2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ralph Waldo Emerson defined a weed as a &"plant whose virtues have not yet been discovered.&" To the wild-plant enthusiast who has discovered the virtues of many plants, there are relatively few weeds. After using this book, you will never again consider lamb's-quarters a weed. Instead, you will nurture it with respect and even encourage its growth in your garden. Edible Wild Plants of Pennsylvania and Neighboring States contains botanically accurate, up-to-date information essential for the identification of more than one hundred delectable wild plants. Each plant entry provides characteristics, habitat, distribution, edible parts, food uses, precautions, and preparation, followed by tasty recipes and interesting remarks about the plant's botanical history. The plants are arranged according to height, with the ground-huggers appearing first and the trees last. Each plant is also cross-referenced by common and scientific names. The authors have written this book with the novice forager in mind, including useful tips on foraging from where to search for food to precautions to take. They also provide a list of toxic look-alikes, a nutrient composition chart, and a glossary of terms.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
So that we will become intimately acquainted with edible and medicinal plants.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
This text provides an important overview of the contributions of edible insects to ecological sustainability, livelihoods, nutrition and health, food culture and food systems around the world. While insect farming for both food and feed is rapidly increasing in popularity around the world, the role that wild insect species have played in the lives and societies of millions of people worldwide cannot be ignored. In order to represent this diversity, this work draws upon research conducted in a wide range of geographical locations and features a variety of different insect species. Edible insects in Sustainable Food Systems comprehensively covers the basic principles of entomology and population dynamics; edible insects and culture; nutrition and health; gastronomy; insects as animal feed; factors influencing preferences and acceptability of insects; environmental impacts and conservation; considerations for insect farming and policy and legislation. The book contains practical information for researchers, NGOs and international organizations, decision-makers, entrepreneurs and students.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku digital berjudul Mengenal Fenomena Keajaiban Dunia Islam berisi tentang keistimewaan buah Delima dan fenomena keajaiban lainnya. Silahkan disimak lebih jelasnya dalam buku ini ya. Selamat Membaca!
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menjadi sejahtera adalah menjadi bahagia dan berdaya. Mengingat pentingnya menjadi pribadi yang merasa sejahtera maka perlu diketahui upaya-upaya untuk merealisasikannya. Setiap tahapan usia dan tidak terkecuali remaja berhak untuk menjadi sejahtera, ketika mampu mengevaluasi mengenai potensi dirinya ataupun keterbatasan yang dimiliki, juga mampu mengenali emosi yang dimilikinya baik positif maupun negatif. Di samping itu, tentunya masih terdapat faktor lain yang turut berperan, namun dibatasi pembahasannya pada modul ini. Modul ini secara khusus membahas mengenai upaya meningkatkan kesejahteraan pada remaja. Hal tersebut didasari oleh karena remaja adalah masa yang penuh gejolak dan tantangan tersendiri, di sisi lain adalah sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, remaja perlu diberikan pijakan agar berkembang sesuai tahapan perkembangannya. Melalui penerapan modul ini, diharapkan dapat menambah referensi dan menjadi acuan tata laksana intervensi bagi pembacanya atau pemerhati di ranah psikologi remaja.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
A Repertory Which Is Used By Every Homoeopath.Based On The Original Provings And Information Gathered Till That Time.Includes The Art Of Repertorizing.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "Mengenal Kelainan dan Penyakit Mata umum di Sekitar kita (Trikiasis, Keratitis, Pterygium Dan Katarak)" merupakan buku yang tersusun secara sistematis dari segi pengulasan dalam pengenalan penyakit mata. Seperti Trikiasis adalah penyakit kelaian kelopak mata, Keratitis penyakit pada cornea, Pterygium pada konjungtiva dan katarak pada lensa. Sudah seyogyanya seorang Optometri untuk banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan penyakit mata, semakin banyak khasanah bacaan kita semakin bertambah wawasan kita. Budayakan membaca sedari mungkin, sedini mungkin. Semoga buku ini bisa bermanfaat untuk Optometri dan semua kalangan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu fisik tablet parasetamol dengan bahan pengikat amilum umbi putih dan amilum umbi gembili. Umbi gembili dan umbi putih merupakan tumbuhan berfamili Dioscorea. Kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan amilopektin yang tinggi yaitu 72-81%, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pengikat dalam formulasi tablet. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik mutu fisik tablet parasetamol yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah terkumpul berupa hasil karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh evaluasi mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi gembili sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait, sedangkan pada mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi putih terdapat satu formula yang tidak memenuhi persyaratan dari evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Dapat ditarik kesimpulan bahwa amilum umbi gembili memiliki daya ikat yang lebih baik dari amilum umbi putih.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan