji sifat fisik dan mengetahui nilai potensi iritasi pada kulit manusia. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental formulasi krim dari variasi konsentrasi ekstrak lemak tengkawang 0%, 5%, 10%, 15%. Analisis data hasil penelitian terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan langsung oleh peneliti terhadap organoleptis, tipe krim, dan homogenitas, data kuantitatif berupa hasil uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan uji freeze thaw serta uji potensi iritasi dari sediaan krim. Hasil penelitian menunjukan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Hasil evaluasi menunjukan krim dengan penyimpanan selama 28 hari dan pengujian freeze thaw selama 3 siklus dengan konsentrasi lemak tengakawang 0%, 5%, 10% dan 15%, memenuhi persyaratan uji fisik organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas namun tidak memenuhi persyaratan uji daya lekat dan uji daya sebar. Formulasi krim dengan lemak tengkawang pada konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%, tidak memberikan efek iritasi kepada responden yang dapat dikategorikan aman dalam formulasi sediaan krim. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna pada uji viskositas, daya lekat dan daya sebar antar formula, tetapi tidak berbeda bermakna antar formula pada uji fisik lainnya,