Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: metode
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRA ETANOL MADU HUTAN KECAMATAN KAYAN HILIR DAN KECAMATAN KAYANA SELATAN KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu merupakan cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki senyawa fenolik. Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata yang bersifat agresif. Madu merupakan produk turunan lebah yang mengandung berbagai senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antivirus. Fenolik merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil (OH‾) yang menempel pada cincin aromatik.i Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan Kalimantan Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji organoleptis, uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-ciocalteau dan pembanding asam galat. Hasil penelitian skrining fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan terdapat metabolit sekunder yaitu, flavonoid, polifenol, dan triterpenoid. Hasil ekstraksi rendeman madu hutan Kayan Hilir sebesar 77,18% sedangkan madu hutan Kayan Selatan sebesar 79,96%. Kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir sebesar 1,7303 ± 0,0169 mg GAE/g, sedangkan kadar fenolik total ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Selatan sebesar 1,5096 ± 0,0504 mg GAE/g. Analisis data pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan homogen dan normal dilanjutkan uji independen T-test Two-Sampel Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,002 (p 0,05) (adanya perbedaan yang signifikan).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) SEGAR DAN KERING MENGGUNAKAN METODE DPPH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif, yang memicu berbagai penyakit degeneratif. Metabolit sekunder seperti yang ditemukan pada bunga rosela diketahui berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) segar dan kering menggunakan metode DPPH. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi bunga rosela adalah maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarutnya. Kadar antioksidan dalam bunga rosela ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi DPPH dengan parameter IC50. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa artikel penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yang mencakup data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel untuk menggambarkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar lebih tinggi daripada ekstrak etanol bunga rosela kering. Dilihat dari nilai IC50 ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering yang mampu menangkal radikal 50% berturut-turut sebesar 212,11 ppm dan 581,5 ppm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU HUTAN DAN MADU BUDIDAYA KALIMANTAN UTARA KABUPATEN MALINAU DENGAN METODE ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madu merupakan cairan alami yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki potensi sebagai antioksidan.Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata sedangkan madu budidaya dihasilkan oleh lebah Apis cerana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada madu hutan dan madu budidaya Kalimantan Utara kabupaten Malinau dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3-ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah madu hutan dan madu budidaya. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji kadar air, skrinning fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2-Asinobis 3- ethyl benzothiazoline 6-sulfonic Acid) secara spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding vitamin C. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari skrining fitokimia madu hutan dan madu budidaya dan data kuantitatif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, analisis data menggunakan independent t-test pada Microsoft Excel. Hasil penelitian skrinning fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya ialah flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan pada vitamin C sebesar 0,5968 ppm termasuk kategori sangat kuat. Ekstrak madu hutan didapatkan nilai IC50 sebesar 55,7451 ppm dan pada ekstrak madu budidaya IC50 sebesar 75,5317 ppm dan dapat disimpulkan antioksidan ekstrak madu hutan dan madu budidaya termasuk kategori kuat. Analisis data pada ekstrak madu hutan dan madu budidaya homogen dan normal dan dilanjutkan uji Independent t-test: Two-Sample Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,1805 (p > 0,05) (tidak ada perbedaan yang signifikan).