2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Penggunaannya pun semakin luas dalam beragam ranah pemakaian, baik secara lisan maupun tulis. Oleh karena itu, kita memerlukan buku rujukan yang dapat dijadikan pedoman dan acuan berbagai kalangan pengguna bahasa Indonesia, terutama dalam pemakaian bahasa tulis, secara baik dan benar. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pedoman ini disusun untuk menyempurnakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Pedoman ini diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan bahasa Indonesia yang makin pesat. Semoga penerbitan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia secara langsung atau tidak langsung akan mempercepat proses tertib berbahasa Indonesia sehingga memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes mellitus merupakan salah satu dari sepuluh penyakit mematikan di dunia.Prevalensi DM sendiri terus meningkat setiap tahunnya.Oleh sebab itu dibutuhkan perhatian khusus untuk penanganan penyakit ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral di puskesmas.Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur.Objek yang diteliti adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral berdasarkan dari data jurnal terpilih di tiga tempat berbeda yaitu Puskesmas Koh-Libong Thailand, Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul dan Puskesmas Polowijen Kota Malang.Analisis data secara deskriftif, dihasilkan gambaran tingkat kepatuhan sedang pada pasien di Puskesmas Polowijen Kota Malang dan Puskesmas Koh-Libong Thailand karena pasien telah meminum obat kemarin dan tingkat kepatuhan rendah pada pasien di Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul karena banyaknya pasien yang lupa minum obat pada saat bepergian jauh. Tingkat kepatuhan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab gagal jantung, gagal ginjal, maupun penyakit cerebrovascular, penyakit ini diesebut juga silent killer. Obat anti hipertensi yang ada saat ini telah terbukti mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, namun penggunaan anti hipertensi tidak cukup untuk menghasilkan efek pengontrolan tekanan darah jangka panjang, apabila tidak didukung dengan kepatuhan dalam menggunakan obat. Kurangnya kepatuhan merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi hipertensi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi di puskesmas.Obyek yang diteliti adalah data sekunder yang berasal dari penelitian tentang tingkat kepatuhan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi . Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah data hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan studi penelitian. Penelitian ini menggunakan data hasil penelitian yang terbagi menjadi 3 kelompok penelitian. Penelitian pertama dilakukan di Puskesmas Pagesangan Mataram, penelitian kedua di Puskesmas Muara Wis dan penelitian ketiga di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pada ketiga puskesmas menghasilkan tingkat kepatuhan yang bervariasi. Penelitian I tingkat kepatuhan tinggi diperoleh hasil sebesar 75 % dan sedang sebanyak 25 %. Pada penelitian II tingkat kepatuhan tinggi 13,33 %, tingkat kepatuhan sedang 33,33 % dan tingkat kepatuhan rendah 53,33 %. Pada penelitian III tingkat kepatuhan yang tinggi sebesar 30,09 % kemudian kepatuhan sedang 45,14 % dan kepatuhan rendah sebesar 24,75 %.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab gagal jantung, gagal ginjal, maupun penyakit cerebrovascular, penyakit ini diesebut juga silent killer. Obat anti hipertensi yang ada saat ini telah terbukti mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, namun penggunaan anti hipertensi tidak cukup untuk menghasilkan efek pengontrolan tekanan darah jangka panjang, apabila tidak didukung dengan kepatuhan dalam menggunakan obat. Kurangnya kepatuhan merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi hipertensi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi di puskesmas.Obyek yang diteliti adalah data sekunder yang berasal dari penelitian tentang tingkat kepatuhan obat anti hipertensi pada pasien hipertensi . Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah data hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan studi penelitian. Penelitian ini menggunakan data hasil penelitian yang terbagi menjadi 3 kelompok penelitian. Penelitian pertama dilakukan di Puskesmas Pagesangan Mataram, penelitian kedua di Puskesmas Muara Wis dan penelitian ketiga di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pada ketiga puskesmas menghasilkan tingkat kepatuhan yang bervariasi. Penelitian I tingkat kepatuhan tinggi diperoleh hasil sebesar 75 % dan sedang sebanyak 25 %. Pada penelitian II tingkat kepatuhan tinggi 13,33 %, tingkat kepatuhan sedang 33,33 % dan tingkat kepatuhan rendah 53,33 %. Pada penelitian III tingkat kepatuhan yang tinggi sebesar 30,09 % kemudian kepatuhan sedang 45,14 % dan kepatuhan rendah sebesar 24,75 %.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus merupakan salah satu dari sepuluh penyakit mematikan di dunia.Prevalensi DM sendiri terus meningkat setiap tahunnya.Oleh sebab itu dibutuhkan perhatian khusus untuk penanganan penyakit ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral di puskesmas.Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur.Objek yang diteliti adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral berdasarkan dari data jurnal terpilih di tiga tempat berbeda yaitu Puskesmas Koh-Libong Thailand, Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul dan Puskesmas Polowijen Kota Malang.Analisis data secara deskriftif, dihasilkan gambaran tingkat kepatuhan sedang pada pasien di Puskesmas Polowijen Kota Malang dan Puskesmas Koh-Libong Thailand karena pasien telah meminum obat kemarin dan tingkat kepatuhan rendah pada pasien di Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul karena banyaknya pasien yang lupa minum obat pada saat bepergian jauh. Tingkat kepatuhan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kandungan merkuri pada kim pemutih dengan reaksi warna, Merkuri termasuk dalam salah satu logam berat berbahaya, sekalipun dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang tidak diperbolehkan dan dibatasi penggunaannya dalam kosmetik khususnya pada krim pemutih. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik pada manusia. Data yang dipakai pada studi ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa penelitian. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih dapat dilakukan dengan metode reaksi warna. Beberapa sampel ditemukan mengandung merkuri. Uji positif diperoleh dengan pereaksi KI menghasilkan endapan merah orange, uji kawat tembaga menghasilkan warna abu-abu mengkilap dan uji nyala api menghasilkan warna hijau.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronik yang terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara normal atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif.Obat hipoglikemik Oral (OHO) merupakan obat yang ditujukan untuk penanganan diabetes mellitus yang diberikan secara oral,terutama untuk pengobatan diabetes tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahuiprofil penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Objek penelitian yaitu penggunaan Obat hipoglikemik Oral (OHO) pada pasien diabetes melitus di puskesmas, yaitu puskesmas teladan kota Medan, Puskesmas di wilayan Surabaya Timurdan di Puskesmas temindung Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) yang terkumpul.Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas Teladan Kota Medan meliputi metformin 79,31%, kombinasi metformin + glimepiride 53,85% dan kombinasi metformin + glibenclamida 46,15%. Puskesmas wilayah Surabaya Timur meliputi metformin 29,71% dan kombinasiglibenklamid + metformin 55,8%. Puskesmas Temindung Samarinda meliputi glibenkalmid 50%, kombinasi metformin + glibenclamida 36,6% dan kombinasi metformin + glimepiride sebanyak 1 resep (3,3%). Disimpulkan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas paling banyak golongan biguanid dengan jenis metformin.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kandungan merkuri pada kim pemutih dengan reaksi warna, Merkuri termasuk dalam salah satu logam berat berbahaya, sekalipun dalam konsentrasi kecil dapat bersifat racun. Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang tidak diperbolehkan dan dibatasi penggunaannya dalam kosmetik khususnya pada krim pemutih. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih dapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit, alergi, iritasi kulit serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik pada manusia. Data yang dipakai pada studi ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa penelitian. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih dapat dilakukan dengan metode reaksi warna. Beberapa sampel ditemukan mengandung merkuri. Uji positif diperoleh dengan pereaksi KI menghasilkan endapan merah orange, uji kawat tembaga menghasilkan warna abu-abu mengkilap dan uji nyala api menghasilkan warna hijau.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronik yang terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara normal atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif.Obat hipoglikemik Oral (OHO) merupakan obat yang ditujukan untuk penanganan diabetes mellitus yang diberikan secara oral,terutama untuk pengobatan diabetes tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahuiprofil penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas.Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Objek penelitian yaitu penggunaan Obat hipoglikemik Oral (OHO) pada pasien diabetes melitus di puskesmas, yaitu puskesmas teladan kota Medan, Puskesmas di wilayan Surabaya Timurdan di Puskesmas temindung Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) yang terkumpul.Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas Teladan Kota Medan meliputi metformin 79,31%, kombinasi metformin + glimepiride 53,85% dan kombinasi metformin + glibenclamida 46,15%. Puskesmas wilayah Surabaya Timur meliputi metformin 29,71% dan kombinasiglibenklamid + metformin 55,8%. Puskesmas Temindung Samarinda meliputi glibenkalmid 50%, kombinasi metformin + glibenclamida 36,6% dan kombinasi metformin + glimepiride sebanyak 1 resep (3,3%). Disimpulkan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas paling banyak golongan biguanid dengan jenis metformin.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) yang diekstraksi menggunakan berbagai pelarut. Daun kelor (Moringa oleifera L) tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad sebagai salah satu tanaman sayuran yang multiguna padat nutrisi, hampir semua bagian dari tanaman kelor ini dapat dijadikan sumber makanan karena mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap. Daun kelor mengandung metabolit primer seperti protein, lemak karbohidrat, berbagai mineral, vitamin dan asam amino sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternatif pada kasus malnutrisi, selain itu daun kelor juga mengandung, metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehungga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil dari studi literatur ini, didapatkan bahwa nilai rendemen terbesar pada ekstrak etanol 70% sebesar 12,69% dengan kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan, saponin. Bahwa ternyata daun kelor banyak tersari pada pelarut yang polar, maka bisa disimpulkan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam daun kelor lebih banyak bersifat polar.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) yang diekstraksi menggunakan berbagai pelarut. Daun kelor (Moringa oleifera L) tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad sebagai salah satu tanaman sayuran yang multiguna padat nutrisi, hampir semua bagian dari tanaman kelor ini dapat dijadikan sumber makanan karena mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap. Daun kelor mengandung metabolit primer seperti protein, lemak karbohidrat, berbagai mineral, vitamin dan asam amino sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternatif pada kasus malnutrisi, selain itu daun kelor juga mengandung, metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehungga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil dari studi literatur ini, didapatkan bahwa nilai rendemen terbesar pada ekstrak etanol 70% sebesar 12,69% dengan kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan, saponin. Bahwa ternyata daun kelor banyak tersari pada pelarut yang polar, maka bisa disimpulkan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam daun kelor lebih banyak bersifat polar.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Limbah Rumah Sakit merupakan semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit. Secara umum limbah rumah sakit dibagi menjadi dua kelompok yaitu limbah medis rumah sakit dan limbah non medis. Limbah medis rumah sakit dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan memiliki karakteristik infeksius. Pengelolaan limbah B3 meliputi pengurangan dan pemilahan limbah B3, penyimpanan limbah B3, pengangkutan limbah B3, pengolahan limbah B3, penguburan atau penimbunan limbah B3. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah tentang pengelolaan limbah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah. Hasil penelitian pengelolaan limbah menunjukkan bahwa beberapa Rumah Sakit yang diteliti masih belum memenuhi syarat pengelolaan limbah berdasarkan Kepmenkes RI No. 1204 tahun 2004 dan Permen LHK RI No. 56 tahun 2015
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang sering digunakan untuk menghambat, menahan atau menghentikan, dan memberikan perlindungan bahan makanan dari proses pembusukan. Selai buah merupakan salah satu produk olahan buah-buahan yang sering ditambahkan pengawet natrium benzoat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium benzoat dari selai buah dengan metode alkalimetri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data literatur terkait analisi natrium benzoat pada selai buah dengan metode alkalimetri, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telaah literatur menunjukkan bahwa semua sampel selai mengandung natrium benzoat namun masih ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan terbaru yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013 yaitu sebesar 500 g/kg berat bahan.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran bakteriologis pada depo air minum isi ulang dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number). Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang diambil dari beberapa literatur. Tahap penelitian reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam table deskriptif, dan penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dari tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil uji MPN (Most Probable Number) yang didapatkan dari kelima jurnal yang telah ditelaah menyatakan bahwa 3 literatur menyatakan adanya cemaran bakteriologis dan 2 literatur tidak mengandung cemaran bakteriologis. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas depot air minum isi ulang salah satunya ditentukan oleh parameter uji bakteriologis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang sering digunakan untuk menghambat, menahan atau menghentikan, dan memberikan perlindungan bahan makanan dari proses pembusukan. Selai buah merupakan salah satu produk olahan buah-buahan yang sering ditambahkan pengawet natrium benzoat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium benzoat dari selai buah dengan metode alkalimetri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data literatur terkait analisi natrium benzoat pada selai buah dengan metode alkalimetri, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telaah literatur menunjukkan bahwa semua sampel selai mengandung natrium benzoat namun masih ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan terbaru yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013 yaitu sebesar 500 g/kg berat bahan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran bakteriologis pada depo air minum isi ulang dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number). Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang diambil dari beberapa literatur. Tahap penelitian reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam table deskriptif, dan penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dari tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil uji MPN (Most Probable Number) yang didapatkan dari kelima jurnal yang telah ditelaah menyatakan bahwa 3 literatur menyatakan adanya cemaran bakteriologis dan 2 literatur tidak mengandung cemaran bakteriologis. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas depot air minum isi ulang salah satunya ditentukan oleh parameter uji bakteriologis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.