Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ME

168 karya publik ditemukan.

2026: 182025: 132024: 62023: 512022: 172021: 72020: 362019: 12018: 4

STUDI LITERATUR PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah Rumah Sakit merupakan semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit. Secara umum limbah rumah sakit dibagi menjadi dua kelompok yaitu limbah medis rumah sakit dan limbah non medis. Limbah medis rumah sakit dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan memiliki karakteristik infeksius. Pengelolaan limbah B3 meliputi pengurangan dan pemilahan limbah B3, penyimpanan limbah B3, pengangkutan limbah B3, pengolahan limbah B3, penguburan atau penimbunan limbah B3. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah tentang pengelolaan limbah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah. Hasil penelitian pengelolaan limbah menunjukkan bahwa beberapa Rumah Sakit yang diteliti masih belum memenuhi syarat pengelolaan limbah berdasarkan Kepmenkes RI No. 1204 tahun 2004 dan Permen LHK RI No. 56 tahun 2015

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi merupakan penyakit yang memiliki tingkat keparahan yang beragam hingga pada infeksi berat yang disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang dapat menyebabkan infeksi kulit terutama pada lingkungan yang lembap, hangat atau kulit mengalami luka terbuka. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat untuk herpes, kudis, kulit gatal dan melepuh. Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) merupakan tumbuhan hias yang dapat digunakan sebagai obat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan daun tapak dara memiliki aktivitas antibakteri lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan daun selutui puka. Zona hambat daun selutui puka menggunakan metode kertas cakram pada konsentrasi 5%,10% dan 15% adalah 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm termasuk kategori daya hambat sedang dan daun tapak dara menggunakan metode sumuran pada konsentrasi 20%, 50% dan 75% adalah 13,3 mm, 17,33 mm dan 20,00 mm termasuk kategori kuat.

GAMBARAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksi merupakan penyakit yang memiliki tingkat keparahan yang beragam hingga pada infeksi berat yang disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang dapat menyebabkan infeksi kulit terutama pada lingkungan yang lembap, hangat atau kulit mengalami luka terbuka. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat untuk herpes, kudis, kulit gatal dan melepuh. Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) merupakan tumbuhan hias yang dapat digunakan sebagai obat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan daun tapak dara memiliki aktivitas antibakteri lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan daun selutui puka. Zona hambat daun selutui puka menggunakan metode kertas cakram pada konsentrasi 5%,10% dan 15% adalah 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm termasuk kategori daya hambat sedang dan daun tapak dara menggunakan metode sumuran pada konsentrasi 20%, 50% dan 75% adalah 13,3 mm, 17,33 mm dan 20,00 mm termasuk kategori kuat.