ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan merkuri yang terdapat pada krim pemutih. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri (Hg) adalah salah satu zat berbahaya yang banyak ditemukan pada beberapa krim pemutih, meskipun penggunaannya sudah dilarang. Jenis merkuri yang sering digunakan atau dicampurkan pada krim pemutih adalah merkuri anorganik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel, reduksi data, dan meringkas data sehingga data utama inti tulisan penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti bitnik-bintik hitam pada kulit wajah, iritasi dan pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, serta dapat menyebabkan kanker. Keberadaan merkuri dalam krim pemutih wajah dapat diidentifikasi diantaranya dengan uji nyala dan reaksi warna. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan jurnal dan skripsi terkait merkuri dalam krim pemutih wajah, reduksi data, penyajian data dalam tabel dan penarikan simpulan. Berdasarkan telaah literatur dapat disimpulkan bahwa identifikasi merkuri pada sediaan krim pemutih wajah dapat dilakukan dengan reaksi warna dan uji nyala api serta masih terdapat beberapa sampel yang masih mengandung merkuri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri digunakan sebagai bahan pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan pereduksi (pemucat) warna kulit dengan daya pemutih terhadap kulit yang sangat kuat. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian, metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (hasil positif jika dihasilkan endapan dengan warna tertentu), metode ini menggunakan larutan Kalium Iodida (menghasilkan endapan berwarna jingga) larutan Natrium hidroksida (menghasilkan endapan berwarna kuning) dan larutan Asam klorida (menghasilkan endapan putih). Metode uji kawat tembaga (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna abu-abu mengkilap) dan metode uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (larutan Kalium Iodida, larutan Natrium hidroksida dan larutan Asam klorida), metode uji kawat tembaga dan metode uji nyala api.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kandungan merkuri pada kim pemutih dengan reaksi warna, Merkuri termasuk dalam salah satu logam berat berbahaya, sekalipun dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang tidak diperbolehkan dan dibatasi penggunaannya dalam kosmetik khususnya pada krim pemutih. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik pada manusia. Data yang dipakai pada studi ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa penelitian. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih dapat dilakukan dengan metode reaksi warna. Beberapa sampel ditemukan mengandung merkuri. Uji positif diperoleh dengan pereaksi KI menghasilkan endapan merah orange, uji kawat tembaga menghasilkan warna abu-abu mengkilap dan uji nyala api menghasilkan warna hijau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Hidrokuinon adalah bahan yang sering digunakan dalam krim pemutih wajah, hidrokuinon digunakan dalam produk pemutih kulit sebagai agen depigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri uv-vis pada krim pemutih wajah yang beredar dibeberapa kota dan m hasil engetahui kadar hidrokuinon yang beredar dibeberapa kota dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Hasil studi literatur dari kelima jurnal semua krim pemutih wajah positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yang masih aman atau kurang dari 2%, akan tetapi terdapat 1 penelitian pada jurnal yang menunjukan bahwa 2 sampel krim pemutih wajah yang beredar di kabupaten Sidoarjo yang diperjual belikan di Klinik Kecantikan dengan kadar melebihi batas yang telah ditetapkan yaitu krim dengan kode CW1 = 4,05% dan krim dengan kode CW2=3,09%.