Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: minyak jelantah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok Terhadap Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui berat kulit pisang kepok dan lama waktu perendaman kulit pisang kepok yang paling optimal dalam menurunkan bilangan peroksida pada minyak jelantah. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat, oleh karena itu penggunaan minyak goreng sulit dipisahkan dari kehidupan. Masyarakat sering menggunakan minyak goreng secara berulang, yang disebut sebagai minyak jelantah. Salah satu cara untuk menurunkan nilai bilangan peroksida minyak jelantah dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulit pisang kepok sebagai adsorben Metode yang digunakan pada penetapan bilangan peroksida yaitu metode iodometri. Objek penelitian adalah jumlah dan waktu perendaman kulit pisang kepok pada penurunan bilangan peroksida minyak jelantah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil studi literatur menunjukkan uji terbaik diperoleh pada bubuk kulit pisang kepok (variasi 5; 7,5 dan 10 g/100 ml jelantah) dengan perendaman 48 jam yang menghasilkan nilai bilangan peroksida 10 mekO2/kg sehingga memenuhi persyaratan. Adapun rajangan kulit pisang kepok (10 g/100 ml minyak jelantah) dengan perendaman 4 jam dapat menurunkan nilai bilangan peroksida menjadi 23,11 mekO2/kg namun tidak memenuhi persyaratan dalam SNI 7709:2012.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN DALAM PEMURNIAN MINYAK JELANTAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Minyak goreng yang digunakan secara berulang disebut minyak jelantah. kerusakan pada minyak jelantah dapat diliat dari warna yang gelap dan muncul bau tengik akibat terjadinya oksidasi sehinga perlu dimurnikan untuk mengurangi warna pucat dan menurunkan nilai FFA (free fatty acid) dan bilangan peroksida. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengetahui efektifitas arang aktif tempurung kelapa dalam pemurninan minyak jelantah. Tahapan penelitian ini yaitu reduksi data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan, obyek penelitian adalah efektivitas arang aktif tempurung kelapa sebagai adsorben dalam pemurnian minyak jelantah. Parameter uji penelitian yaitu FFA dan bilangan peroksida. Analis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan arang aktif dari tempurung kelapa dapat menurunkan nilai FFA (free fatty acid) dengan variasi berbeda pada 4 kali penggorengan sebesar 0,1420% dan yang ke 6 kali sebesar 0,1183%. Pada variasi waktu pengadukan 1 jam sebesar 0,19968%, pengadukan 2 jam sebesar 0,17152% pengadukan 3 jam sebesar 0,22272%, pengadukan 4 jam sebesar 0,22016% dan pengadukan 5 jam 0,2048%. Pada bilangan peroksida variasi berbeda pada 2 kali penggorengan sebesar 0,8734 meq, 4 kali penggorengan 1,1714 meq dan 6 kali penggorengan sebesar 1,9352 meq, dengan variasi waktu 2 jam pengadukan sebesar 9,2 meq. Hal ini menunjukan bahwa arang aktif dari tempurung kelapa dapat menurunkan nilai FFA dan bilangan peroksida.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS ADSORBEN BENTONIT PADA PEMURNIAN MINYAK JELANTAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia. Selain berfungsi sebagai media penggoreng yang sangat penting dan kebutuhannya semakin meningkat. Namun minyak goreng yang digunakan berulang kali atau minyak jelantah berbahaya bagi kesehatan karena mengandung senyawa berbahaya. Minyak jelantah selanjutnya dibuang menjadi limbah yang mencemari lingkungan berupa naiknya kadar chemical oxygen demands dan biology oxygen demands dalam perairan, selain itu juga menimbulkan bau busuk akibat degradasi biologi. Pencemaran lingkungan dapat dikurangi dengan mendaur ulang minyak jelantah menjadi bahan baku produk lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas adsorben bentonit pada pemurnian minyak jelantah. Pada penelitian ini dilakukan studi literatur. Tahapan penelitian yaitu reduksi data, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan. Objek penelitian adalah efektivitas adsorbensi bentonit pada pemurnian minyak jelantah. Parameter uji penelitian yaitu asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian studi lietratur ini adalah bentonit teraktivasi larutan HCl 1 M memiliki daya adsorpsi yang lebih besar dibandingkan dengan adsorben bentonit teraktivasi pemanasan suhu 250℃ dan bentonit ditambah karbon aktif berdasarkan parameter uji kadar asam sebesar 0,2626 mgKOH/g dan bilangan peroksidanya sebesar 1,6478 meq/kg, dengan waktu yang efisien sebesar 30 menit.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH PENAMBAHAN NaOH DAN KOH PADA FORMULASI SABUN MINYAK JELANTAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah minyak jelantah adalah minyak yang diperoleh dari sisa proses penggorengan. Minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan penyakit. Perlu dilakukan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun dalam sediaan padat, lunak, dan cair. Sabun yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan mutu sabun SNI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Data yang dipakai dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari tiga jurnal penelitian. Rancangan penelitian dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu mutu fisik sabun minyak jelantah dengan variasi jumlah NaOh dan KOH serta waktu pengadukannya dan analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan alkali NaOH sebanyak 35mL dan waktu pengadukan 35 menit menghasilkan sabun padat yang baik dan memenuhi persyaratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 15g dan waktu pengadukan 50 menit menghasilkan sabun lunak yang memenuhi persyratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 30mL dan waktu pengadukan 40 menit menghasilkan sabun cair yang memenuhi persyaratan SNI. Terdapat pengaruh penambahan jumlah NaOH dan KOH pada mutu fisik sabun minyak jelantah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN PEROKSIDA MINYAK JELANTAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipanaskan dan digunakan untuk menggoreng secara berulang kali sehingga mengalami perubahan pada komposisi kimianya. Minyak jelantah apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Keberadaan asam lemak bebas dan bilangan peroksida dalam minyak jelantah dapat digunakan sebagai indikator kerusakan minyak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek penelitian adalah hasil penetapan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah yang disesuaikan dengan standar persyaratan SNI 7709:2012. Metode yang digunakan pada beberapa penelitian yaitu titrimetri dengan penetapan kadar asam lemak bebas menggunakan titrasi alkalimetri dan penetapan bilangan peroksida menggunakan titrasi iodometri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil literatur, minyak goreng yang digunakan lebih dari 5 kali sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Ditemukan kadar asam lemak bebas tertinggi minyak jelantah sebesar 0,64% dan kadar bilangan peroksida tertinggi sebesar 78,9 mek O2/kg, kedua kadar tersebut didapatkan dari pedagang makanan kaki lima pada minyak jelantah yang berwarna hitam.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail