Profil penulis
Gr
102 karya publik ditemukan.
Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Simplisia Daging Biji Karet (Hevea brasilensis Mull.Arg)
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTI PLATELET PADA PASIEN RAWAT JALAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA PADA PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2018
Profil penggunaan antibiotik di bantuas kecamatan Palaran Samarinda periode maret-mei 2018
Profil Penggunaan Obat Diabetes Militus Tipe 2 Pada pasien BPJS di Apotek Rawat Jalan RSUD Dr. Abdul Rivai periode Juli-September 2018
Gambaran Kepuasan Pasien BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda Periode Juni 2019
Identifikasi Prescribing Error Pada Resep Poliklinik THT Rawat Jalan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Bulan April dan Mei 2018
Gambaran Efektivitas Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda
Tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Strategi DOTS menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TBC yang menekankan pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana, serta keterlibatan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan TB yang cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus TBC secara terpadu dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan efektivitas strategi DOTS dalam penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan SITB di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental metode deskriptif. Rancangan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang bertugas dalam pengelolaan program TBC di Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Analisis data pada pengujian ini disusun dan disajikan dalam bentuk narasi atau naskah, dan tabel.
OPTIMASI FORMULA SERUM EKSTRAK DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia) SEBAGAI ANTIAGING PENGHAMBAT ENZIM KOLAGENASE DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD)
OPTIMASI FORMULA MASKER GEL PEEL-OFF SARI BUAH NAGA MERAH (Selenicereus monacanthus) KOMBINASI PVA DAN HPMC DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL
OPTIMASI FORMULA MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Selenicereus monacanthus) KOMBINASI PVA DAN HPMC DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL
Kulit wajah rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung senyawa antioksidan, seperti masker gel peel-off. Kulit buah naga merah (Selenicereus monacanthus) diketahui mengandung senyawa antioksidan, antara lain flavonoid, vitamin C, dan antosianin, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik. Formulasi masker gel peel-off sering menghadapi kendala pada karakteristik fisik, seperti viskositas, daya sebar, dan waktu mengering, yang dipengaruhi oleh komposisi basis gel, terutama polivinil alkohol (PVA) dan hidroksipropil metilselulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum kombinasi PVA dan HPMC dalam formulasi masker gel peel-off ekstrak kulit buah naga merah serta mengevaluasi karakteristik fisik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain faktorial dua faktor dua level. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak menggunakan etanol 96%, formulasi sediaan, evaluasi sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan waktu mengering, kemudian dilakukan optimasi menggunakan aplikasi Design Expert versi 13 dengan analisis ANOVA serta uji aktivitas antioksidan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kombinasi PVA 10% dan HPMC 4% merupakan formula optimum yang menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Formula optimum memiliki bentuk gel kental dengan bau khas, berwarna kuning bening, homogen tanpa adanya butiran, nilai pH sebesar 5.13, daya sebar 6 cm, waktu mengering 19 menit, serta viskositas sebesar 20333 cPs. Uji aktivisas antioksidan masker gel peel-off sebesar 987,24 ppm.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering ditemukan pada manusia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam, salah satunya jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji dan membandingkan dua artikel penelitian yang membahas efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan konsentrasi ekstrak, metode pengujian, dan diameter zona hambat yang dihasilkan pada masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada berbagai konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Berdasarkan hasil analisis kedua artikel, dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah berpotensi sebagai antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering ditemukan pada manusia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam, salah satunya jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji dan membandingkan dua artikel penelitian yang membahas efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan konsentrasi ekstrak, metode pengujian, dan diameter zona hambat yang dihasilkan pada masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada berbagai konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Berdasarkan hasil analisis kedua artikel, dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah berpotensi sebagai antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea Pyriformis Gage) TERHADAP Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa MENGGUNAKAN METODE SUMURAN
Resistensi antibiotik menjadi permasalahan kesehatan yang mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dipilih dalam penelitian ini karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri serta belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat kulit buah tampoi terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan n-heksana dan etil asetat, penentuan rendemen, kadar air, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 20% dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Cutibacterium acnes, rata-rata zona hambat berturut-turut sebesar 0,78 mm; 4,53 mm; dan 9,06 mm, sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa sebesar 2,13 mm; 4,91 mm; dan 7,01 mm. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Hasil analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, meskipun aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif ciprofloxacin.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea Pyriformis Gage) TERHADAP Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa MENGGUNAKAN METODE SUMURAN
Resistensi antibiotik menjadi permasalahan kesehatan yang mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dipilih dalam penelitian ini karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri serta belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat kulit buah tampoi terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan n-heksana dan etil asetat, penentuan rendemen, kadar air, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 20% dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Cutibacterium acnes, rata-rata zona hambat berturut-turut sebesar 0,78 mm; 4,53 mm; dan 9,06 mm, sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa sebesar 2,13 mm; 4,91 mm; dan 7,01 mm. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Hasil analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, meskipun aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif ciprofloxacin.
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN USAHA MENGGUNAKAN METODE SWOT PADA LAYANAN KECANTIKAN DI KLINIK 88 SAMARINDA
Perkembangan bisnis dunia kecantikan semakin populer seiring berjalannya waktu. Disamping itu, antusiasme masyarakat terhadap kesadaran perawatan diri terus meningkat. Hadirnya layanan estetika di wilayah Samarinda Seberang dari Klinik Pratama 88 (Poli Kecantikan) menjadi bidang usaha bisnis yang potensional. Posisi strategis ini memberikan peluang bisnis yang besar di wilayah tersebut mengingat belum banyaknya pesaing dengan bidang layanan estetika berbasis medis. Konsep perencanaan strategi didasari oleh analisa SWOT yang meliputi variabel kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (treaths). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SWOT melalui penilaian internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) dalam menentukan perencanaan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kenyataan Poli Kecantikan Klinik 88. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi responden berupa usia, jenis kelamin, dan sumber informasi promosi, serta analisis deskriptif yang diuraikan dalam bentuk tabel kuadran koordinat titik pertemuan antara nilai IFAS dan EFAS dalam memberikan analisis strategi yang tepat bagi Poli Kecantikan Klinik 88. Uji instrumen dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum diberikan kepada responden.
STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK
Demam pada anak merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan lain-lain. Demam tinggi pada anak berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kejang demam, kerusakan susunan saraf pusat, hingga kematian. Sebagai langkah awal, orang tua sering kali melakukan swamedikasi, yaitu tindakan memilih dan menggunakan obat secara mandiri untuk merawat anak. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak. Rancangan penelitiannya merupakan jenis studi literatur yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak di Kelurahan Kerten Surakarta, Desa Wringinpitu Jombang dan Gunungrejo Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua secara umum berada pada kategori baik dengan persentase tertinggi mencapai 96,9%, diikuti 68,75% dan 64%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan orang tua yang baik berperan dalam ketepatan swamedikasi demam pada anak, sehingga diperlukan peningkatan edukasi untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.
Studi Literatur Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Swamedikasi Obat Demam Pada Anak
Analisis Manajemen Strategi Dalam Pengembangan Usaha Menggunakan Metode SWOT Pada Layanan Kecantikan di Klinik 88 Samarinda
Perkembangan bisnis dunia kecantikan semakin populer seiring berjalannya waktu. Disamping itu, antusiasme masyarakat terhadap kesadaran perawatan diri terus meningkat. Hadirnya layanan estetika di wilayah Samarinda Seberang dari Klinik Pratama 88 (Poli Kecantikan) menjadi bidang usaha bisnis yang potensional. Posisi strategis ini memberikan peluang bisnis yang besar di wilayah tersebut mengingat belum banyaknya pesaing dengan bidang layanan estetika berbasis medis. Konsep perencanaan strategi didasari oleh analisa SWOT yang meliputi variabel kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (treaths). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SWOT melalui penilaian internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) dalam menentukan perencanaan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kenyataan Poli Kecantikan Klinik 88. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi responden berupa usia, jenis kelamin, dan sumber informasi promosi, serta analisis deskriptif yang diuraikan dalam bentuk tabel kuadran koordinat titik pertemuan antara nilai IFAS dan EFAS dalam memberikan analisis strategi yang tepat bagi Poli Kecantikan Klinik 88. Uji instrumen dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum diberikan kepada responden.
PENGANTAR ILMU GIZI : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan
Buku “Pengantar Ilmu Gizi : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan" adalah panduan yang membuka pintu wawasan mendalam mengenai pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan manusia. Definisi dan lingkup ilmu gizi diperkenalkan secara jelas, menggambarkan bagaimana ilmu ini menjadi dasar pemahaman tentang nutrisi dan dampaknya pada tubuh. Buku ini menguraikan secara rinci makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral, memandu pembaca melalui peran masing-masing dalam mendukung fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan. Selain itu, buku ini menjelajahi pentingnya serat dan air dalam makanan, menjelaskan proses metabolisme, pencernaan, absorbsi, dan transportasi nutrisi. Isu sensitif malnutrisi seperti gizi kurang dan gizi lebih ditangani dengan hati-hati, sementara gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia juga diberikan ruang dalam diskusi. Buku ini tidak hanya mengedukasi tentang dampak nutrisi pada kesehatan, tetapi juga mengaitkannya dengan penyakit terkait gizi, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai hubungan antara pola makan dan kondisi medis. Dengan fokus pada regulasi dan standar gizi, buku ini menjadi panduan komprehensif bagi siapa pun yang ingin menerapkan ilmu gizi dalam kehidupan sehari-hari demi kesejahteraan dan kesehatan optimal.