Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Penulis: RAHMADANI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR ANALISIS POTENSI MEDICATION ERROR PADA PROSES SKRINING RESEP PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medication error merupakan kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit, khususnya pada pasien rawat jalan. Salah satu tahap krusial dalam pencegahan medication error adalah skrining resep, yang bertujuan untuk memastikan ketepatan dan keamanan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penyebab terjadinya medication error pada proses skrining resep pasien rawat jalan di rumah sakit serta mengkaji upaya pencegahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji buku, peraturan perundang-undangan, dan jurnal ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi medication error pada tahap skrining resep masih banyak ditemukan, terutama terkait ketidaklengkapan administrasi resep, kesalahan farmasetik, dan pertimbangan klinis. Oleh karena itu, pelaksanaan skrining resep sesuai standar pelayanan kefarmasian oleh tenaga kefarmasian, khususnya apoteker, sangat penting untuk meminimalkan terjadinya medication error dan meningkatkan keselamatan pasien.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS

2025•Koleksi Perpustakaan

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resitensi bakteri terhadap antibiotik. Daun alpukat merupakan salah satu alternatif bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa kandungan flavonoid yang terdapat dalam daun alpukat mempunyai aktivitas sebagai antifungi dan antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia dan uji aktifitas ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri (Staphylococcus aureus). Ekstrak daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas antibakteri. Pembuatan ekstrak daun alpukat menggunakan pelarut etanol dengan metode ekstraksi maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Objek dalam studi literatur ini adalah hasil skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil studi literatur ini diperoleh bahwa ekstrak etanol daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri. Pada ekstrak etanol 70% diujikan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 20%-100% dan didapat daya hambat yaitu hanya pada konsentrasi 100% sebesar 10,68 mm. Kemudian pada ektrak etanol 96% pada konsentrasi 25%-100% memiliki daya hambat yaitu 10,2 mm-19,2 mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan kuat. Kata kunci: daun alpukat, antibakteri, skrining fitokimia, Persea americana Mill., Staphylococcus aureus.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR FLAVONOID EKSTRAK KULIT BUAH KAPUL (Baccaraurea macrocarpa) BERDASARKAN VARIASI JENIS PELARUT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Koleksi Perpustakaan

Tingkat kepolaran pelarut dapat mempengaruhi kandungan senyawa yang di ekstrak berdasarkan prinsip like dissolve like, yaitu senyawa yang bersifat polar akan larut dalam pelarut polar dan senyawa yang bersifat non polar akan larut dalam pelarut non polar. Kulit buah kapul (Baccaurea macrocarpa ) mengandung senyawa flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar flavonoid ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian adalah kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95%, etil asetat, n-heksan, dilanjutkan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid . Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah kapul mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin dan flavonoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut etanol 95%, etil asetat, dan n-heksan diperoleh masing-masing kadar sebesar 4,7238±0,5807 mgQE/g, 2,9699±0,1539 mgQE/g dan 2,0417±0,4236 mgQE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KADAR FLAVONOID EKSTRAK KULIT BUAH KAPUL (Baccaraurea macrocarpa) BERDASARKAN VARIASI JENIS PELARUT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat kepolaran pelarut dapat mempengaruhi kandungan senyawa yang di ekstrak berdasarkan prinsip like dissolve like, yaitu senyawa yang bersifat polar akan larut dalam pelarut polar dan senyawa yang bersifat non polar akan larut dalam pelarut non polar. Kulit buah kapul (Baccaurea macrocarpa ) mengandung senyawa flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar flavonoid ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian adalah kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95%, etil asetat, n-heksan, dilanjutkan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid . Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah kapul mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin dan flavonoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut etanol 95%, etil asetat, dan n-heksan diperoleh masing-masing kadar sebesar 4,7238±0,5807 mgQE/g, 2,9699±0,1539 mgQE/g dan 2,0417±0,4236 mgQE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resitensi bakteri terhadap antibiotik. Daun alpukat merupakan salah satu alternatif bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa kandungan flavonoid yang terdapat dalam daun alpukat mempunyai aktivitas sebagai antifungi dan antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia dan uji aktifitas ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri (Staphylococcus aureus). Ekstrak daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas antibakteri. Pembuatan ekstrak daun alpukat menggunakan pelarut etanol dengan metode ekstraksi maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Objek dalam studi literatur ini adalah hasil skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil studi literatur ini diperoleh bahwa ekstrak etanol daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri. Pada ekstrak etanol 70% diujikan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 20%-100% dan didapat daya hambat yaitu hanya pada konsentrasi 100% sebesar 10,68 mm. Kemudian pada ektrak etanol 96% pada konsentrasi 25%-100% memiliki daya hambat yaitu 10,2 mm-19,2 mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan kuat. Kata kunci: daun alpukat, antibakteri, skrining fitokimia, Persea americana Mill., Staphylococcus aureus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian profil penggunaan antibiotik pada penyakit ISPA di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA di beberapa puskesmas menunjukkan bahwa antibiotik golongan penisilin yaitu amoxicillin adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada pasien penderita ISPA, dengan data terbanyak penderita ISPA di derita oleh perempuan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS

2020•Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan objek penelitian profil penggunaan antibiotik pada penyakit ISPA di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan varifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA. Berdasarkan hasil studi literatur menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien penderita ISPA di beberapa puskesmas menunjukkan bahwa antibiotik golongan penisilin yaitu amoxicillin adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada pasien penderita ISPA, dengan data terbanyak penderita ISPA di derita oleh perempuan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail