ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis tidak menular dengan angka rawat inap tinggi di RSUD Kudungga Kutai Timur, tercatat sebanyak 182 pasien berkode E10 pada tahun 2024, yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara tarif INA-CBG's dan biaya riil rumah sakit, terutama pada pasien BPJS Kesehatan yang merupakan jenis jaminan dengan jumlah kunjungan terbanyak di rumah sakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara tarif INA-CBG's dengan tarif riil rumah sakit pada pasien BPJS Diabetes Mellitus Tipe 2 rawat inap kelas 2 di RSUD Kudungga Kutai Timur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik cross sectional dengan total sampling pada seluruh berkas klaim periode Januari–Juni 2025, dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dilanjutkan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian dari 9 pasien menunjukkan total tarif riil sebesar Rp94.807.397 dengan rata-rata Rp10.534.155 per pasien, sedangkan total tarif INA-CBG's hanya Rp50.495.500, sehingga terdapat selisih kumulatif negatif sebesar Rp44.311.897 (46,74%). Sebanyak 8 dari 9 pasien (88,9%) memiliki tarif riil yang melebihi tarif INA-CBG's dengan komponen biaya terbesar yang menyebabkan selisih tersebut adalah obat dan BMHP (30,19%), diikuti tindakan medis (16,87%), dan pemeriksaan laboratorium (15,39%). Tingginya komponen biaya obat dan BMHP mencerminkan kompleksitas penanganan klinis pasien DM Tipe 2 yang membutuhkan terapi jangka panjang serta pemantauan intensif selama masa perawatan di rumah sakit. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,192 dan p = 0,028 (p 0,05). Tarif riil rumah sakit secara konsisten melebihi tarif INA-CBG's di semua kelompok pasien, yang berarti tarif paket INA-CBG's belum mampu menutup seluruh biaya pelayanan aktual rumah sakit untuk pasien DM Tipe 2 rawat inap kelas 2 di RSUD Kudungga Kutai Timur, sehingga biaya riil pelayanan tidak sepenuhnya sejalan dengan tarif klaim INA-CBG's yang diterima.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2025•Artikel Penelitian dan Pengabdian
We are using soap to remove dirt and bacteria in the skin. Traditionally, soap is made from vegetable oils and lye with simple home tools like pan and stove. Materials for handmade soap is not expensive and easily available, but it gives us a luxury bath. The reaction between fatty acid and lye in soap produces glycerin, a good humectant, to keep our skin supple and moist. Commercial soap manufacturer make it a practice to remove the glycerin that is produces during the saponification process. Hence, handmade soap does not dried out skin, like the commercial soap product. This activity aimed to (1) sharing information about PKK community in Gunung Kelua RT.37, and (2) to teach the community how to make a handmade soap with cheap materials that easily available. This activity used dialog method to discuss the benefit of soaps, soap materials, and sop-making practice. The practice of making soap is demonstrated in front of audience, and many audiences had a hand in practice. This activity then evaluated. The result is all audience has understood how to make soap and were able to practice soap-making.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang digunakan
untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pada peresepan obat. Peresepan pada
anak memiliki resiko yang tinggi dalam pengobatan sebesar sepuluh kali lipat
dibandingkan dengan peresepan pada dewasa. Tingginya resiko ini disebabkan
perbedaan pada massa tubuh anak di mana dosis dihitung secara individu
berdasarkan usia, berat badan, atau luas permukaan tubuh. Pengkajian ini bertujuan
untuk mengetahui tentang gambaran kelengkapan aspek administratif dan
farmasetis pada resep pasien pediatrik di instalasi rawat jalan rumah sakit.
