ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan permasalahan penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang dapat terjadi pada setiap tahapan penggunaan obat dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Kesalahan ini sering ditemukan pada pelayanan obat, mulai dari penulisan resep, penerjemahan, penyiapan, hingga pemberian obat kepada pasien, khususnya di poli interna yang umumnya memiliki penyakit dengan terapi obat yang kompleks, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami medication error. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengidentifikasi medication error pada resep pasien poli interna di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis medication error yang terjadi dalam proses pelayanan resep pada pasien poli interna di instalasi farmasi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Publish or Perish. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan merangkum dan menyajikan temuan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menarik kesimpulan mengenai kejadian medication error.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit, khususnya pada pasien rawat jalan. Salah satu tahap krusial dalam pencegahan medication error adalah skrining resep, yang bertujuan untuk memastikan ketepatan dan keamanan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penyebab terjadinya medication error pada proses skrining resep pasien rawat jalan di rumah sakit serta mengkaji upaya pencegahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji buku, peraturan perundang-undangan, dan jurnal ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi medication error pada tahap skrining resep masih banyak ditemukan, terutama terkait ketidaklengkapan administrasi resep, kesalahan farmasetik, dan pertimbangan klinis. Oleh karena itu, pelaksanaan skrining resep sesuai standar pelayanan kefarmasian oleh tenaga kefarmasian, khususnya apoteker, sangat penting untuk meminimalkan terjadinya medication error dan meningkatkan keselamatan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan isu kritis dalam pelayanan kesehatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Tahap prescribing (peresepan) diidentifikasi sebagai salah satu fase yang paling rentan terhadap kesalahan, terutama pada penggunaan resep manual yang sering terkendala masalah keterbacaan tulisan tangan dan ketidaklengkapan administratif seperti identitas pasien, usia, berat badan, dan kejelasan dosis. Implementasi resep elektronik (e- prescribing) diharapkan menjadi solusi untuk meminimalisir risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan medication error pada fase prescribing pada pengunaan resep elektronik dan resep manual di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan metode deskriptif- komparatif, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah dokumen relevan seperti karya tulis ilmiah dan jurnal penelitian. Objek yang digunakan adalah kesalahan pengobatan medication error pada tahap peresepan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyusun gambaran dari data yang terkumpul untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara prescribing error pada resep manual sebesar 23,44% lebih tinggi dibanding resep elektronik sebesar 7,13% . Pada RSUD Sidoarjo pada prescribing error resep manual sebesar 25% dan resep elektronik 17%, meskipun perbedaan antara resep manual dan resep elektronik tidak ada perbedaan yang signifikan terdapat penurunan kesalahan pada penggunaan sistem resep elektronik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Salah satu bentuknya adalah prescribing error, yaitu kesalahan yang terjadi pada tahap peresepan obat. Diberbagai rumah sakit di Indonesia, tingkat kejadian prescribing error pada resep manual masih tergolong tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kejadian prescribing error pada resep manual dan resep elektronik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal ilmiah tentang prescribing errror pada resep manual dan elektronik yang dilakukan di beberapa Rumah Sakit. Hasil Kejadian medication error yang ditemukan di Rumah Sakit Diponegoro pada fase prescribing 45% resep manual, 14% e-resep sedangkan pada Rumah Sakit Umum Madyang Palopo esep manual 58,78% dan tingkat prescribing error pada resep elektronik 8,4%. Kesimpulan menunjukkan bahwa tingkat prescribing error pada resep manual lebih tinggi dari pada tingkat prescribing error pada resep elektronik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nama : Kartini Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Evaluasi Medication Error dari Fase Prescribing pada Resep Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun Pembimbing : 1. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Pembimbing : 2. apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarganya. Kesalahan ini dapat terjadi dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan obat (dispensing) dan pemberian obat (administration). Tujuan penelitan untuk mengetahui profil medication error pada fase prescribing resep pasien diabetes melitus di Puskesmas Segiri Samarinda. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan medication error fase prescribing yang paling banyak terjadi pada resep pasien diabetes melitus adalah tidak ada nomor SIP dokter (100%), tidak ada bentuk sediaan (100%), tidak ada cara penggunaan obat (100%), tidak ada rute pemberian (100%), tidak ada tanda tangan dokter (100%), tidak ada tinggi badan pasien (99,4%) dan tidak ada berat badan pasien (99,1%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resep di apotek dengan melakukan pengkajian terhadap aspek administratif, memenuhi ketentuan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016 . Skrining resep merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara melakukan pengecekan administrasi peresepan meliputi nama dan alamat dokter, serta nomor Surat Izin Praktek; tanggal penulisan resep, tanda tangan atau paraf dokter penulis resep; nama, alamat, umur, jenis kelamin, dan berat badan pasien; nama obat, potensi, dosis, dan jumlah yang diminta; cara pemakaian yang jelas; informasi lainnya yang diperlukan. Skrining resep merupakan tahap awal untuk mencegah terjadi medication error. Studi literatur ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari jurnal-jurnal yang terkumpul. Berdasarkan penelitian yang terkumpul, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kesamaan dari penelitian tersebut yaitu ditemukan banyak ketidaklengkapan penulisan resep pada beberapa apotek yang diteliti. Terdapat banyak kekurangan kelengkapan penulisan resep yang belum memenuhi kriteria aspek administratif sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 2016 yaitu aspek alamat pasien, alamat dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan aspek administratif pada penulisan resep di beberapa rumah sakit sesuai dengan Permenkes No.72 tahun 2016. Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli farmasi yang bersangkutan mengerti obat apa yang akan di berikan kepada pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek pada penelitian ini adalah kelengkapan aspek administratif penulisan resep di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi dari beberapa literatur menunjukkan bahwa dalam penulisan resep di beberapa apotek rumah sakit masih belum memenuhi semua aspek kelengkapan resep secara administratif. Beberapa aspek administratif yang paling sering tidak memenuhi aspek kelengkapan adalah penulisan jenis kelamin dan berat badan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Medication error merupakan setiap kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Medication error dapat terjadi didalam setiap proses pengobatan, salah satunya pada fase prescribing meliputi kelengkapan resep, tidak adanya umur pasien, tidak ada bentuk sediaan, tulisan resep yang tidak terbaca, tidak jelas nama pasien, tidak ada aturan pakai, tidak ada jumlah obat dan tidak jelas nama pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran medication error pada fase prescribing pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah tiga literatur ilmiah yang bersumber dari satu jurnal Ilmiah dan dua Karya Tulis Ilmiah, reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan penarikan simpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil telaah literatur tentang gambaran medication error pada fase prescribing pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit yang berbeda menunjukkan bahwa terdapat medication error dengan persentase yang tinggi yaitu pada bagian nama dokter, SIP dokter, tanggal penulisan resep, dosis sediaan, bentuk sediaan, aturan pakai, umur dan berat badan yang masih belum terpenuhi, sehingga dapat disimpulkan bahwa masih terdapat medication error pada tiga Rumah Sakit yang di teliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesalahan Pengobatan (Medication Error) adalah suatu kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien yang sebetulnya dapat dicegah. Medication error dapat terjadi pada tahapan prescribing. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kesalahan apa saja yang terjadi pada tahap peresepan dan mengetahui persentase kesalahan pengobatan pada tahap peresepan