2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah kesehatan utama di Indonesia adalah tingginya prevalensi penyakit infeksi,terutama di negara berkembang. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan berbagai jenis antimikroba seperti antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoa. Penggunaan antibiotik yang terlalu tinggi akan menyebabkan dampak yang besar bagi munculnya penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik yaitu tingkat pengetahuan dari masyarakat.Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotic di Dusun Baloa Kec. Bajo Barat Kab. Luwut dan Di Kurnia Selatan Sungai Rumbai.Tahapan penelitian diawali dengan mencari dan mengumpulkan literatur berupa jurnal penelitian sesuai dengan tema penelitian, menelaah dan mempelajari data data dari jurnal, buku, sumber literatur lain yang relevan, menampilkan dalam table,membahas dan menyimpulkan. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah edukasi mengenai DAGUSIBU antibiotik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hidrokuinon merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit, dan mengatasi hiperpigmentasi. Banyak kosmetik yang mengandung hidrokuinon salah satunya adalah handbody lotion. Handbody lotion adalah kosmetik yang dapat diaplikasikan pada kulit bagian tangan yang berfungsi untuk mengurangi dehidrasi kulit. Pada handbody salah satu bahan pemutih kulit yang terkenal dan banyak digunakan adalah hidrokuinon. Hidrokuinon lebih dari 2% termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja dan hasil analisis kualitatif dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif hidrokuinon menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif dari 10 sampel handbody lotion yang diuji oleh Sari et al., (2021) enam sampel positif mengandung hidrokuinon, dengan nilai Rf mendekati 0,85. Sementara itu, hasil penelitian Amelia et al., (2022) bahwa sampel X negarif atau tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Pada analisis kuantitatif, kadar hidrokuinon dalam sampel positif berkisar antara 0,05%–0,26%. Penelitian ini menegaskan bahwa masih ada produk kosmetik di pasaran yang mengandung hidrokuinon, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi konsumen yang lebih intensif terkait keamanan kosmetik.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) mengatur hakikat dan mutu pelayanan dasar sebagai hak warga negara. Berdasarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2008, tujuan dari SPM adalah sebagai pedoman bagi daerah dalam melaksanakan dan memantau standar pelayanan minimal rumah sakit. Indikator standar pelayanan minimal kefarmasian adalah waktu tunggu obat, tidak adanya kesalahan pemberian obat, kepuasan pasien, penulisan resep sesuai formularium. Indikator SPM dapat dijadikan pedoman untuk mengevaluasi penerapan standar minimal di instalasi farmasi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan standar pelayanan minimal di rumah sakit pada bidang farmasi menurut keputusan menteri kesehatan RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Studi literatur yang dilakukan dengan metode deskriptif dengan rancangan non eksperimental, yaitu berupa data indikator standar pelayanan minimal (SPM) di instalasi farmasi RSUD dr. Abdul Aziz dan RSUD Muara Taweh. Hasil studi literatur ini adalah terdapat satu indikator yang belum memenuhi SPM yaitu kesesuaian penulisan resep sesuai formularium di RSUD dr. Abdul Aziz sebesar 95,95% dan RSUD Muara Teweh sebesar 99%.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI staphylococcus aureus ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi L), terhadap staphylococcus aureus, buah belimbing wuluh merupakan salah satu buah tropis yang dikenal di indonesia, selain dijadikan sayur maupun obat-obatan buah belimbing wuluh dapat dijadikan sebagai produk bernilai ekonomi tinggi. Diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder seperti senyawa aktif saponin, tanin, flavonoid, triterpenoid. Objek pada penelitian ini adalah ekstrak dari buah belimbing wuluh. Tahapan penelitian yaitu, mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan dan penyajian data dekskriptif dan penarikan kesimpulan. Ekstrak etanol buah belimbing wuluh dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian diuapkan menggunakan oven sampai terbentuk ekstrak kental. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan mengukur diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Didapatkan daya hambat paling besar pada formulasi III, dengan diameter zona hambat 25,33 mm yaitu sangat kuat. Kata kunci: aktivitas antibakteri, Averrhoa bilimbi L, staphylococcus aureus
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat dan cara pengobatan tradisional menggunakan bahan alam dari suatu etnis merupakan bagian dalam bidang etnofarmasi, obat tradisional yang ada di Indonesia merupakan warisan budaya negara, baik yang tumbuh liar atau yang ditanam sendiri perlu teliti, digali dan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dalam bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan, cara memperolah, cara pengolahan dan bagain tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau Desa di Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik Snowball sampling. Objek penelitian yang digunakan adalah semua jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan dan digunakan oleh Masyarakat suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Wawancara dilakukan secara semi struktur menggunakan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan analisis data Use Value (UV), Informant Concensus Factor (ICF) dan Fidelity Level (FL). Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumuhan obat. Variabel terikat pada penelitian ini adalah manfaatan tumbuhan obat yang digunakan oleh suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Hasil penelitian menunjukan 8 informan dengan wawancara, didapatkan 32 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau di desa Ujoh Bilang yaitu bunga, buah, akar, rimpang, batang dan bagian terbanyak adalah daun dengan presentase sebesar 62,50% (20 jenis tumbuhan). Cara pengolah tumbuhan obat yang umum digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau adalah direbus sebanyak 46,88% (15 jenis tumbuhan) dan cara penggunaan tumbuhan obat terbanyak yaitu diminum 84,38% (27 jenis tumbuhan). Nilai Uv tertinggi terdapat pada tumbuhan akar kuning, brotowali, pasak bumi, temulawak dan bajakah. Nilai ICF tertinggi terdapat pada kategori penyakit infeksi mikroorganisme dan neolplasia. Tumbuhan yang memiliki nilai FL tertinggi adalah akar kuning (100%) dan brotowali (87,5%).
