Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AZIZAH

19 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 32024: 12023: 52022: 32021: 12020: 2

FORMULASI SEDIAAN FACE MIST KOMBUCHA DAUN TEH HIJAU (Camellia Sinensis L.) SEBAGAI KOSMETIK ALAMI UNTUK KULIT BERJERAWAT

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kombucha teh hijau (Camellia sinensis L.) mengandung polifenol, katekin, dan hasil metabolit fermentasi yang dapat menghambat pertumbuhan Cutibacterium acnes, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan face mist. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum face mist kombucha teh hijau dengan variasi konsentrasi gliserin dan propilen glikol serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Cutibacterium acnes. Penelitian menggunakan metode desain faktorial 22 dengan dua faktor, yaitu gliserin (5% dan 15%) serta propilen glikol (1% dan 15%). Respon yang diamati meliputi pH, viskositas, waktu kering, dan daya semprot. Data dianalisis menggunakan software Design Expert 13 untuk menentukan formula optimum, kemudian dilakukan verifikasi, uji aktivitas antibakteri, dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada konsentrasi gliserin 5% dan propilen glikol 1% dengan nilai desirability sebesar 0,740. Formula optimum memiliki pH 5,28 ± 0,03, viskositas 32,00 ± 17,89 cP, waktu kering 3,11 ± 0,07 menit, dan daya semprot 5,15 ± 0,09 cm. Formula optimum menghasilkan diameter zona hambat sebesar 9,73 mm terhadap Cutibacterium acnes yang termasuk kategori sedang. Selama penyimpanan 28 hari, formula mengalami perubahan pada beberapa karakteristik fisik, namun tetap mempertahankan bentuk, aroma, dan homogenitas sediaan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG PADA KONSUMEN APOTEK AaSIYAH MEDIKA KECAMATAN LINGGANG BIGUNG

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat pengetahuan konsumen tentang obat generik dan obat merek dagang merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan keduanya belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian obat generik dan merek dagang pada konsumen di Apotek Aasiyah Medika Kecamatan Linggang Bigung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional yang melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke apotek selama periode 25 Juni hingga 6 Agustus 2025. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian, serta uji Cramér’s V untuk menilai keeratan hubungan tersebut. Analisis multivariat menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai pengaruh variabel demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan) serta tingkat pengetahuan terhadap praktik pembelian obat generik dan merek dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (65%) dan praktik pembelian baik (62%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik (Chi-Square = p 0,001; Cramér’s V = 0,238). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik (β = 0,395; p 0,001), sedangkan variabel demografi tidak berpengaruh langsung signifikan (p > 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen berperan sebagai faktor utama yang memengaruhi praktik pembelian obat, sementara variabel demografi hanya memberikan pengaruh yang terbatas.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PRAKTIK PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG PADA KONSUMEN APOTEK AaSIYAH MEDIKA KECAMATAN LINGGANG BIGUNG

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingkat pengetahuan konsumen tentang obat generik dan obat merek dagang merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan keduanya belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian obat generik dan merek dagang pada konsumen di Apotek Aasiyah Medika Kecamatan Linggang Bigung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional yang melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke apotek selama periode 25 Juni hingga 6 Agustus 2025. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian, serta uji Cramér’s V untuk menilai keeratan hubungan tersebut. Analisis multivariat menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai pengaruh variabel demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan) serta tingkat pengetahuan terhadap praktik pembelian obat generik dan merek dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (65%) dan praktik pembelian baik (62%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik (Chi-Square = p 0,001; Cramér’s V = 0,238). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik (β = 0,395; p 0,001), sedangkan variabel demografi tidak berpengaruh langsung signifikan (p > 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen berperan sebagai faktor utama yang memengaruhi praktik pembelian obat, sementara variabel demografi hanya memberikan pengaruh yang terbatas.

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah pepaya (Carica papaya L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki beberapa kandungan kimia sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan pada kulit buah pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel kulit buah pepaya, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah pepaya, variabel terikat adalah kandungan antioksidan pada ekstrak kulit buah pepaya. Ekstraksi pada kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan Vitamin C sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa kadar aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50. Hasil pada skrining esktrak kulit buah pepaya menujukkan adanya alkaloid dimana terdapat endapan coklat pada pereaksi bouchaedat, pada uji pereaksi dragendroff menunjukkan endapan merah bata, hasil uji senyawa saponin menunjukkan hasil positif terbentuk busa, dan hasil steroid atau triterpenoid mendapatkan hasil positif yang menujukkan warna biru ungu Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pepaya menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada sampel esktrak kulit buah pepaya IC50 rata-rata sebesar 852 memiliki kategori tidak aktif dan pada sampel vitamin C IC50 rata-rata sebesar 13,70 memiliki kategori tidak aktif

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah pepaya (Carica papaya L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki beberapa kandungan kimia sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan pada kulit buah pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel kulit buah pepaya, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah pepaya, variabel terikat adalah kandungan antioksidan pada ekstrak kulit buah pepaya. Ekstraksi pada kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan Vitamin C sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa kadar aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50. Hasil pada skrining esktrak kulit buah pepaya menujukkan adanya alkaloid dimana terdapat endapan coklat pada pereaksi bouchaedat, pada uji pereaksi dragendroff menunjukkan endapan merah bata, hasil uji senyawa saponin menunjukkan hasil positif terbentuk busa, dan hasil steroid atau triterpenoid mendapatkan hasil positif yang menujukkan warna biru ungu Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pepaya menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada sampel esktrak kulit buah pepaya IC50 rata-rata sebesar 852 memiliki kategori tidak aktif dan pada sampel vitamin C IC50 rata-rata sebesar 13,70 memiliki kategori tidak aktif

Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) kombinasi PVA dan HPMC dengan Metode Desain Faktorial

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekstrak daun afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) dipilih sebagai bahan aktif masker gel peel-off karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. PVA atau polivinil alkohol merupakan bahan yang sering digunakan sebagai basis masker gel peel-off. Hal ini karena PVA memiliki pengaruh yang baik terhadap karakteristik masker gel peel-off. HPMC atau hidroksilpropil metilselulosa pada masker gel peel-off mampu meningkatkan jumlah serat polimer dimana akan semakin banyak cairan yang tertahan dan pembentuk gel akan mengikat air tersebut. Kedua dari basis tersebut memiliki karakteristik dan sifat fisik yang dapat berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan yang meliputi organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, dan lama pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi optimum formula masker gel peel-off ekstrak daun afrika dengan kombinasi PVA dan HPMC. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental dan optimasi menggunakan metode desain faktorial. Hasil data sifat fisik sediaan dibuat masing-masing contour plot berdasarkan kriteria sifat fisik yang baik, lalu contour plot digabungkan menjadi contour plot superimposed yang akan menunjukkan area optimum. Analisis menggunakan aplikasi Design Expert 11. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 12,349 % dan HPMC dengan konsentrasi 4,47109 %. Bahan-bahan dengan konsentrasi tersebut mampu mempengaruhi karakteristik pada masker gel peel-off ekstrak daun afrika dimana semakin tinggi konsentrasi basis maka semakin tinggi viskositas sediaan yang akan menyebabkan daya sebar rendah, daya lekat lebih lama, dan waktu mongering lebih lama.

Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) kombinasi PVA dan HPMC dengan Metode Desain Faktorial

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ekstrak daun afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) dipilih sebagai bahan aktif masker gel peel-off karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. PVA atau polivinil alkohol merupakan bahan yang sering digunakan sebagai basis masker gel peel-off. Hal ini karena PVA memiliki pengaruh yang baik terhadap karakteristik masker gel peel-off. HPMC atau hidroksilpropil metilselulosa pada masker gel peel-off mampu meningkatkan jumlah serat polimer dimana akan semakin banyak cairan yang tertahan dan pembentuk gel akan mengikat air tersebut. Kedua dari basis tersebut memiliki karakteristik dan sifat fisik yang dapat berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan yang meliputi organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, dan lama pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi optimum formula masker gel peel-off ekstrak daun afrika dengan kombinasi PVA dan HPMC. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental dan optimasi menggunakan metode desain faktorial. Hasil data sifat fisik sediaan dibuat masing-masing contour plot berdasarkan kriteria sifat fisik yang baik, lalu contour plot digabungkan menjadi contour plot superimposed yang akan menunjukkan area optimum. Analisis menggunakan aplikasi Design Expert 11. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 12,349 % dan HPMC dengan konsentrasi 4,47109 %. Bahan-bahan dengan konsentrasi tersebut mampu mempengaruhi karakteristik pada masker gel peel-off ekstrak daun afrika dimana semakin tinggi konsentrasi basis maka semakin tinggi viskositas sediaan yang akan menyebabkan daya sebar rendah, daya lekat lebih lama, dan waktu mongering lebih lama.

Farmakologi dalam Bidang Kebidanan

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tujuan utama penulisan buku Farmakologi Dalam Bidang Kebidanan ini adalah untuk memberi pembaca suatu pemahaman dasar tentang ilmu Farmakologi yang dapat diterapkan dalam pelayanan kebidanan khususnya mengenai proses penghantaran obat dan pentingnya terapi obat yang aman dan efektif. Pemahaman yang baik mengenai Farmakologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan sehingga seorang Bidan khususnya bisa memberikan pelayanan kesehatan secara holistic dan profesional. Buku ini terdiri atas 12 bab Bab 1 Konsep Dasar Farmakologi Bab 2 Konsep Farmakodinamik Bab 3 Farmakokinetik Bab 4 Kewenangan Bidan Dalam Pemberian Obat Bab 5 Prinsip Pemberian Obat Pada Ibu Hamil Bab 6 Kategori Obat Pada Ibu Hamil Bab 7 Penggolongan Obat Bab 8 Cara Penyimpanan Obat Bab 9 Patofisiologi Penyakit Umum Yang Berkaitan Dengan Praktik Kebidanan Bab 10 Terapi Cairan Bab 11 Dosis Obat Dan Mengolah Obat Bab 12 Pembuatan Resep Obat