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh, penyakit degeneratif dan penuaan dini. Terpapar radiasi ultraviolet, terpapar polusi, asap rokok, gaya hidup dan asupan makanan yang buruk, metabolisme sel yang tidak normal, dan kekurangan nutrisi adalah semua faktor yang dapat menyebabkan radikal bebas. Kerusakan sel yang diakibatkan serangan radikal bebas dari luar yaitu penuaan dini. Penuaan dini, biasanya ditandai dengan kondisi kulit yang kering, bersisik, kasar, dan disertai munculnya keriput dan noda hitam atau flek Antioksidan bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas, sehingga antioksidan bisa memperlambat proses penuaan, mencegah kerusakan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar konsentrasi aktivitas antioksidan dalam bunga telang dari 10 penelitian yang telah dilakukan dengan metode DPPH. Metode yang digunakan pada studi literatur ini adalah metode Systematic Review (SR) atau Systematic Literature Review (SLR). Hasil aktivitas antioksidan dari 10 penelitian yang telah di review adalah ada 4 penelitian menggunakan pelarut 70% dengan rentang nilai IC50 9,44 ppm – 74,22 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat, 1 penelitian menggunakan pelarut etanol 80% dengan nilai IC50 87,86 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat, 2 penelitian menggunakan pelarut etanol 96% dengan rentang nilai IC50 26,10 ppm – 38,59 ppm kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, serta 3 penelitian menggunakan pelarut metanol dengan rentang nilai IC50 27,75 ppm – 95,30 ppm kategori aktivitas antioksidan kuat - sangat kuat. Adapun aktivitas antioksidan yang termasuk kategori sangat kuat mempunyai nilai IC50 26,10 ppm dan aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat mempunyai nilai IC50 95,30 ppm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS METODE ABC (ALWAYS, BETTER, CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DI DEPO FARMASI IGD RSUD AW SYAHRANIE SAMARINDA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian persediaan di rumah sakit merupakan kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan analisa kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan di rumah sakit. Pengendalian persediaan farmasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control) dan metode EOQ (Economic Order Quantity). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengelompokan obat berdasarkan nilai investasinya dengan metode analisis ABC dan menentukan pemesanan obat yang ekonomis dengan metode EOQ di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan data kuantitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dari observasi, perizinan, pengumpulan data dan pengolahan data dengan metode analisis ABC dan metode EOQ menggunakan data obat pasien di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan Pemakaian obat klasifikasi A berjumlah 43 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 292.905 item (69,52%). Pemakaian obat klasifikasi B berjumlah 69 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 84.650 item (20,09%). Pemakaian obat klasifikasi C berjumlah 414 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 43.764 item (10,39%). Nilai investasi klasifikasi A sebanyak 28 item dengan nilai investasi Rp.2.182.324.880,- (69,67%). Nilai investasi klasifikasi B sebanyak 56 item dengan nilai investasi Rp.634.427.420,- (20,25%). Nilai invesatasi klasifikasi C sebanyak 442 item dengan nilai investasi Rp.315.744.296,- (10,69%). Analisis metode EOQ diperoleh pemesanan optimum untuk obat kategori A adalah 1 – 595 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori B adalah 1 – 2.475 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori C adalah 1 – 2.598 item.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang telah di manfaatkan secara turun temurun sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Bagian tanaman salam yang banyak dimanfaatkan ialah daun. Daun salam mempunyai khasiat mengobati kolesterol, diabetes, diare dan hipertensi. Tanaman salam memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman dipengaruhi oleh proses pengeringan bahan baku simplisia. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar memperoleh simplisia daun salam yang baik sehingga diharapkan simplisia tidak mudah rusak selama penyimpanan dan ekstrak yang dihasilkan memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan simplisia terhadap kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan penelitian ini dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia dengan perbedaan metode pengeringan yaitu pengeringan dengan sinar matahari langsung, kering angin, dan oven suhu 50°C, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, dan uji kadar flavonoid ekstrak etanol daun salam menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan metode pengeringan dianalisis dengan statistik uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan jumlah kadar flavonoid ketiga metode pengeringan. Hasil kadar flavonoid ekstrak daun salam pada pengeringan menggunakan matahari tidak langsung (dilapisi kain hitam) sebesar 2,3034% ± 0,085, pengeringan dengan kering angin sebesar 1,5711% ± 0,032 dan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078. Analisis data statistik kadar flavonoid menggunakan uji one way ANOVA dengan sig 0,05 dan didapatkan sig 0,000 yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengeringan matahari, kering angina dan oven. Nilai kadar flavonoid menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid ekstrak daun salam dengan perbedaan cara pengeringan.nilai kadar flavonoid tertinggi terdapat pda ektrak etanol daun salam dengan metode pengeringan oven suhu 50°C sebesar 2,7190% ± 0,078.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu Limpasu (Baccaurea Lanceolata) Menggunakan Spektrofotometri UV-vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Edukasi gizi, tumbuh kembang, pijat anak menggunakan metode demonstrasi audiovisual pada kader masa pandemi Covid19 (monograf)

2022•Koleksi Perpustakaan

Syukur Alhamdulillah dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala berkah dan rahmat-Nya, sehingga buku mengenai Edukasi Gizi, Tumbuh kembang, Pijat anak Menggunakan Metode Demonstrasi Audiovisual Pada Kader Masa Pandemi Covid19. Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang bersedia sukarela mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu balita didampingi oleh petugas kesehatan yang berada dipuskesmas. Kader berperan penting mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peran kader dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan kegiatan posyandu. Peran kader sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi, dengan melakukan edukasi dan deteksi dini tumbuh kemban, pijat serta upaya kesehatan ibu anak untuk membantu menurunkan percepatan angka kematian ibu dan bayi. Kader sebagai kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan posyandu. Keberhasilan kegiatan posyandu bergantung pada aktif atau tidaknya peran kader itu sendiri. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya buku ini. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki banyak kekurangan. Penulis juga berterimakasih atas setiap saran dan kritik yang membangun dalam perbaikan materi buku ini. Semoga buku ini bermanfaat dan bisa diimplementasikan dimasyarakat

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

APLIKASI METODE PEWARNAAN BATIK NON KIMIA BERBASIS KOLABORATIF-PARTISIPATIF

2022•Koleksi Perpustakaan

Pengakuan batik sebagai bagian kebudayaan bangsa Indonesia mendorong setiap daerah untuk mengembangkan ciri khas batik daerahnya. Demikian juga dengan batik khas Semarang, karena kebanggaannya terhadap batik maka sekolompok masyarakat yang tergabung dalam Sanggar Batik Tapak Dara Meteseh kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang memberanikan diri mengembangkan batik yang bercorak lingkungan disekitar kehidupan dan budaya mereka. Proses pengolahan batik terutama desain dan pewarnaan belum dikuasai dengan baik.Walaupun kemahiran membatik sudah dikuasi cukup baik namun jika tidak disertai desain dan pewarnaan yang menarik akan mengalami kesulitan dalam pemasarannya. Hal ini terbukti pada saat Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNTAG Semarang melakukan penyuluhan mengunjungi para pengrajin, desain dan pewarnaan terlihat kurang menarik. Namun demikian pangrajin Sanggar ini telah menghasilkan kain batik dengan motif yang sederhana. Tim menilai para penggrajin memiliki potensi untuk dikembangkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metode Pemisahan Senyawa Fenolat dengan Filtrasi Membran

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku ini disusun untuk menggambarkan teknologi filtrasi membran yang diaplikasikan untuk mendapatkan senyawa fenolat dari tumbuhan. Metode konvensional pemisahan senyawa kimia skala industri jarang digunakan karena beberapa kelemahan. Metode pemisahan filtrasi membran dicoba untuk memisahkan senyawa fenolat dari daun Albertisia papuana Becc. Karena golongan senyawa ini telah terbukti memiliki sifat fungsional bagi kesehatan. Materal membran yang sesuai untuk memisahkan senyawa fenolat merupakan salah satu keberbaharuan informasi ilmiah sehingga berguna bagi mahasiswa, peneliti, praktisi pangan, dan farmasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BORAKS PADA BAKSO DENGAN METODE UJI NYALA DAN KERTAS KUNYIT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada bakso dengan metode uji nyala dan kertas kunyit. Boraks merupakan zat pengawet berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Kenyataannya masih banyak produsen makanan yang menggunakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Ada beberapa metode dalam identifikasi boraks diantaranya dengan metode uji nyala dan kertas kunyit (tumerik). Penelitian ini merupakan studi literatur dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan pemilahan jurnal ilmiah, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Kata Kunci: Bakso, Boraks, Kertas Kunyit, dan Metode Uji Nyala

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri digunakan sebagai bahan pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan pereduksi (pemucat) warna kulit dengan daya pemutih terhadap kulit yang sangat kuat. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian, metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (hasil positif jika dihasilkan endapan dengan warna tertentu), metode ini menggunakan larutan Kalium Iodida (menghasilkan endapan berwarna jingga) larutan Natrium hidroksida (menghasilkan endapan berwarna kuning) dan larutan Asam klorida (menghasilkan endapan putih). Metode uji kawat tembaga (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna abu-abu mengkilap) dan metode uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (larutan Kalium Iodida, larutan Natrium hidroksida dan larutan Asam klorida), metode uji kawat tembaga dan metode uji nyala api.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail