Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ILHAM

8 karya publik ditemukan.

2026: 62023: 2

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bajakah merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan yang ada pada batang bajakah dengan ekstrak etanol dan menggunakan metode uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, sampel batang bajakah diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol batang bajakah dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrinning fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan melalui spektrofotometer UV-Vis dan analisis data. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk). Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, fenolik, saponin, dan terpenoid. Uji kuantitatif menghasilkan nilai IC₅₀ ekstrak sebesar 206,81 ppm (kategori sangat lemah), sedangkan kontrol positif vitamin C memiliki nilai IC₅₀ 7,62 ppm (kategori sangat kuat). Analisis statistik dengan uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal (p=0,061 > 0,05). Uji independent sample T-Test dengan Levene test sig 0,018 (p<0,05) menghasilkan nilai p=0,015 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak batang bajakah dan vitamin C. Hasil uji ekstrak etanol batang bajakah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami, namun efektivitasnya masih jauh lebih rendah dibandingkan vitamin C sehingga perlu proses penyesuaian metode ekstraksi atau kombinasi dengan senyawa lain.

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI UPTD PUSKESMAS KARANG JATI BALIKPAPAN TAHUN 2025

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI UPTD PUSKESMAS KARANG JATI BALIKPAPAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL PADA KULIT DAN DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radikal bebas yang di dapatkan dari aktivitas diluar ruangan sering kali menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan tambahan yang dapat diperoleh dari buah dan sayur salah satunya buah naga. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam nilai IC50. Studi literatur ini diharapkan dapat menunjukan peluang dari bagian kulit dan buah naga merah yang bisa di kembangkan sebagai sumber bahan alami dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Rancangan penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yaitu mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah sumber yang terkait lalu membuat kesimpulan. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan ekstrak etanol pada kulit dan daging buah naga merah. Berdasarkan studi literatur yang disajikan dalam bentuk deskirptif menunjukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berkisar 13,99 –14,21 ppm, sedangkan ekstrak daging buah memiliki nilai IC50 lebih tinggi yaitu 65,19–76,39 ppm yang tergolong kuat hingga sedang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, di mana kulit buah mengandung senyawa bioaktif lebih beragam seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL PADA KULIT DAN DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan radikal bebas yang di dapatkan dari aktivitas diluar ruangan sering kali menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan tambahan yang dapat diperoleh dari buah dan sayur salah satunya buah naga. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam nilai IC50. Studi literatur ini diharapkan dapat menunjukan peluang dari bagian kulit dan buah naga merah yang bisa di kembangkan sebagai sumber bahan alami dalam bidang farmasi, pangan, dan kosmetik. Rancangan penelitian ini merupakan jenis studi literatur, yaitu mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah sumber yang terkait lalu membuat kesimpulan. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antioksidan ekstrak etanol pada kulit dan daging buah naga merah. Berdasarkan studi literatur yang disajikan dalam bentuk deskirptif menunjukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berkisar 13,99 –14,21 ppm, sedangkan ekstrak daging buah memiliki nilai IC50 lebih tinggi yaitu 65,19–76,39 ppm yang tergolong kuat hingga sedang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, di mana kulit buah mengandung senyawa bioaktif lebih beragam seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid/steroid yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.

Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Secara Spektrofotometri UV-Vis

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan jenis tanaman dari keluarga cucurbitacae. Tanaman ini merupakan sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid, polisakarida, dan garam mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsentrasi pelarut etanol dapat mempengaruhi hasil ekstraksi suatu simplisia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan variasi konsentrasi etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total secara spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi etanol 70% dan 95%, variabel terikat berupa kadar flavonoid total, variabel kontrol berupa metode ekstraski, tempat pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian menyatakan kadar rendemen ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 13.68% dan 15.54%. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 1.1931 ± 0.0810, 1.2045 ± 0.0854. Konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar rendemen dan flavonoid ekstrak kulit buah labu kuning.

Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Secara Spektrofotometri UV-Vis

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan jenis tanaman dari keluarga cucurbitacae. Tanaman ini merupakan sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid, polisakarida, dan garam mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsentrasi pelarut etanol dapat mempengaruhi hasil ekstraksi suatu simplisia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan variasi konsentrasi etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total secara spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi etanol 70% dan 95%, variabel terikat berupa kadar flavonoid total, variabel kontrol berupa metode ekstraski, tempat pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian menyatakan kadar rendemen ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 13.68% dan 15.54%. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 1.1931 ± 0.0810, 1.2045 ± 0.0854. Konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar rendemen dan flavonoid ekstrak kulit buah labu kuning.