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS SALEP EKSTRAK BINAHONG KOMBINASI ANTI INFLAMASI SEBAGAI PENGURANG PARUT LUKA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi terhadap pengurang parut luka. Luka merupakan cidera yang dialami karena faktor luar baik pendarahan maupu tidak dimana kondisi terputusnya jaringan baik saraf, otot, kulit, dan pembuluh darah. Obat-obat anti inflamasi Non steroid (NSAID) mencegah tranduksi dengan menghambat berbagai mediator inflamasi. Diklofenak dan aspirin termasuk obat NSAID yang memiliki kemampuan untuk mengurangi generasi prostanoid dengan menghambat aktivitas isozim siklooksigenase. Salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat adalah binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki khasiat obat seperti anti inflamasi dan analgetik. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara pembuatan salep. Salep merupakan sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selapit lendir. Metode penelitian ini merupkan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta literatur yang terkait. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil pembuatan sifat fisik dan aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi sebagai pengurang parut luka pada penyembuhan luka.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS SALEP EKSTRAK BINAHONG KOMBINASI ANTI INFLAMASI SEBAGAI PENGURANG PARUT LUKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi terhadap pengurang parut luka. Luka merupakan cidera yang dialami karena faktor luar baik pendarahan maupu tidak dimana kondisi terputusnya jaringan baik saraf, otot, kulit, dan pembuluh darah. Obat-obat anti inflamasi Non steroid (NSAID) mencegah tranduksi dengan menghambat berbagai mediator inflamasi. Diklofenak dan aspirin termasuk obat NSAID yang memiliki kemampuan untuk mengurangi generasi prostanoid dengan menghambat aktivitas isozim siklooksigenase. Salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat adalah binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki khasiat obat seperti anti inflamasi dan analgetik. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara pembuatan salep. Salep merupakan sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selapit lendir. Metode penelitian ini merupkan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta literatur yang terkait. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil pembuatan sifat fisik dan aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi sebagai pengurang parut luka pada penyembuhan luka.

PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA SAUS TOMAT DENGAN METODE ALKALIMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Natrium benzoat merupakan bahan yang berfungsi sebagai pengawet dan bahan yang diperbolehkan terdapat dalam produk pangan, salah satunya adalah saus tomat. Saus tomat umumnya digunakan sebagai penyedap dan pelengkap makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Natrium Benzoat pada saus tomat dengan metode Alkalimetri dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat Studi Literatur. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan artikel, pemilahan artikel, perbandingan hasil pada artikel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari Isran, dkk (2016), Sella (2013), Suryandari (2011), Yulinda (2015) dan Dewi (2011) saus tomat yang digunakan dari berbagai kota di Indonesia positif mengandung pengawet natrium benzoat dan memiliki kadar yang melebihi batas maksimum pemakaian. Peraturan yang berlaku mempersyaratkan kandungan maksimum natrium benzoat pada saus tomat yaitu sebesar 1000 mg/kg berat bahan. Hasil dari penentuan kadar pengawet natrium benzoat pada saus tomat dengan metode alkalimetri diperoleh sebesar 732-8.928 mg/kg berat bahan, sedangkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis adalah 2.440 mg/kg berat bahan.

PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA SAUS TOMAT DENGAN METODE ALKALIMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Natrium benzoat merupakan bahan yang berfungsi sebagai pengawet dan bahan yang diperbolehkan terdapat dalam produk pangan, salah satunya adalah saus tomat. Saus tomat umumnya digunakan sebagai penyedap dan pelengkap makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Natrium Benzoat pada saus tomat dengan metode Alkalimetri dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat Studi Literatur. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan artikel, pemilahan artikel, perbandingan hasil pada artikel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari Isran, dkk (2016), Sella (2013), Suryandari (2011), Yulinda (2015) dan Dewi (2011) saus tomat yang digunakan dari berbagai kota di Indonesia positif mengandung pengawet natrium benzoat dan memiliki kadar yang melebihi batas maksimum pemakaian. Peraturan yang berlaku mempersyaratkan kandungan maksimum natrium benzoat pada saus tomat yaitu sebesar 1000 mg/kg berat bahan. Hasil dari penentuan kadar pengawet natrium benzoat pada saus tomat dengan metode alkalimetri diperoleh sebesar 732-8.928 mg/kg berat bahan, sedangkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis adalah 2.440 mg/kg berat bahan.