ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sabun padat yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon) untuk meningkatkan kualitas produk kosmetik. Metode yang digunakan adalah eksperimen, meliputi ekstraksi, formulasi sabun, dan uji fisik seperti uji organoleptis, pH, stabilitas busa, homogenitas, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah 2,1%, 3,6%, dan 4,2% memenuhi standar sifat fisik yang baik. Uji organoleptis menunjukkan perubahan warna sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dan pH sabun berada dalam rentang aman (9-11). Formula 3 menunjukkan stabilitas busa terbaik, dan uji iritasi pada 15 panelis menunjukkan tidak ada efek iritasi pada kulit. Kesimpulannya, sabun padat ini aman digunakan dan memanfaatkan limbah kulit buah naga merah, mendukung pengembangan produk kosmetik berbahan alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridley) adalah lemak yang berasal dari proses ekstraksi biji tengkawang. Lemak biji tengkawang memiliki kandungan lemak nabati yang dimanfaatkan sebagai basis dalam pembuatan sediaan kosmetika. salah satu sediaan kosmetik.adalah krim yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit. peneltian ini bertujan untuk apakah lemak tengkawang dalam bentuk sediaan krim yang memenuhi uji sifat fisik dan mengetahui nilai potensi iritasi pada kulit manusia. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental formulasi krim dari variasi konsentrasi ekstrak lemak tengkawang 0%, 5%, 10%, 15%. Analisis data hasil penelitian terbagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan langsung oleh peneliti terhadap organoleptis, tipe krim, dan homogenitas, data kuantitatif berupa hasil uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan uji freeze thaw serta uji potensi iritasi dari sediaan krim. Hasil penelitian menunjukan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Hasil evaluasi menunjukan krim dengan penyimpanan selama 28 hari dan pengujian freeze thaw selama 3 siklus dengan konsentrasi lemak tengakawang 0%, 5%, 10% dan 15%, memenuhi persyaratan uji fisik organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas namun tidak memenuhi persyaratan uji daya lekat dan uji daya sebar. Formulasi krim dengan lemak tengkawang pada konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15%, tidak memberikan efek iritasi kepada responden yang dapat dikategorikan aman dalam formulasi sediaan krim. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna pada uji viskositas, daya lekat dan daya sebar antar formula, tetapi tidak berbeda bermakna antar formula pada uji fisik lainnya,