ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan industri farmasi di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam perilaku konsumsi obat di masyarakat, terutama pada pemilihan antara obat tradisional dan obat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan preferensi konsumen dalam memilih obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, dan psikologs. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan pendekatan survei deskriptif. Objek yang akan diteliti adalah konsumen yang melakukan pembelian obat di Apotek Kimia Farma 760 Balikpapan. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan google form kepada 358 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan statistik deskriptif untuk menentukan adanya perbedaan signifikan antara kedua jenis obat berdasarkan faktor-faktor yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih memilih obat sintetik dibandingkan obat tradisional. Faktor sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi preferensi konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat pengetahuan konsumen tentang alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan praktik pembelian konsumen terhadap penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor di Pabrik Besar Alat Kesehatan (PAK) Promedika Mitra Utama Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang disebarkan kepada minimal 200 responden yang melakukan pembelian alat kesehatan di PT Promedika Mitra Utama selama bulan Juni hingga Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke PAK. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik pembelian alat kesehatan buatan dalam negeri dan alat kesehatan impor pada konsumen di PT Promedika Mitra Utama Kota Samarinda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat pengetahuan konsumen tentang obat generik dan obat merek dagang merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi praktik pembelian, namun hubungan keduanya belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian obat generik dan merek dagang pada konsumen di Apotek Aasiyah Medika Kecamatan Linggang Bigung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan survei cross-sectional yang melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, yaitu konsumen yang ditemui secara langsung dan bersedia mengisi kuesioner saat berkunjung ke apotek selama periode 25 Juni hingga 6 Agustus 2025. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan praktik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik pembelian, serta uji Cramér’s V untuk menilai keeratan hubungan tersebut. Analisis multivariat menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai pengaruh variabel demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan) serta tingkat pengetahuan terhadap praktik pembelian obat generik dan merek dagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (65%) dan praktik pembelian baik (62%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik (Chi-Square = p 0,001; Cramér’s V = 0,238). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik (β = 0,395; p 0,001), sedangkan variabel demografi tidak berpengaruh langsung signifikan (p > 0,05). Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen berperan sebagai faktor utama yang memengaruhi praktik pembelian obat, sementara variabel demografi hanya memberikan pengaruh yang terbatas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi konsumen merupakan cara pandang dan penilaian individu terhadap suatu produk atau layanan yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, sikap, dan faktor sosial budaya masyarakat. Persepsi ini tidak hanya mencakup penilaian terhadap kualitas produk, tetapi juga terhadap manfaat, keamanan, serta keaslian dari obat herbal yang ditawarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisa persepsi konsumen terhadap pembelian obat herbal berdasarkan studi literatur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen seperti keamanan, efektivitas, pengaruh budaya, dan pengetahuan konsumen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan pengaruh persepsi dan budaya terhadap keputusan pembelian konsumen di Pasar Kahayangan Palangka Raya dan Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran pengaruh keputusan pembelian konsumen terhadap pembelian obat herbal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu bentuk fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan jumlah apotek yang semakin meningkat pesat berdampak positif bagi masyarakat yaitu dapat membandingkan harga pada apotek satu dengan apotek yang lain, sehingga masing-masing apotek dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang bersaing. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan Kepuasan yang diinginkan pasar sasaran. Model bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah konsumen yang membeli obat di Apotek Fajar Farma. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini berupa strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma dan variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil Kepuasan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Analisis data pada penelitian adalah metode deskriptif yang merupakan metode yang bermaksud tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi dan statistik inferensial dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menyusun strategi dalam bisnis apotek sangat penting untuk mempertahankan keunggulan-keunggulan yang dimiliki perusahaan agar tidak mengalami penurunan. Strategi bauran pemasaran “Marketing Mix” adalah kumpulan aktivitas pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran. Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yaitu product, price, place dan promotion. Kepuasan konsumen terhadap suatu layanan yang diberikan dapat membentuk keloyalitasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran (marketing mix) farmasi di apotek Prima Husada Sangatta. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan menggunakan metode simple random sampling. Tahapan penelitian meliputi, tahapan persiapan dengan mengajukan permohonan surat izin penelitian kepada apotek, pengumpulan data berupa kuisioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemasaran di Apotek merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bisnis yang dirancang untuk menentukan rancangan produk, harga, promosi, distribusi produk, sumber daya, dan konsep penjualan, terutama di Apotek. Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya dengan cara merancang strategi. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi pemasaran terpadu atau strategi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan elemen strategis dari bauran pemasaran itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di apotek tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angka yang diolah menjadi informasi deskriptif. Objek penelitian menggunakan respon konsumen dan menggunakan variabel kepuasan konsumen dan bauran pemasaran 7P. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Teknik analisis data pada angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrument berupa validitas dan realibilitas menggunakan statistik, uji kepuasan menggunakan Microsoft excel, uji asumsi klasik berupa uji normalitas, multikorelasi, heteroskedastisitas menggunakan statistik dan uji hipotesis berupa koefisien determinasi, koefisien regresi simultan dan parsial menggunakan Statistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh beberapa apotek yang diteliti di Indonesia. Penelitian yang dilakukan adalah Studi Literatur, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Data yang dipakai adalah data Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) dari masing-masing apotek ditinjau dari dimensi kepuasan pelanggan yang meliputi bukti fisik (tangible), daya tanggap (responsiveness), keandalan (reliability), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa tiap apotek mempunyai keunggulan pada dimensi, tapi juga punya kelemahan pada dimensi yang lain. Apotek “X” Jambi unggul pada dimensi daya tanggap, namun lemah dalam dimensi jaminan. Apotek Buring Farma Malang unggul dalam dimensi jaminan, namun lemah pada dimensi daya tanggap. Apotek Wae Laku Ruteng unggul dalah dimensi empati, namun lemah pada dimensi bukti fisik. Apotek PMI Farma unggul pada dimensi keandalan, namun lemah pada dimensi daya tanggap.