Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: perbekalan farmasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan perbekalan farmasi harus menjamin mutu, kualitas dan keamanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang penyimpanan di beberapa gudang perbekalan farmasi rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, jurnal-jurnal serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah beberapa gudang perbekalan farmasi Rumah Sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit berdasarkan data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi literatur mengenai pengelolaan penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Sementara itu, di Gudang Perbekalan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Lapangan Sawang Sitaro, tingkat kepatuhannya hanya mencapai 68%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumah Sakit merupakan suatu unit pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu bagian di Rumah Sakit yang bertanggung jawab atas proses pengelolaan obat adalah Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil pengelolaan obat dan kesesuaian pengelolaan obat di Instalasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Sumber data yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dan hasil observasi langsung serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Maret 2021. Obyek penelitian adalah sistem pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENYIMPANAN SEDIAAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT A DAN B

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan obat oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit, oleh karena itu pengelolaan obat yang kurang efisien pada tahap penyimpanan akan berpengaruh terhadap peran rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan sediaan obat di gudang farmasi Rumah Sakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan bahwa di beberapa Rumah Sakit dari artikel dan jurnal ilmiah yang didapat dalam sistem penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit secara umum masih ditemukan beberapa kriteria yang tidak memenuhi persyaratan standar penyimpanan obat menurut PerMenKes Nomor 72 tahun 2016. Kriteria yang belum memenuhi standar, antara lain: gudang yang tidak terlalu luas untuk menyimpan semua persediaan obat, gudang penyimpanan obat tidak terpisah dari instalasi pelayanan, tidak adanya pengatur kelembaban, tidak adanya papan alas dan obat diletakkan langsung dilantai, tidak ada keterangan untuk obat mudah terbakar, tidak ada alarm untuk mencegah pencurian, dan penyimpanan obat yang tidak disimpan berdasarkan kelas terapi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail