Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ME

168 karya publik ditemukan.

2026: 182025: 132024: 62023: 512022: 172021: 72020: 362019: 12018: 4

Optimasi Formula Sunscreen Stick Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Kombinasi Carnauba Wax dan Cera Alba Sebagai Basis

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

OPTIMASI FORMULA SUNSCREEN STICK EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) DENGAN KOMBINASI CARNAUBA WAX DAN CERA ALBA SEBAGAI BASIS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas segiri

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah seseorang meningkat hingga tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, yang sering berkembang tanpa gejala sehingga dikenal sebagai silent killer. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah, di mana tingkat kepatuhan ini berkaitan dengan persepsi penyakit atau cara individu memahami kondisi yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan melibatkan total 400 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat. Hasil analisis univariat terhadap karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas adalah perempuan (60%), berada pada kelompok usia 46–59 tahun (43%), dan menggunakan terapi monoterapi Amlodipine 5 mg (71,75%). Evaluasi terhadap variabel utama menunjukkan bahwa persepsi penyakit responden sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 277 orang (69%), sementara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh kategori tinggi yaitu sebanyak 216 orang (54%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menghasilkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 4 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p 0,05). Temuan ini diperkuat oleh nilai analisis Monte Carlo Sig. sebesar 0,000 serta uji Fisher’s Exact Test sebesar 0,000 yang membuktikan adanya variasi tingkat kepatuhan yang signifikan berdasarkan kategori persepsi penyakit pasien. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Hasil ini mengindikasikan bahwa persepsi penyakit yang rasional dan adaptif sejalan dengan konsep Self-Regulation Model menjadi faktor pendorong utama dalam meningkatkan kedisiplinan pasien menjalani regimen terapi jangka panjang.

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEGIRI

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN MICROPLATE READER

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Terong susu (Solanum mammosum L.) merupakan tanaman famili Solanaceae yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, khususnya senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami serta memiliki aktivitas antimikroba, antiinflmasi dan anti kanker. Kandungan fenolik dalam bahan alam dapat dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik total ekstrak buah terong susu menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total menggunakan microplate reader dengan asam galat sebagai pembanding. Analisis data menggunakan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar fenolik total sebesar 44,44 ± 10,22 mg GAE/g, sedangkan ekstrak etanol 95% sebesar 79,17 ± 6,69 mg GAE/g. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,016 (p<0,05) yang menyatakan terdapat perbedaan signifikan antara kadar fenolik total kedua ekstrak.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Pseudomonas aeruginosa

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen penyebab infeksi kulit. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi, sehingga bahan alam digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) terhadap kedua bakteri dengan metode difusi sumuran. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi etanol 70%, skrining fitokimia, serta uji antibakteri pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20%. Siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes menghasilkan zona hambat 6,1 mm; 8,48 mm; dan 10,76 mm (kategori sedang–kuat), sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa sebesar 4,96 mm; 6,56 mm; dan 8,13 mm (kategori lemah–sedang). Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi (p=0,000), dan uji Independent Sample Test menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua bakteri (p=0,039; p=0,041). Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri lebih kuat terhadap Cutibacterium acnes dibandingkan Pseudomonas aeruginosa, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Pseudomonas aeruginosa

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen penyebab infeksi kulit. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi, sehingga bahan alam digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) terhadap kedua bakteri dengan metode difusi sumuran. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi etanol 70%, skrining fitokimia, serta uji antibakteri pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20%. Siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes menghasilkan zona hambat 6,1 mm; 8,48 mm; dan 10,76 mm (kategori sedang–kuat), sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa sebesar 4,96 mm; 6,56 mm; dan 8,13 mm (kategori lemah–sedang). Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi (p=0,000), dan uji Independent Sample Test menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua bakteri (p=0,039; p=0,041). Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri lebih kuat terhadap Cutibacterium acnes dibandingkan Pseudomonas aeruginosa, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Pseudomonas aeruginosa

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi kulit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada manusia dan dapat disebabkan oleh bakteri, antara lain Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, yang merupakan flora normal kulit. Penggunaan antibiotik secara berulang dan jangka panjang dalam penanganan infeksi kulit berpotensi menyebabkan terjadinya resistensi bakteri. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi antibakteri, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol kulit buah tampoi sebagai antibakteri terhadap C. acnes dan P. aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan bakteri pada media agar. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak metanol, perhitungan rendemen ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri. Data hasil pengujian antibakteri dianalisis secara statistik untuk mengetahui perbedaan zona hambat antar kelompok perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah tampoi pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100% terhadap bakteri C. acnes menghasilkan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 3,95 mm, 4,28 mm, dan 4,70 mm, yang termasuk dalam kategori lemah. Sementara itu, pada bakteri P. aeruginosa, konsentrasi yang sama menghasilkan zona hambat sebesar 4,35 mm, 5,30 mm, dan 6,40 mm, yang tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Berdasarkan analisis statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi 50% dan 100% terhadap aktivitas antibakteri pada P. aeruginosa

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS KOMBINASI OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit kronis yang sering sulit dikontrol hanya dengan satu obat. Jika satu obat (monoterapi) saja tidak berhasil, maka pasien biasanya perlu kombinasi dua atau lebih obat hipoglikemik oral (OHO). Studi literatur ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif berbagai kombinasi OHO dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif yaitu dengan menggambarkan hasil kumpulan jurnal tentang efektivitas gabungan obat hipoglikemik oral pada pasien Diabetes Mellitus berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, hasil lab, dan lama rawat inap. Berdasarkan hasil studi literatur dari kedua jurnal menunjukkan bahwa Metformin dan Acarbose memberikan hasil klinis yang lebih efisien rata-rata rawat inap 7 hari dibandingkan kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang memerlukan durasi perawatan lebih lama 10 hari.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE SUMURAN DAN CAKRAM.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Meskipun Escherichia coli merupakan flora normal di saluran pencernaan, beberapa strain bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sebagai terapi infeksi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan sumuran. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, kemudian melakukan telaah dan analisis data yang selanjutnya diringkas hingga diperoleh data utama. Data tersebut kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, dan pada tahap akhir dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh, bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan metode difusi sumuran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% dan 1% kategori hambatan kuat. Sedangkan dengan metode difusi cakram, ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.

Studi literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Bakteri Escherichia coli Dengan Metode Sumuran Dan Cakram

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Meskipun Escherichia coli merupakan flora normal di saluran pencernaan, beberapa strain bersifat patogen dan dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sebagai terapi infeksi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan sumuran. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, kemudian melakukan telaah dan analisis data yang selanjutnya diringkas hingga diperoleh data utama. Data tersebut kemudian disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, dan pada tahap akhir dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak. Hasil penelitian diperoleh, bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan metode difusi sumuran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% dan 1% kategori hambatan kuat. Sedangkan dengan metode difusi cakram, ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS KOMBINASI OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit kronis yang sering sulit dikontrol hanya dengan satu obat. Jika satu obat (monoterapi) saja tidak berhasil, maka pasien biasanya perlu kombinasi dua atau lebih obat hipoglikemik oral (OHO). Studi literatur ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif berbagai kombinasi OHO dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes Mellitus. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif yaitu dengan menggambarkan hasil kumpulan jurnal tentang efektivitas gabungan obat hipoglikemik oral pada pasien Diabetes Mellitus berupa data karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, hasil lab, dan lama rawat inap. Berdasarkan hasil studi literatur dari kedua jurnal menunjukkan bahwa Metformin dan Acarbose memberikan hasil klinis yang lebih efisien rata-rata rawat inap 7 hari dibandingkan kombinasi Metformin dan Glibenklamid yang memerlukan durasi perawatan lebih lama 10 hari.

PENGANTAR ILMU GIZI : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku “Pengantar Ilmu Gizi : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan" adalah panduan yang membuka pintu wawasan mendalam mengenai pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan manusia. Definisi dan lingkup ilmu gizi diperkenalkan secara jelas, menggambarkan bagaimana ilmu ini menjadi dasar pemahaman tentang nutrisi dan dampaknya pada tubuh. Buku ini menguraikan secara rinci makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral, memandu pembaca melalui peran masing-masing dalam mendukung fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan. Selain itu, buku ini menjelajahi pentingnya serat dan air dalam makanan, menjelaskan proses metabolisme, pencernaan, absorbsi, dan transportasi nutrisi. Isu sensitif malnutrisi seperti gizi kurang dan gizi lebih ditangani dengan hati-hati, sementara gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia juga diberikan ruang dalam diskusi. Buku ini tidak hanya mengedukasi tentang dampak nutrisi pada kesehatan, tetapi juga mengaitkannya dengan penyakit terkait gizi, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai hubungan antara pola makan dan kondisi medis. Dengan fokus pada regulasi dan standar gizi, buku ini menjadi panduan komprehensif bagi siapa pun yang ingin menerapkan ilmu gizi dalam kehidupan sehari-hari demi kesejahteraan dan kesehatan optimal.

Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan ini disusun sebagai buku panduan komprehensif yang menjelajahi kompleksitas dan mendalamnya tentang Gizi. Buku ini dapat digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di bidang ilmu gizi dalam daur kehidupan dan diberbagai bidang Ilmu terkait lainnya. Buku ini dapat digunakan sebagai panduan dan referensi mengajar mata kuliah gizi dalam daur kehidupan dan menyesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester tingkat Perguruan Tinggi masing-masing. Secara garis besar, buku ajar ini pembahasannya mulai dari konsep dasar gizi dalam daur kehidupan, gizi pada pra-konsepsi, gizi pada ibu hamil, gizi pada ibu menyusui, gizi pada balita, gizi pada bayi, gizi pada anak sekolah, gizi pada remaja, gizi pada dewasa. Selain itu materi mengenai gizi pada lansia dan materi mengenai standar nilai gizi WHO juga di bahas secara mendalam. Buku ajar ini disusun secara sistematis, ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