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Standar Pelayanan Minimal (SPM) mengatur hakikat dan mutu pelayanan dasar sebagai hak warga negara. Berdasarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2008, tujuan dari SPM adalah sebagai pedoman bagi daerah dalam melaksanakan dan memantau standar pelayanan minimal rumah sakit. Indikator standar pelayanan minimal kefarmasian adalah waktu tunggu obat, tidak adanya kesalahan pemberian obat, kepuasan pasien, penulisan resep sesuai formularium. Indikator SPM dapat dijadikan pedoman untuk mengevaluasi penerapan standar minimal di instalasi farmasi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan standar pelayanan minimal di rumah sakit pada bidang farmasi menurut keputusan menteri kesehatan RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Studi literatur yang dilakukan dengan metode deskriptif dengan rancangan non eksperimental, yaitu berupa data indikator standar pelayanan minimal (SPM) di instalasi farmasi RSUD dr. Abdul Aziz dan RSUD Muara Taweh. Hasil studi literatur ini adalah terdapat satu indikator yang belum memenuhi SPM yaitu kesesuaian penulisan resep sesuai formularium di RSUD dr. Abdul Aziz sebesar 95,95% dan RSUD Muara Teweh sebesar 99%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI staphylococcus aureus ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi L), terhadap staphylococcus aureus, buah belimbing wuluh merupakan salah satu buah tropis yang dikenal di indonesia, selain dijadikan sayur maupun obat-obatan buah belimbing wuluh dapat dijadikan sebagai produk bernilai ekonomi tinggi. Diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder seperti senyawa aktif saponin, tanin, flavonoid, triterpenoid. Objek pada penelitian ini adalah ekstrak dari buah belimbing wuluh. Tahapan penelitian yaitu, mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan dan penyajian data dekskriptif dan penarikan kesimpulan. Ekstrak etanol buah belimbing wuluh dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian diuapkan menggunakan oven sampai terbentuk ekstrak kental. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan mengukur diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Didapatkan daya hambat paling besar pada formulasi III, dengan diameter zona hambat 25,33 mm yaitu sangat kuat. Kata kunci: aktivitas antibakteri, Averrhoa bilimbi L, staphylococcus aureus
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan obat dan cara pengobatan tradisional menggunakan bahan alam dari suatu etnis merupakan bagian dalam bidang etnofarmasi, obat tradisional yang ada di Indonesia merupakan warisan budaya negara, baik yang tumbuh liar atau yang ditanam sendiri perlu teliti, digali dan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dalam bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan, cara memperolah, cara pengolahan dan bagain tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau Desa di Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teknik Snowball sampling. Objek penelitian yang digunakan adalah semua jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan dan digunakan oleh Masyarakat suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Wawancara dilakukan secara semi struktur menggunakan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan analisis data Use Value (UV), Informant Concensus Factor (ICF) dan Fidelity Level (FL). Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumuhan obat. Variabel terikat pada penelitian ini adalah manfaatan tumbuhan obat yang digunakan oleh suku Dayak Bahau di Desa Ujoh Bilang. Hasil penelitian menunjukan 8 informan dengan wawancara, didapatkan 32 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau di desa Ujoh Bilang yaitu bunga, buah, akar, rimpang, batang dan bagian terbanyak adalah daun dengan presentase sebesar 62,50% (20 jenis tumbuhan). Cara pengolah tumbuhan obat yang umum digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bahau adalah direbus sebanyak 46,88% (15 jenis tumbuhan) dan cara penggunaan tumbuhan obat terbanyak yaitu diminum 84,38% (27 jenis tumbuhan). Nilai Uv tertinggi terdapat pada tumbuhan akar kuning, brotowali, pasak bumi, temulawak dan bajakah. Nilai ICF tertinggi terdapat pada kategori penyakit infeksi mikroorganisme dan neolplasia. Tumbuhan yang memiliki nilai FL tertinggi adalah akar kuning (100%) dan brotowali (87,5%).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
High exposure to free radicals on the skin can cause damage to skin cells or tissues. Damage to cells or tissues in the skin will result in the skin being susceptible to diseases such as autoimmunity, skin cancer, and premature aging. Antioxidants function to protect the body from free radicals, both internally and externally. The part of the body that is often exposed to free radicals externally is the skin, such as ultraviolet radiation and cigarette smoke. One of the plants that has the potential for antioxidant compounds is the seeds of passion fruit. Purple passion fruit seed extract contains flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids which are secondary metabolites. The research method included sample preparation,determination, simplicia manufacture, sample extraction using methanol solvent, thickening process by maceration process, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity using the DPPH (2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
High exposure to free radicals on the skin can cause damage to skin cells or tissues. Damage to cells or tissues in the skin will result in the skin being susceptible to diseases such as autoimmunity, skin cancer, and premature aging. Antioxidants function to protect the body from free radicals, both internally and externally. The part of the body that is often exposed to free radicals externally is the skin, such as ultraviolet radiation and cigarette smoke. One of the plants that has the potential for antioxidant compounds is the seeds of passion fruit. Purple passion fruit seed extract contains flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids which are secondary metabolites. The research method included sample preparation,determination, simplicia manufacture, sample extraction using methanol solvent, thickening process by maceration process, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity using the DPPH (2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paparan polusi, radiasi sinar UV dan radikal bebas berlebih merupakan salah satu penyebab penuaan dini yang terjadi saat ini. Penuaan dini dapat dicegah dengan cara memanfaatkan antioksidan dan pelembab baik yang yang diberikan secara oral maupun topikal. Lemak tengkawang dari buah Shorea mecistopteryx merupakan genus dari famili Dipterocarpacea yang menghasilkan minyak nabati bernilai tinggi, seperti asam oleat, palmitat, miristat dan stearat. Asam oleat berfungsi sebagai pelembab, pelembut dan pelindung kulit serta adanya kandungan asam palmitat dan asam ftalat menjadikan lemak tengkawang memiliki sifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formula krim lemak tengkawang yang memenuhi persyaratan fisik krim dan menguji aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dibuat krim dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sifat fisik krim diketahui melalui beberapa evaluasi, yaitu organoleptis, homogenitas, uji tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji freeze-thaw. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5%, 10% dan 15% memenuhi semua persyaratan uji sifat fisik krim. Hasil uji aktivitas peredaman radikal bebas DPPH menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5% memiliki persen RSA 87,1±0,005%, konsentrasi lemak tengkawang 10% memiliki persen RSA 92,3±0.001% dan konsentrasi 15% memiliki persen RSA 95,1±0,001%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Paparan polusi, radiasi sinar UV dan radikal bebas berlebih merupakan salah satu penyebab penuaan dini yang terjadi saat ini. Penuaan dini dapat dicegah dengan cara memanfaatkan antioksidan dan pelembab baik yang yang diberikan secara oral maupun topikal. Lemak tengkawang dari buah Shorea mecistopteryx merupakan genus dari famili Dipterocarpacea yang menghasilkan minyak nabati bernilai tinggi, seperti asam oleat, palmitat, miristat dan stearat. Asam oleat berfungsi sebagai pelembab, pelembut dan pelindung kulit serta adanya kandungan asam palmitat dan asam ftalat menjadikan lemak tengkawang memiliki sifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat formula krim lemak tengkawang yang memenuhi persyaratan fisik krim dan menguji aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dibuat krim dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sifat fisik krim diketahui melalui beberapa evaluasi, yaitu organoleptis, homogenitas, uji tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji freeze-thaw. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tengkawang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5%, 10% dan 15% memenuhi semua persyaratan uji sifat fisik krim. Hasil uji aktivitas peredaman radikal bebas DPPH menunjukkan krim dengan konsentrasi lemak tengkawang 5% memiliki persen RSA 87,1±0,005%, konsentrasi lemak tengkawang 10% memiliki persen RSA 92,3±0.001% dan konsentrasi 15% memiliki persen RSA 95,1±0,001%.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun sembung (Blumea balsamifera L) merupakan tanaman berkhasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti kamper, tanin, saponin, damar, dan ksantoksilin serta flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetatat dan fraksi air, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sembung, variabel terikat adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk di sekitar kertas cakram dan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) dari ekstrak, variabel kontrol yaitu perlakuan bakteri propionibacterium acnes mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Sampel kemudian diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri, KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Daun sembung (Blumea balsamifera L) merupakan tanaman berkhasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Daun sembung diketahui memiliki beberapa kandungan kimia seperti kamper, tanin, saponin, damar, dan ksantoksilin serta flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L) sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetatat dan fraksi air, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sembung, variabel terikat adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk di sekitar kertas cakram dan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) dari ekstrak, variabel kontrol yaitu perlakuan bakteri propionibacterium acnes mulai dari peremajaan bakteri hingga pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram. Sampel kemudian diencerkan dengan konsentrasi 10%, 25% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan yaitu klindamisin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa zona hambat yang terbentuk pada uji aktivitas antibakteri, KHM (konsentrasi hambat minimal) serta KBM (konsentrasi bunuh minimal).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sejarah Perkembangan Farmakologi, Hubungan Farmakologi Dengan Ilmu-Ilmu Terkait, Farmakodinamik, Interaksi Obat, Antibiotik, Sulfonamid, Antivirus, Antelmintik, Anti Malaria, Antiamoeba, Anti Fungi, Pengaruh Obat Terhadap Tubuh, Bentuk Obat Dan Rute Penggunaan Obat Dan Analgetik
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan