ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pofil penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan spektrum toksisitas, kegagalan terapi pengobatan, biaya pengobatan yang tinggi, komplikasi hingga kematian pasien, serta menghambat mutu pelayanan kesehatan itu sendiri. Penelitian studi literatur ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi instansi pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait penggunaan obat antihipertensi. Objek penelitian nya adalah profil penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif. Data yang dianalisis berupa data karakteristik pasien dan data penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit RSUD Mardi Waluyo Blitar, RSUD Penambahan Senopati dan RSUD Sultan Imanuddin. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien terkait jenis kelamin, usia dan derajat hipertensi, data penggunaan obat hipertensi. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa karakteristik pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit paling banyak pada usia 40-60 tahun, sedangkan karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak menderita penyakit hipertensi didominasi oleh wanita dengan derajat hipertensi paling banyak pada stadium dua. Berdasarkan data penggunaan obat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien rawat inap diberikan obat antihipertensi dalam bentuk bentuk tunggal dengan pilihan obat yang cukup bervariasi antar rumah sakit. Sedangkan kombinasi dua dan tiga jenis obat memiliki persentase yang sama besar dan yang paling sedikit dengan empat kombinasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh adanya hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi literatur, menggunakan data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi : (1). Pengumpulan data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan; (2). Penyajian data; (3). Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan OHO tunggal di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin (81,82% dan 38,1%), sedangkan di RSUD Lerik Kupang adalah Glimepiride (85,92%). Profil pengobatan diabetes mellitus untuk kombinasi OHO di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin dan Glimepirid (39,49% dan 26,4%), sedangkan di RS Lerik Kupang adalah Glimepiride dan Acarbose (47,07%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, yang di dalamnya dilakukan banyak kegiatan salah satunya adalah penyimpanan obat. Penyimpanan obat merupakan kegiatan memelihara atau menyimpan perbekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman. Tujuan penelitian mengetahui profil penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 checklist di Puskesmas Tanjung Redeb Kab. Berau (34) 85% checklist persyaratan gudang obat, pengaturan penyimpanan obat, kondisi penyimpanan obat, tata cara penyusunan obat sudah memenuhi persyaratan dan yang tidak memenuhi persyaratan (6) 15% checklist. Puskesmas Maubesi Kab. Timor Tengah termasuk kategori baik dengan nilai presentase sebesar 85% pengaturan , penyimpanan, pencatatan dan pengamatan. Puskesmas Kota Palangkaraya penyimpanan, pengaturan, kondisi penyimpanan, tata cara penyimpanan dan pengamatan mutu obat secara umum sudah memenuhi persyaratan. Puskesmas Tompobulu Kab. Maros penerimaan, pengaturan, pengeluaran, stock opname, pencatatan dan pelaporan obat rata-rata diatas 50% sehingga disimpulkan sudah memenuhi persyaratan. Puskesmas Haekto hasil penelitian terhadap sistem penyimpanan obat di gudang obat berdasarkan pengaturan tata ruang sebesar (71,43%) termasuk kategori cukup, sedangkan cara penyimpanan sebesar (78,57%) termasuk kategori baik, pencatatan kartu stok sebesar (100%) termasuk kategori baik dan pengamatan mutu sebesar (80%) termasuk kategori baik. Puskesmas Haekto termasuk kategori baik yakni 82,5%. Sehingga dapat disimpulkan beberapa Puskesmas telah memenuhi persyaratan sesuai dengan pengelolaan obat yang telah diatur namun masih harus dilakukan perbaikan dan evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan obat merupakan salah satu pengelolaan obat yang menjamin tercapainya ketepatan jumlah obat dan jenis perbekalan farmasi lainnya. Selain penyimpanan ada aspek lain yang merupakan rangkaian kegiatan pengelolaan obat yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian dan penghapusan yang dikelola secara optimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di puskesmas berdasarkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian Di Puskesmas tahun 2010. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari jurnal, skripsi, dan Karya Tulis Ilmiah atau penelitian sebelumnya. Objek penelitian ini adalah persyaratan gudang obat, pengaturan penyimpanan obat, dan tata cara penyusunan obat dipuskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang telah direduksi, dan disajikan menggunakan tabel yang disertai narasi. Hasil dari studi literatur ini adalah penyimpanan obat di puskesmas belum memenuhi syarat dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2010.