Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: IMS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK METANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia negara beriklim tropis dengan paparan sinar ultra violet (UV) yang tinggi menyebabkan penuaan dini dan peningkatan risiko kanker kulit. Sangat penting untuk menggunakan tabir surya yang menggunakan bahan protektif sinar matahari, seperti antioksidan, karena sinar matahari, terutama UV-A dan UV-B, memiliki efek merusak pada kulit. Markisa ungu (Passiflora edulis Sims) adalah buah yang dikenal memiliki zat aktif seperti flavonoid dan fenolik yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengethaui aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak metanol biji markisa ungu. Tahapan penelitian meliputi deteminasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, uji SPF menggunakan spektrofometer. Hasil skrining menunjukkan ekstrak biji markisa ungu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan memberikan nilai IC50 sebesar 1,1358 ppm, masuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil uji SPF (Sun Protect Factor) menunjukkan nilai SPF 30,81pada konsentrasi 200 ppm, termasuk dalam kategori proteksi ultra.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Metanol Biji Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims var edulis)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji markisa ungu kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan vitamin C. Biji buah makisa ungu mengandung flavonoid dan alkaloid yang merupakan salah satu antioksidan kuat yang dapat menangkal radikal bebas. Karakterisasi merupakan suatu proses awalan yang dilakukan untuk mengetahui mutu dari suatu simplisia dan ekstrak. Simplisia maupun ekstrak yang digunakan sebagai bahan baku dan bahan produk langsung harus memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol biji buah markisa ungu (Passiflora edulis Sims var.edulis). Hasil karakterisasi spesifik menunjukkan pada uji makroskopik secara organoleptik simplisia berwarna hitam, rasa sedikit sepat dan berbau khas serta ekstrak berwarna hitam, rasa pahit dan berbau khas. Nilai kadar sari larut dalam air pada simplisia sebesar 14,3% dan ekstrak sebesar 4,3%, larut dalam etanol pada simplisia sebesar 19% dan ekstrak sebesar 32%. Hasil skrining simplisia dan ekstrak menunjukkan hasil positif pada senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan terpenoid. Hasil karakterisasi nonspesifik menunjukkan susut pengeringan pada simplisia sebesar 8,3%, kadar air ekstrak sebesar 7,1%, kadar abu total simplisia sebesar 5,89% dan ekstrak sebesar 8,5%, kadar abu tidak larut asam simplisia sebesar 0,38% dan ekstrak sebesar 0,43% dan bobot jenis ekstrak sebesar 0,977g/mL. Hasil uji cemaran mikroba simplisia sebesar 153,4 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 486,7 x 10-3 koloni/g, cemaran kapang/khamir simplisia sebesar 140,1 x 10-3 koloni/g dan ekstrak sebesar 100,9 x 10-3 koloni/g

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail