Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: COVID-19
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT KALIMANTAN TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandemi coronavirus disease 19 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menimbulkan tantangan besar bagi sistem kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Favipiravir merupakan antivirus spektrum luas yang digunakan sebagai salah satu terapi untuk pasien COVID-19 ringan hingga sedang. Namun, rasionalitas penggunaannya masih menimbulkan perdebatan, khususnya terkait variasi dosis, indikasi, serta kesesuaian dengan pedoman nasional. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan rasionalitas penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kalimantan Timur berdasarkan studi literatur. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan rasionalitas penggunaan favipiravir di dua rumah sakit di Kalimantan Timur, yaitu RS Dirgahayu Samarinda dan RSUD Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran rasionalitas penggunaan favipiravir di rumah sakit. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan yaitu penggunaan favipiravir pada kedua rumah sakit telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, dan tepat obat dengan persentase 100%. Namun demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, dan tepat lama pemberian, khususnya di RSUD Harapan Insan Sendawar dengan ketepatan dosis sebesar 50,84% dan ketepatan lama pemberian sebesar 61,01%. Luaran klinis pasien menunjukkan hasil yang cukup baik, ditandai dengan konversi hasil pemeriksaan PCR, TCM, dan antigen menjadi negatif pada sebagian besar pasien. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan favipiravir pada pasien COVID-19 di dua rumah sakit tersebut secara umum telah rasional, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terutama pada aspek dosis, interval, dan lama pemberian untuk mengoptimalkan efektivitas terapi COVID-19.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR ANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA MAHASISWA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, di mana vaksinasi menjadi strategi utama untuk membentuk kekebalan kelompok. Namun, keberhasilan program vaksinasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peran media sosial sebagai saluran utama penyebaran informasi maupun disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap persepsi vaksinasi COVID-19 di kalangan mahasiswa melalui pendekatan studi literatur terhadap dua konteks berbeda, yakni Malawi dan Irlandia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada artikel ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa di Malawi, terdapat korelasi positif antara kepercayaan terhadap informasi vaksin di media sosial dan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi daring, sedangkan di Irlandia tidak ditemukan hubungan signifikan antara media sosial dan keputusan vaksinasi. Sebaliknya, faktor-faktor seperti riwayat vaksinasi, jenis akomodasi, dan kurasi informasi digital lebih memengaruhi sikap vaksinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konteks sosial, budaya, serta literasi digital memainkan peran penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap vaksinasi. Oleh karena itu, strategi komunikasi vaksinasi harus disesuaikan dengan karakteristik lokal, didukung oleh literasi media yang kuat dan penyebaran informasi berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang kampanye vaksinasi yang lebih efektif, khususnya di kalangan mahasiswa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Pengetahuan, Sikap dan Praktik terhadap COVID-19

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus disease 19 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Virus ini awalnya berasal dari hewan, tetapi dapat menular dari manusia ke manusia. Untuk menghentikan penyebaran COVID-19 masyarakat harus disiplin dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satu aturan tersebut adalah mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan dasar pengetahuan dan sikap terhadap COVID-19. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan COVID-19. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait pengetahuan dan sikap terhadap praktik COVID-19. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur yang melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan COVID-19 di negara Indonesia dan Malaysia. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, ruang lingkup pekerjaan, dan kategori pendapatan serta pengetahuan, sikap dan praktik terhadap COVID-19. Praktik masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam pencegahan COVID-19 cukup baik, dengan rata-rata skor 7,0 dari 10 dengan pengetahuan dan sikap yang menganggap bahwa COVID-19 sebagai penyakit serius yang dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) PADA PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA BALIKPAPAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus disease 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu COVID-19. Virus ini telah dinyatakan sebagai pandemi dandapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung antar manusia. Pandemi ini memberikan dampak pada pelayanan kefarmasian khususnya Tenaga Teknis Kefarmasiaan (TTK) maka, pentingnya dilakukan gambaran tingkat pengetahuan TTK dalam melakukan pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman dan gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasiaan dalam pencegahan COVID- 19 di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian ini deskriptif (non eksperimental) bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diperoleh dari subjek penelitian yaitu TTK yang bekerja di Kota Balikpapan melalui kuesioner. Metode analisis data adalah analisis bivariat dan analisis univariat untuk melihat frekuensi tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasiaan di Kota Balikpapan dalam pencegahan COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian pada pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan didapatkan hasil dengan kategori sangat baik sebanyak 16 responden (6,50%), Baik sebanyak 170 responden (69,10%), cukup sebanyak 57 responden (23,19%), kurang baik sebanyak 3 responden (1,21%). Karakteristik responden yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga TeknisKefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan yaitu jenis kelamin, jenis pekerjaan, lama bekerja. Sedangkan karakteristik responden usia, tempat bekerja dan pendidikan yaitu tidak ada hubungan dengan tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasiandalam pencegahan COVID-19 di Kota Balikpapan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus disease (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi dan skala penyebaran penyakit terjadi secara global di seluruh dunia. Antibiotik dalam Penatalaksanaan COVID-19 menjadi salah satu terapi yang diberikan pada pasien COVID-19 di rumah sakit. Pemberian antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit masih terdapat perbedaan terapi yang didasari oleh infeksi atau gejala yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit beberapa kota. Penggunaan antibiotik pada penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, golongan antibiotik, penggunaan antibiotik, dan pemberian antibiotik kombinasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan, mempelajari, lalu menelaah sumber literatur yang kemudian disajikan dalam tabel data. Data yang diteliti adalah penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan penyebaran COVID-19 berdasarkan jenis kelamin dari keempat rumah sakit yang paling banyak adalah laki-laki, sedangkan berdasarkan usia penyebaran COVID-19 paling banyak terinfeksi pada usia 40 sampai 65 tahun keatas. Perbedaan penggunaan antibiotik berdasarkan golongan antibiotik terbanyak yaitu pada Rumah Sakit Kota Bandung golongan makrolida (40,42%), untuk Rumah Sakit Kota Semarang golongan kuinolon (32,3%), Rumah Sakit Kota Jakarta golongan meropenem (52,68%), sedangkan Rumah Sakit Kota Banjarmasin golongan makrolida (5,84%). Pemberian antibiotik kombinasi hanya pada dua rumah sakit yaitu Rumah Sakit kota Bandung dengan kombinasi azitromisin dan seftriakson (28,03%), sedangkan Rumah Sakit Kota Semarang dengan kombinasi sefoperazon dan sulbaktam (7,3%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN KUTAI BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang menular, disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Pencegahan COVID-19 didukung dengan adanya pengetahuan sebagai dasar seseorang dalam mengambil sebuah keputusan serta menentukan sikap dan tindakan dalam menghadapi masalah Pandemi COVID-19 saat ini. Tenaga Teknis Kefarmasian memiliki peranan penting sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi COVID-19, selama berada di Fasilitas Kesehatan TTK sangat berisiko terpapar COVID-19. Tugas TTK ketika pelayanan kepada pasien dan berinteraksi dengan Tenaga Kesehatan sangat berisiko terpapar COVID-19. TTK tersebut bisa saja sebagai pembawa virus kepada keluarga dan lingkungannya. Tujuan dan objek dari penelitian ini adalah mengukur tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian deskriptif (non eksperimental) bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada TTK yang bekerja di Kabupaten Kutai Barat. Data diolah secara statistik dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Metode analisis data yaitu analisis univariat dan metode statistik menggunakan distribusi frekuensi untuk melihat gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian di Kabupaten Kutai Barat terhadap pencegahan COVID-19.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

Effort to Prevent COVID-19 STIKES Samarinda (STIKSAM) by Distributing Hand Sanitizer in Air Hitam Village of Samarinda City

2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Akibat wabah pandemi COVID-19 ketersediaan produk pencuci tangan di Kota Samarinda menjadi barang langka. Tujuan kegiatan ini yaitu melakukan upaya pencegahan COVID-19 melalui penggunaan Hand Sanitizer. Metode pada pengabdian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan yang meliputi penyiapan alat dan bahan, proses produksi dengan tahapan pencampuran bahan-bahan menjadi produk hand sanitizer, dan proses pengemasan yaitu memasukan hand sanitizer yang sudah jadi ke dalam botol-botol kecil berukuran 20 ml, 100 ml maupun Dirigen 5 L, serta labelling merek hand sanitizer, dan selanjutnya proses pendistribusian di RT 27, 28, 29 dan 30 Kelurahan Air Hitam. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) membuat hand sanitizer sesuai ketentuan WHO, proses pendistribusian hand sanitizer di wilayah RT 27, RT 28, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Air Hitam dan Rumah sakit rujukan COVID-19 (RSUD AW. Sjahranie dan RSUD I.A. Moeis) berjalan dengan lancar. WaliKota Samarinda H. Syaharie Ja’ang mengapresiasi dan meninjau kegiatan pembuatan Hand Sanitizer di kampus STIKES Samarinda.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail