ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sabun padat yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon) untuk meningkatkan kualitas produk kosmetik. Metode yang digunakan adalah eksperimen, meliputi ekstraksi, formulasi sabun, dan uji fisik seperti uji organoleptis, pH, stabilitas busa, homogenitas, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah 2,1%, 3,6%, dan 4,2% memenuhi standar sifat fisik yang baik. Uji organoleptis menunjukkan perubahan warna sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dan pH sabun berada dalam rentang aman (9-11). Formula 3 menunjukkan stabilitas busa terbaik, dan uji iritasi pada 15 panelis menunjukkan tidak ada efek iritasi pada kulit. Kesimpulannya, sabun padat ini aman digunakan dan memanfaatkan limbah kulit buah naga merah, mendukung pengembangan produk kosmetik berbahan alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah minyak jelantah adalah minyak yang diperoleh dari sisa proses penggorengan. Minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan penyakit. Perlu dilakukan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun dalam sediaan padat, lunak, dan cair. Sabun yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan mutu sabun SNI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Data yang dipakai dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari tiga jurnal penelitian. Rancangan penelitian dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu mutu fisik sabun minyak jelantah dengan variasi jumlah NaOh dan KOH serta waktu pengadukannya dan analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan alkali NaOH sebanyak 35mL dan waktu pengadukan 35 menit menghasilkan sabun padat yang baik dan memenuhi persyaratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 15g dan waktu pengadukan 50 menit menghasilkan sabun lunak yang memenuhi persyratan SNI. Penggunaan alkali KOH sebanyak 30mL dan waktu pengadukan 40 menit menghasilkan sabun cair yang memenuhi persyaratan SNI. Terdapat pengaruh penambahan jumlah NaOH dan KOH pada mutu fisik sabun minyak jelantah.