Berdasarkan resep yang diamati dari Rumah Sakit Azzahra Kalirejo Lampung
Tengah dan Rumah Sakit Umum Daerah Lambuang Baji, masih ditemukan
ketidaklengkapan dalam penulisan resep menurut Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit. Berdasarkan hasil studi literatur terkait kelengkapan penulisan resep
pasien pediatrik di instalasi rawat jalan Rumah Sakit menunjukkan bahwa terdapat
4 (empat) aspek administratif yang persentase ketidaklengkapannya paling besar
yaitu berat badan pasien. Sedangkan pada aspek farmasetis yang memiliki
persentase ketidaklengkapan paling besar adalah kekuatan sediaan obat serta aturan
dan cara penggunaan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahan pada resep dan dapat merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. , skrining resep merupakan suatu pemeriksaaan resep yang pertama kali dilakukan oleh petugas apotek setelah resep diterima di apotek.Skrining resep meliputi skrining admninstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuian klinis. Skrining administrastif adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari nama pasien, umur, jenis kelamin, tanggal penulisan resep, nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat pasien, nomor telepon pasien, dan paraf dokter. Skrining farmasetik adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri daribentuk dan kekuatan sediaan, aturan dan cara penggunaan obat, nama obat, jumlah obat, stabilitas, dan kompatibilitas (ketercampuran obat). Skrining Klinis adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari ketepatan indikasi, dosis obat, duplikasi dan interaksi obat.Skrining resep bertujuan untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kelengkapan Resep di Apotek Sahabat Samarinda sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan melakukan analisis hanya pada taraf deskripsi atau hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan pada data. Teknik pengambilan data adalah dengan metode purposive sampling dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang digunakan adalah resep di Apotek Sahabat Samarinda pada bulan Maret 2023. Pengambilan data bersifat retrospektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Resep adalah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada pasien. Penulisan resep harus ditulis degan jelas, lengkap dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang ditulis tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan, penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan. Kelengkapan resep meliputi administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda pada tahun 2022 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Metode penelitian yaitu secara observasional yang bersifat dekskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Objek dalam penelitian ini adalah kelengkapan dan kejelasan resep pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahrani tahun 2022. Sampel yang digunakan adalah resep pasien poli rawat jalan yang masuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahrani pada tahun 2022 dengan teknik sampling yaitu simpel random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dalam besaran persentase sehingga menghasilkan angka persentase kelengkapan dan kejelasan resep pada kajian administratif, farmasetik dan klinis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan resep pada aspek administratif di Puskesmas sesuai dengan Permenkes No.74 tahun 2016. Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli kefarmasian yang bersangkutan mengerti obat apa yang akan diberikan kepada pasien. Dilakukan pengkajian terhadap kelengkapan administratif pada resep apakah memenuhi ketentuan Permenkes No 74 tahun 2016. Objek penelitian yaitu aspek kelengkapan administratif resep di Puskesmas, yakni meliputi kelengkapan data pasien (Nama, umur, jenis kelamin, berat badan pasien) , kelengkapan data dokter (Nama dan paraf dokter) tanggal penulisan resep dan ruangan asal/unit di Puskesmas Cilamaya di Kabupaten Karawang, Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar dan Puskesmas Sarolangun Puskesmas menurut Permenkes No 74 tahun 2016. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisa dengan disajikan dalam bentuk berupa tabel data-data yang terkumpul Hasil analisis berupa persentase dan dinarasikan dalam bentuk paragraf. kelengkapan resep dari 3 jurnal aspek administratif berdasarkan nama pasien diperoleh persentasi keseuaian berkisar 100%, berdasarkan umur pasien berkisar 98,2%, jenis kelamin berkisar 33,3%, berat badan berkisar 32,2%, nama dokter berkisar 58,4%, paraf dokter berkisar 65,6%, tanggal penulisan resep berkisar antara 92,7% dan ruangan asal 25,3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan aspek administratif pada penulisan resep di beberapa rumah sakit sesuai dengan Permenkes No.72 tahun 2016. Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli farmasi yang bersangkutan mengerti obat apa yang akan di berikan kepada pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek pada penelitian ini adalah kelengkapan aspek administratif penulisan resep di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi dari beberapa literatur menunjukkan bahwa dalam penulisan resep di beberapa apotek rumah sakit masih belum memenuhi semua aspek kelengkapan resep secara administratif. Beberapa aspek administratif yang paling sering tidak memenuhi aspek kelengkapan adalah penulisan jenis kelamin dan berat badan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya medication error. Pemeriksaan kelengkapan resep merupakan salah satu bagian dari pelayanan farmasi klinik di puskesmas. Pemeriksaan kelengkapan resep meliputi beberapa aspek yaitu kelengkapan administratif, farmasetik dan klinis. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah serta dokumen yang terkait. Objek penelitian pada penelitian ini adalah gambaran kelengkapan aspek administratif resep di puskesmas. Tahapan penelitian meliputi penyuntingan data, penyajian data, dan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh adanya hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi literatur, menggunakan data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi : (1). Pengumpulan data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan; (2). Penyajian data; (3). Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan OHO tunggal di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin (81,82% dan 38,1%), sedangkan di RSUD Lerik Kupang adalah Glimepiride (85,92%). Profil pengobatan diabetes mellitus untuk kombinasi OHO di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin dan Glimepirid (39,49% dan 26,4%), sedangkan di RS Lerik Kupang adalah Glimepiride dan Acarbose (47,07%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketidaklengkapan dalam penulisan resep dapat menimbulkan permasalahan antara penulisan resep dan pembaca resep. Resep yang lengkap harus memenuhi persyaratan administratif, farmasetis dan klinis seperti tanggal penulisan resep, nama, umur, nama dokter, nomor SIP, jenis kelamin pasien, berat badan pasien, alamat, nomor telpon, dan tanda tangan dokter. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian kajian administratif kelengkapan penulisan resep di apotek.Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data kelengkapan penulisan administratif resep. Hasil studi literatur menunjukan bahwa penulisan resep di beberapa apotek belum sesuai dengan aspek kelengkapan resep secara administratif. Berdasarkan 10 (sepuluh) aspek administratif yang paling banyak tidak terpenuhi adalah pada umur dan berat badan yang berpotensi terjadi kesalahan dalam pemberian dosis obat yang membahayakan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengkajian resep merupakan tindakan yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penulisan resep dengan aspek kelengkapan resep secara administratif dan farmasetis di Apotek. Jenis penelitian adalah studi literatur secara deskriptif. Objek penelitian adalah kelengkapan penulisan resep meliputi administratif dan farmasetik di Apotek. Data diperoleh dengan cara mengamati data atau jurnal yang telah terkumpul dan dilakukan perbandingan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari literatur yang telah dikumpulkan. Berdasarkan literatur yang dikumpulkan masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan resep di Apotek. Pada aspek administratif berat badan pasien merupakan poin terbesar yang tidak sesuai. Pada aspek farmasetis bentuk sediaan merupakan poin terbesar yang tidak sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesalahan dalam tahap prescribing merupakan kesalahan yang terjadi pada proses penulisan resep kesalahan penulisan resep yang di maksud ialah ketidak lengkapan resep dan resep tidak terbaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa saja yang terjadi pada tahap peresepan di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi. Penelitian dilakukan merupakan penelitian study literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber-sumber yang relevan, mempelajari dan menelaah dokumen yang terkait seperti karya tulis ilmiah dan jurnal ilmiah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengobatan (medication error) yang terjadi pada tahap peresepan (prescribing) di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi pada persyaratan administrasi dan persyaratan farmasetik dalam resep. Hasil penelitian persentase kesalahan tertinggi yang terdapat pada peryaratan administrasi ialah nama pasien RS X di Kota Manado 4,98%, umur pasien RS Bhayangkara Tk. III Manado 80,12%, nama dokter RSUD Taman Husada Bontang 1,5%, paraf dokter RSUD Taman Husada Bontang 7,5%, tanggal resep RS Dirgahayu Samarinda 10%. dan pada persyaratan farmasetik ialah nama obat RSUD Taman Husada Bontang 12%, bentuk sediaan RSUD Bintung 74,53%, dosis dan kekuatan sediaan RS Dirgahayu Samarinda 41,75%, jumlah obat RS X di Kota Manado 0,33%, dan pada aturan pakai RSUD Taman Husada Bontang 1,75%.