ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global. Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi TB, termasuk sistem pelaporan berbasis digital melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan penanggulangan TB yang diterapkan di Klinik X kota Samarinda, dengan fokus pada implementasi kebijakan, kepatuhan tenaga kesehatan, serta hambatan yang dihadapi dalam sistem pelaporan kasus TB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 3 orang tenaga kesehatan, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan SITB. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan analisis persentase efektivitas kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan kebijakan dan pelaporan SITB di Klinik X masih bervariasi. Peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian berada dalam kategori Kurang Baik dengan nilai efektivitas 50%, sementara tata laksana pasien TBC tergolong Cukup Baik dengan nilai 57,14%. Ketersediaan obat anti-TB (OAT) masih Kurang Baik dengan skor hanya 14,28%, menunjukkan kendala serius dalam penyediaan obat. Namun, aspek komunikasi, informasi, edukasi (KIE), dan konseling menunjukkan hasil yang Baik, dengan efektivitas 90%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat menuntut adanya analisis efisiensi ekonomi dalam pengobatan. Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronik dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas biaya penggunaan terapi insulin dan insulin kombinasi OHO pada pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Inche Abdoel Moeis dengan metode analisis efektivitas biaya (Cost Effective Analysis). Penelitian ini adalah penelitian non-ekperimental deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien diabetes mellitus di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Teknik sampling menggunakan metode total sampling dengan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan penurunan kadar glukosa darah puasa (GDP). Biaya yang dianalisis adalah biaya medis langsung dari perspektif rumah sakit yang meliputi biaya obat, cek laboratorium, administrasi poli dan kefarmasian. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil menunjukkan rata-rata total biaya medis langsung pada kelompok terapi insulin lebih tinggi dibandingkan kelompok terapi insulin OHO. kelompok terapi insulin menunjukkan rata-rata penurunan GDP sebesar 37,541 mg/dL, sedangkan kelompok terapi insulin kombinasi OHO sebesar 32,672 mg/dL. Hasil analisis ACER menunjukkan terapi insulin kombinasi OHO menghasilkan biaya yang lebih rendah untuk setiap satuan penurunan GDP dibandingkan terapi insulin. Terapi insulin rata-rata memberikan penurunan GDP yang sedikit lebih besar, terapi insulin kombinasi OHO memiliki biaya yang lebih rendah sehingga menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik. Demikian terapi insulin kombinasi OHO dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi yang lebih cost-effective pada pasien DMT2 sesuai dengan kondisi klinis pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah ginekologi yang sering dialami oleh remaja putri dan wanita usia subur, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenorea mendorong perlunya alternatif pe-nanganan yang aman dan minim efek samping. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi dan analgesik. Senyawa ngingerol, shogaol, dan paradol pada jahe merah berperan sebagai senyawa bioaktif utama yang memberikan efek antiinflamasi dan analgesik yang kuat untuk mengurangi nyeri haid. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif terhadap jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa air rebusan jahe merah dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea baik pada remaja dan wanita usia subur. Dimana pemberian air rebusan jahe merah dapat menurunkan skala nyeri, mulai dari nyeri berat sampai nyeri ringan. Berdasakan hasil penelitian juga mengkonsumsi air rebusan jahe merah dapat menurunkan nyeri sebelum dan pada saat menstruasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit kronis yang sering sulit dikontrol hanya dengan satu obat. Jika satu obat (monoterapi) saja tidak berhasil, maka pasien biasanya perlu kombinasi dua atau lebih obat hipoglikemik oral (OHO). Studi literatur ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif berbagai kombinasi OHO dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif yaitu dengan menggambarkan hasil kumpulan jurnal tentang efektivitas gabungan obat hipoglikemik oral pada pasien Diabetes Mellitus berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, hasil lab, dan lama rawat inap. Berdasarkan hasil studi literatur dari kedua jurnal menunjukkan bahwa Metformin dan Acarbose memberikan hasil klinis yang lebih efisien rata-rata rawat inap 7 hari dibandingkan kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang memerlukan durasi perawatan lebih lama 10 hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris penyakit kulit karena bakteri Propionibacterium acnes. Rangkaian produk skincare salah satunya cream anti acne yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Cream anti acne mempunyai mekanisme kerja yaitu untuk mengurangi sekresi sebum, meningkatkan regenerasi sel kulit, serta memiliki sifat anti bakteri dan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas night cream anti acne dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik sampling purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 3 sampel night cream anti acne berbeda yang digunakan dengan kode krim (DS, MS dan ST) yang diperoleh dari toko kosmetik dan klinik kecantikan. Uji efektivitas bakteri dengan benzoil peroksida gel (2,5%) sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Analisa didapatkan dengan melakukan pengukuran diameter zona hambat. Dianalisa dengan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui MS memiliki zona hambat paling besar dengan rata-rata 6,7 mm. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Kruskall-Wallis, diketahui nilai sig 0,05 dan = 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna peningkatan konsentrasi krim uji terhadap zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.