KEPEMIMPINAN ORGANISASI : Teori dan Praktik

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku berjudul "Kepemimpinan Organisasi : Teori dan Praktik" adalah suatu panduan lengkap yang menjelajahi aspek-aspek penting kepemimpinan dalam konteks organisasi. Dalam buku ini, pembaca akan dibimbing melalui perjalanan mendalam yang dimulai dengan pengantar kepemimpinan organisasi. Bab-bab berikutnya menggali berbagai pendekatan kepemimpinan, termasuk teori transaksional dan transformasional yang mengungkap bagaimana kepemimpinan dapat memengaruhi perubahan dan transaksi di dalam organisasi. Buku ini juga menyoroti karakteristik yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif dan menggabungkannya dengan pertimbangan etika dalam pengambilan keputusan. Selain itu, pembaca akan menemukan panduan praktis tentang pengembangan keterampilan kepemimpinan, komunikasi kepemimpinan yang efektif, serta bagaimana pemimpin membuat keputusan yang bijak. Buku ini juga mengeksplorasi Kepemimpinan dalam Organisasi Pemerintahan. dan bagaimana kepemimpinan yang baik dapat memengaruhi kesuksesan bisnis. Terakhir, pembahasan tentang kepemimpinan dalam tim dan kolaborasi menunjukkan bagaimana kepemimpinan yang kuat dapat mendukung efisiensi kerja tim. Buku ini adalah sumber daya yang sangat berguna bagi mereka yang ingin memahami, mengembangkan, dan menerapkan kepemimpinan yang efektif dalam berbagai konteks organisasi.

Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) dan Fraksinya dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Nama : Mei Lika Syaroh NIM : 21482011255 Judul Skripsi : Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dan Fraksinya dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, S.Si., M.Si. 2. apt. Siti Jubaidah, S.Far., M.Pd. Madu kelulut merupakan madu yang berasal dari lebah tanpa sengat (Heterotrigona itama) yang memiliki manfaat aktivitas bioligis sebagai antibakteri, antiinflamasi dan penyembuh luka, serta memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya yaitu fenolik. Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus kromofor. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol pada madu kelulut dan fraksinya dari Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Data kualitatif diperoleh melalui skrinning fitokimia madu kelulut, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penetapan kadar senyawa fenolik pada madu kelulut. Tahapan penelitian meliputi determinasi hewan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia madu kelulut, ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, fraksinasi bertingkat, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total ekstrak etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding asam galat. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik ekstrak etanol 95% adalah 1,2958±0,1362 mgGAE/g, fraksi n-heksana 1,2535±0,0254 mgGAE/g, fraksi etil asetat 2,9765±0,0733 mgGAE/g, dan fraksi etanol-air 1,1712±0,0175 mgGAE/g. Uji normalitas menunjukkan kadar fenolik total dari keempat kelompok uji adalah normal dan uji homogenitas nilai kadar fenolik total menghasilkan nilai p-value 0,05 (tidak homogen). Berdasarkan Uji Kruskal-Wallis, nilai signifikansi (Sig.) 0,055 ( 0,05) menunjukkan bahwa rata-rata kadar fenolik dari keempat kelompok perlakuan (ekstrak etanol 95%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air) tidak ada perbedaan yang signifikan.

Studi Literatur Analisis Hidrokuinon pada Handbody Lotion dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hidrokuinon merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit, dan mengatasi hiperpigmentasi. Banyak kosmetik yang mengandung hidrokuinon salah satunya adalah handbody lotion. Handbody lotion adalah kosmetik yang dapat diaplikasikan pada kulit bagian tangan yang berfungsi untuk mengurangi dehidrasi kulit. Pada handbody salah satu bahan pemutih kulit yang terkenal dan banyak digunakan adalah hidrokuinon. Hidrokuinon lebih dari 2% termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja dan hasil analisis kualitatif dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif hidrokuinon menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif dari 10 sampel handbody lotion yang diuji oleh Sari et al., (2021) enam sampel positif mengandung hidrokuinon, dengan nilai Rf mendekati 0,85. Sementara itu, hasil penelitian Amelia et al., (2022) bahwa sampel X negarif atau tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Pada analisis kuantitatif, kadar hidrokuinon dalam sampel positif berkisar antara 0,05%–0,26%. Penelitian ini menegaskan bahwa masih ada produk kosmetik di pasaran yang mengandung hidrokuinon, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi konsumen yang lebih intensif terkait keamanan kosmetik.

STUDI LITERATUR PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU ANTIBIOTIK

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah kesehatan utama di Indonesia adalah tingginya prevalensi penyakit infeksi,terutama di negara berkembang. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan berbagai jenis antimikroba seperti antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoa. Penggunaan antibiotik yang terlalu tinggi akan menyebabkan dampak yang besar bagi munculnya penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik yaitu tingkat pengetahuan dari masyarakat.Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotic di Dusun Baloa Kec. Bajo Barat Kab. Luwut dan Di Kurnia Selatan Sungai Rumbai.Tahapan penelitian diawali dengan mencari dan mengumpulkan literatur berupa jurnal penelitian sesuai dengan tema penelitian, menelaah dan mempelajari data data dari jurnal, buku, sumber literatur lain yang relevan, menampilkan dalam table,membahas dan menyimpulkan. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah edukasi mengenai DAGUSIBU antibiotik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat.