Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: antihipertensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEMBANG JANGGUT KUTAI KARTANEGARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg berdasarkan pengukuran berulang. Dalam praktik klinis, pasien hipertensi sering memperoleh terapi kombinasi antihipertensi serta obat untuk penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Oktober–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, diagnosis, dan terapi obat. Potensi interaksi obat diidentifikasi menggunakan aplikasi Drugs.com dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan menjadi minor, moderate, dan mayor, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 144 potensi interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori minor sebanyak 28 kasus (19,44%) moderate merupakan yang terbanyak yaitu 69 kasus (47,92%), kategori mayor sebanyak 25 kasus (17,36%), serta 22 kasus (15,28%) yang tidak menunjukkan adanya potensi interaksi obat. Berdasarkan mekanisme interaksinya, potensi interaksi lebih banyak terjadi melalui mekanisme farmakodinamik dibandingkan farmakokinetik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut memiliki potensi interaksi obat yang didominasi oleh kategori moderate dengan mekanisme interaksi farmakodinamik, sehingga identifikasi potensi interaksi obat diperlukan untuk mendukung keamanan dan rasionalitas terapi pasien.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS UJOH BILANG KABUPATEN MAHAKAM ULU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas didunia. Penggunaan obat antihipertensi yang tepat berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjainya komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan gambaran mengenai penggunaan obat antihipertensi sebagai bahan evaluasi pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Puskesmas Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh 178 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data analisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien paling banyak berusia 49-59 tahun (50,0%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 122 pasien sebesar (68,5%), hipertensi tahap I sebanyak 86 pasien (48,3%), dan penyakit penyerta paling banyak adalah diabetes melitus sebanyak 26 (59,1%). Gambaran penggunaan obat antihipertensi menunjukkan bahwa obat paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu amlodipin 10 mg sebanyak 112 resep (58,6%). Pola penggunaan obat tunggal didominasi oleh amlodipin 10 mg sebanyak 164 pasien (99,4%), sedangkan pola penggunaan kombinasi yang paling banyak amlodipin 10 mg dan catopril 25 mg sebanyak 8 pasien (61,5%). Frekuensi pemberian obat paling banyak adalah 1 kali sehari sebanyak 112 (62,9%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Dian Novita Sayuti Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Usulan Skripsi : Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Pembimbing : apt. Siti Jubaidah, S. Far., M.Pd. apt. Yullia Sukawaty, S. Far., M Sc. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria atau gangguan organ lainnya. Kondisi ini menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat, termasuk penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain observasional retrospektif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien preeklampsia rawat inap periode Januari–Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 160 rekam medis yang diperoleh, sebanyak 61 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi usia pasien, usia kehamilan, riwayat hipertensi, proteinuria, diagnosis, lama rawat inap, serta penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien preeklampsia paling banyak berada pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 46 pasien (75%), usia kehamilan trimester III sebanyak 60 pasien (98%), memiliki riwayat hipertensi keluarga sebanyak 28 pasien (46%), proteinuria +3 sebanyak 27 pasien (45%), dan diagnosis preeklampsia berat sebanyak 40 pasien (66%). Pola penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi nifedipin, magnesium sulfat (MgSO₄), dan methyldopa sebanyak 24 pasien (39%), diikuti kombinasi nifedipin dan methyldopa sebanyak 19 pasien (30%). Penggunaan terapi kombinasi lebih dominan dibandingkan terapi tunggal karena sebagian besar pasien mengalami preeklampsia berat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan didominasi oleh terapi kombinasi nifedipin, MgSO₄, dan methyldopa. Terapi kombinasi digunakan untuk mengendalikan tekanan darah sekaligus mencegah komplikasi kejang pada pasien preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, Antihipertensi, Nifedipin, Methyldopa, Magnesium Sulfat, Profil Penggunaan Obat.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK KUTAI BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh rasionalitas penggunaan obat antihipertensi, Sehingga diperlukan evaluasi terhadap ketepatan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi, pola penggunaan obat antihipertensi, serta mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat berdasarkan ketepatan pasien, ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis pada pasien hipertensi di Puskesmas Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Januari–Desember 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 376 data resep yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas penggunaan obat diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, mengoptimalkan keberhasilan terapi, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi melalui penggunaan obat yang tepat dan sesuai pedoman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi didominasi oleh perempuan sebanyak 239 pasien (63,56%) dan kelompok usia 61–70 tahun sebanyak 130 pasien (34,57%). Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan adalah diabetes melitus sebanyak 104 pasien (71,72%). Sebagian besar pasien telah mencapai target tekanan darah sistolik, yaitu sebanyak 304 pasien (80,85%), sedangkan 72 pasien (19,15%) belum mencapai target pengendalian tekanan darah. Pola penggunaan antihipertensi didominasi oleh terapi monoterapi golongan Calcium Channel Blocker menggunakan amlodipin sebanyak 311 pasien (82,71%), sedangkan terapi kombinasi amlodipin–kaptopril diberikan pada 65 pasien (17,29%). Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis sesuai pedoman terapi yang digunakan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Barong Tongkok telah memenuhi prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman terapi, meskipun masih terdapat pasien yang belum mencapai target tekanan darah sehingga diperlukan pemantauan terapi, peningkatan kepatuhan minum obat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi, namun masih banyak pasien yang tidak patuh, sehingga tekanan darah tetap tidak terkontrol dan beresiko menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran tingkat kepatuhan dalam menggunakan obat antihipertensi di puskesmas. Metodologi penelitian ini menggunakan studi literatur dengan meninjuau artikel dan jurnal tingkat kepatuhan pasien hipertensi yang di ukur menggunakan kuisioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan rendah pada pasien hipertensi di puskesmas lempake samarinda dengan persentase (41,5%), sedangkan di puskesmas kema minahasa utara kepatuhan rendah dengan persentase (57,7%). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan termasuk usia, pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, pengetahuan pasien, serta jenis kelamin. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan yang padat, dan yang telah lama menderita hipertensi cenderung memiliki kepatuhan yang rendah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini adalah hipertensi. Akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian karena hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya bahkan pada sebagian besar kasus hipertensi tidak memberikan gejala. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi kepada masyarakat. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah berbagai sumber terkait seperti skripsi, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Objek penelitian ini yaitu hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan obat hipertensi yang digunakan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS DAUN SELEDRI ( apium graviolens L ) PADA PASIEN HIPERTENSI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian global yang sering dijuluki sebagai silent killer Oleh karena itu, penggunaan daun seledri (Apium graveolens L.), yang mengandung senyawa aktif seperti apigenin menjadi semakin diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait efektivitas daun seledri dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta menganalisis metode pemberian yang optimal (seduhan atau rebusan). Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan database Google Scholar dari tahun 2019 hingga 2024. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan efektivitas daun seledri sebagai antihipertensi berdasarkan dua jurnal utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun seledri efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, baik dalam bentuk rebusan maupun seduhan. Pemberian air rebusan daun seledri terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok lansia hipertensi. Temuan ini menunjukkan potensi daun seledri sebagai alternatif pengobatan hipertensi yang aman, ekonomis, dan minim efek samping. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dosis dan metode administrasi yang optimal .

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi literatur profil penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pofil penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan spektrum toksisitas, kegagalan terapi pengobatan, biaya pengobatan yang tinggi, komplikasi hingga kematian pasien, serta menghambat mutu pelayanan kesehatan itu sendiri. Penelitian studi literatur ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi instansi pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait penggunaan obat antihipertensi. Objek penelitian nya adalah profil penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif. Data yang dianalisis berupa data karakteristik pasien dan data penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di rumah sakit RSUD Mardi Waluyo Blitar, RSUD Penambahan Senopati dan RSUD Sultan Imanuddin. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien terkait jenis kelamin, usia dan derajat hipertensi, data penggunaan obat hipertensi. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa karakteristik pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit paling banyak pada usia 40-60 tahun, sedangkan karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak menderita penyakit hipertensi didominasi oleh wanita dengan derajat hipertensi paling banyak pada stadium dua. Berdasarkan data penggunaan obat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien rawat inap diberikan obat antihipertensi dalam bentuk bentuk tunggal dengan pilihan obat yang cukup bervariasi antar rumah sakit. Sedangkan kombinasi dua dan tiga jenis obat memiliki persentase yang sama besar dan yang paling sedikit dengan empat kombinasi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan untuk mengetahui golongan obat hipertensi yang paling banyak digunakan sebagai terapi pengobatan. Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan. Penyakit ini merupakan pembunuh utama yang secara luas dikenal sebagai penyakit kardiovaskular. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal ilmiah dan skripsi yang terkait. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data dianalisis dan dicari persentasenya berdasarkan kriteria, untuk mengetahui perbandingan pola peresepan obat antihipertensi dari beberapa Rumah Sakit. Berdasarkan dari hasil telaah literatur tentang profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi didapatkan bahwa pasien hipertensi paling banyak berjenis kelamin perempuan, kelompok usia antara 40-59 tahun dengan hipertensi stadium 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah golongan obat yang banyak digunakan adalah golongan obat politerapi yaitu Calcium Channel Blocker (CCB) dan Angiotensi Converting Enzyme Inhibitor (ACE-I).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN LITERATUR POLA PERESEPAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI FASILITAS KESEHATAN KOTA BALIKPAPAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kajian literatur bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat antihipertensi di puskesmas. Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah seseorang berada diatas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Penyakit ini dikategorikan sebagai the silent disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kasus hipertensi di Kota Balikpapan merupakan penyakit tertinggi setelah ISPA. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan mempelajari, menelaah buku, majalah ilmiah, dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Hasil data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan data karakteristik profil pengobatan pada 2 puskesmas di Kota Balikpapan menunjukkan bahwa pasien perempuan lebih banyak menderita hipertensi dibanding laki-laki. Terapi tunggal dengan penggunaan obat golongan obat Calcium Channel Blocker (Amlodipin) lebih banyak digunakan dibanding dengan terapi kombinasi dalam pengobatan hipertensi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI BEBERAPA PUSKESMAS DI INDONESIA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan sebagai penyakit kardiovaskular yang sangat umum. Hipertensi berkaitan dengan penurunan usia harapan hidup, peningkatan resiko stroke, penyakit jantung koroner, dan penyakit organ target lainnya seperti retinopati dan gagal ginjal. Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran penggunaan obat antihipertensi dibeberapa puskesmas di Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literature, menggunakan data sekunder yang berasal dari penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi: (1). Pengumpulan data berupa penyutingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan; (2). Penyajian data; (3). Penarikan kesimpulan. Objek penelitiannya yaitu penggunaan obat antihipertensi di beberapa puskesmas di Indonesia dan analisis datanya dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari penelitian Hasil penelitian yang dilakukan di puskesmas Barong tongkok, Marawola dan Siantan Hilir dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan dan berdasarkan umur paling rentan terkena hipertensi dengan usia 46 – 55 tahun dikarenakan Semakin bertambahnya usia seseorang maka semakin tinggi risiko terjadinya penyakit hipertensi dan berdasarkan regimen penggunaan obat hipertensi adalah penggunaan obat tunggal

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA IBU HAMIL DIBEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil selain pendarahan dan infeksi. Pentingnya pemilihan obat antihipertensi untuk mencegah terjadinya cacat janin serta kematian ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat antihipetensi pada ibu hamil dan untuk mengetahui ketepatan obat antihipertensi di beberapa Rumah Sakit di Indonesia, ditinjau dari aspek tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan tentunya tepat dosis dengan standar Depkes RI maupun acuan JNC 7. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen data dianalisis secara deskriptif. Data diperoleh dari beberapa pencarian literatur yang telah dipublikasikan sebelumnya, diantaranya RS Dirgahayu Samarinda (2019), RS Bhayangkara Palangkaraya (2019), RSUD Wates Kulon Progo (2016). Hasil studi literatur menunjukkan jenis obat anti hipertensi yang digunakan pada ibu hamil di 2 rumah sakit (RS Dirgahayu Samarinda dan RS Bhayangkara Kota Palangkaraya) adalah metildopa, dan pada RSUD Wates Kulon Progo adalah amlodipin sebagai lini pertama pengobatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK FISIK DAN DISOLUSI SEDIAAN TABLET OBAT ANTIHIPERTENSI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyediaan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi hal yang penting dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka terhadap karakteristik fisik dan disolusi obat antihipertensi sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi sediaan tablet obat antihipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta disolusi tablet antihipertensi. Uji karakteristik fisik obat inovator, obat bermerek dagang dan produk obat generik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia Edisi III dan pustaka penunjang lainnya. Namum, beberapa obat tidak memenuhi uji keseragaman bobot dan kekerasan hal tersebut dikarenakan setiap pabrik mempunyai formula dan metode pembuatan yang berbeda-beda. Profil disolusi menunjukkan hasil bahwa obat antihipertensi produk inovator, bermerek dagang dan produk obat generik memenuhi persyaratan pustaka yang terkait serta ekivalen antar produk berdasarkan parameter pengujian disolusi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Literatur ini bertujuan untuk melihat profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien BPJS di Apotek. Penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek yang menjadi penelitian adalah profil penggunaan obat antihipertensi. Analisa data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu data yang di peroleh dikelompokan berdasarkan jenis kelamin, usia, penggolongan obat antihipertensi, dan pola peresepan. Setelah itu data dianalisis dan dicari persentasinya berdasarkan kriteria, untuk mangetahui perbandingan pola peresepan obat antihipertensi dan disajikan dalam bentuk tabel.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail